Pada tahun 2010 di Bandung, lewat kementrian perindustrian dan kementrian BUMN saat itu dibentuklah suatu perusahaan patungan antara Siemens (Salah satu perusahaan Jerman terbesar di dunia) dan anak perusahaan IPTN, PT NTP namanya.
Perusahaan patungan itu, diberi nama Siemens Industrial Power, kantornya di Pasteur.
Ambisi pemerintah, khususnya setelah Pak Dahlan Iskan menjadi mentri BUMN dan beberapa team awal yang dibentuk saat itu sangat idealis : Menguasai teknologi pembangkit listrik secara mandiri. Bandung direncanakan akan menjadi pusat teknologi steam turbine pertama ditanah air.
Saya belum lama lulus kuliah ketika itu, masih imut imut (amit amit), setelah bergabung dengan salah satu perusahaan tambang milik Astra International, saya mendapat kesempatan untuk bergabung di Siemens sebagai team yang dibentuk guna mewujudkan mimpi idealis itu.
Steam turbine adalah teknologi tinggi dan supercritical dalam pembangkit listrik tenaga uap. Hampir 60% listrik yang digunakan oleh kita tanah air, berasal dari teknologi ini (PLTU). Dan di Indonesia, sampai detik ini tidak ada satupun perusahaan yang bisa membuatnya.
Mimpi awal didirikannya perusahaan patungan itu adalah agar bangsa ini mandiri, lewat transfer teknologi dari Siemens yang sudah ratusan tahun menguasai teknologinya.
Maka dikirimlah tenaga ahli dari Siemens Jerman ke Bandung agar proses transfer teknologi ini berhasil.
Sementara, dikirim pula anak anak bangsa untuk belajar ke pusat teknologi Siemens baik di Jerman dan India. Saya ikut diberangkatkan ke Jerman, belajar tentang teknologi ini di salah satu factory Siemens di Frankenthal.
Setelah berjalan sekitar 3 tahun, informasi tentang usaha kemandirian anak bangsa dalam menguasai teknologi pembangkit listrik di Bandung ini menyebar cepat di dunia energi.
Bandung jadi terkenal kembali persis seperti saat Pak Habibie membangun IPTN. Banyak perusahaan menawarkan kerjasama untuk ikut berpartner agar steam turbine pertama buatan anak bangsa lahir di Bandung.
Meskipun komponen supercritial tetap dibuat di Jerman, tapi banyak sekali komponen penting lain yang disebarkan ke berbagai perusahaan di tanah air untuk membuatnya, dengan bantuan dan supervisi teknologi dari Siemens. Saat itu, hampir 40% komponen sudah bisa dibuat ditanah air.
Kami bahagia sekali saat itu, membayangkan beberapa tahun kedepan, akan ada berita dimana mana, bahwa Indonesia sudah bisa membuat steam turbine yang super canggih.
(Bersambung)
https://nasional.kompas.com/read/2010/11/06/03054636/Siemens.Bangun.Pabrik.Turbin.Uap