Sejauh kehidupanku berjalan, ada beberapa (dan banyak sekali) orang orang yang kulihat, hanya bisa omong kosong aja namun realitanya tidak seperti itu. Ada yang cakep ngomongnya tetapi tidak terbuktikan di dunia nyata. Hal itu bisa menjadi salah satu yang bikin aku greget, kesal, hingga marah kalau levelnya sudah cukup ekstrem, Kalo yang gayanya hanya janji-janji palsu belaka, merasa diri paling benar, mendebatkan hal-hal konyol, sombong. Mungkin yang mereka inginkan adalah perhatian orang lain, pengakuan diri, dan tidak ingin tampak jelek. Karena, bahkan di k10 Sage, ada orang yang bisa tergambarkan seperti itu.
Aku sendiri juga ternyata sadar, kadang ada sifat diatas yang tiba2 muncul dalam diriku. Misalnya, omong doang untuk janji membawa x, namun tidak diprioritaskan dan akhirnya tidak ketemu atau 'Lupa'. Pada raport aku, ada yang bilang bahwa aku jadi tidak.kurang bisa diandalkan karena kejadian-kejadian tersebut. Dulu, aku juga suka mendebatkan hal-hal konyol yang dimana jelas-jelas aku salah namun tetap mencari alasan.
Sekarang, saat ada orang lain yang begitu kepadaku, aku malah menjadi kesel sendiri dan tidak tau mau ngapain. Betapa ironisnya, dulu aku yang begitu sekarang jadi kesel. Begitu menerima kritik, mau tidak mau kita perlu terima, tidak seperti aku dulu yang sering mengomel kalo dikritik.Β
Bukannya mudah untuk menerima kritik. Apalagi kalau kritik tersebut memang bikin diri kita merasa gagal, tidak baik. Namun, kita perlu respek atas orang yang memberikan kita kritik, dari pandangan mereka. Terima aja dahulu, nanti kita bisa pilih mana kritik yang berguna, mana yang mungkin tidak. Maksud seseorang yang memberikan kritik, harusnya baik. Kalau kita bisa menerima kritik dan menjalaninya, kita bisa memiliki perubahan, karena kita mau untuk memperbaiki kekurangan kita.
Topik pembahasan yang satu lagi adalah mengenai keadilan sosial dan kesetaraan manusia. Aku sangat setuju dan connect banget dengan pernyataan bahwa semua manusia setara. Namun, hanya dalam beberapa topik tertentu seperti hak, penempatan diri. Semua orang, diciptakan oleh Tuhan secara setara, semuanya memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Tidak ada manusia yang sempurna, sehingga secara general manusia itu setara dan adil. Hanya, secara sifat, semua manusia itu unik dengan sendirinya, ada yang jahil, cupu, antisosial, dan lain lain. Hal itu tidak bisa disamakan.
Namun, secara hak, semua manusia berhak dan layak mendapatkan perlakuan yang sama dan setara dari sesama lain. Misalnya, soal jatah makanan, soal suara dalam pemilu, dan hak untuk menyuarakan pendapat. Itu adalah hal yang general.
Namun, ada saja tipe orang yang merasa dirinya lebih baik daripada orang lain. Yang merasa egois, bisa melakukan apapun yang sebenarnya melanggar batas orang lain, namun merupakan keinginan dia sendiri. Kalau semua orang merasa diri sendiri lebih baik daripada orang lain, maka kenyataannya adalah, tidak ada seorang pun yang lebih besar haknya daripada orang lain.
Sayangnya, di zaman dahulu, HAM masih belum melekat gimana ke manusia, contohnya adalah diskriminasi orang berkulit hitam. Padahal semua orang itu sama secara hak, hanya beda bentuk fisik/sikapnya. Sebagai seorang manusia, aku berusaha untuk rendah hati dan menganggap, menghargai orang lain seperti menghargai diri sendiri.
Esai yang bagus Haegen ππΌπ