Kali ini, aku ingin bercerita mengenai perjalanan ke Gambung tahun lalu.
'Perjalanan besar' adalah tentang mengeksplor. Salah satu hal yang paling kusukai mengenai mengeksplor, adalah perjalanan, karena perjalanan yang khususnya menginap, biasanya adalah perjalanan yang asyik dan memorable. Salah satunya adalah perjalanan ke PPM Gambung nyaris tepatnya 1 tahun lalu. Kami seluruh KPB dibagi menjadi 2 kloter tim, dimana masihg-masing tim akan berproyek di Gambung selama 6 hari 5 malam.
Pada hari pertama di Gambung, aku dan teman-temanku tidak banyak berkegiatan. Setelah sampai sekitar pukul 09.00-an, kami langsung berkenalan/silaturahmi terlebih dahulu, pada Pak Vinan (pengurus PPM di Gambung). Setelah itu, kami semua unpacking, melakukan istirahat sebentar, sebelum serius berkegiatan kembali. Kegiatan yang kami lakukan adalah melakukan pengamatan, jalan-jalan sekitar, dan melihat apa yang bisa diulik dari potensi-potensi Gambung.
Hal yang menurutku paling menarik dari perjalanan saat itu adalah permainan kartu remi. Seingatku, dari hari pertama berada di Gambung hingga saat mau pulang ke Bandung, waktu-waktu luang dipakai untuk main kartu bareng. Menurutku itu adalah satu kegiatan yang cukup unik, karena aku sendiri cukup jarang melakukannya sendiri, hanya pada saat ngumpul. Ternyata saat main kartu suasananya cukup ramai terutama karena ada banyak dari kami yang bisa main cap sah/cus. Karena kita saat itu main kartu, aku bisa merasa unsur fun dan jokes yang terpenuhi.
Seingatku, hari kedua dimulai ketika kami pergi ke kebun labu. Aku bisa mendapatkan pengalaman memetik beberapa labu disana, meskipun tidak terlalu banyak (karena terlalu tinggi). Dari sana, aku bisa belajar mengenai penanaman labu siam. Ternyata, butuh banyak sekali bambu penahan untuk menanamnya secara massal.
Petualangan sebenarnya, ada pada hari ketiga. Dimana kami berjalan cukup jauh menuju hutan untuk melihat kebun kopi. Perjalanan ke sana cukup jauh, berdasarkan stamina, aku akan menilai perjalanan tersebut 4/5. Pikiranku berkata untuk tidak menyerah saat lelah dan terus maju pantang mundur. Saat pertama kali merasa lelah (itupun belum jauh) aku tidak memutuskan untuk memperlambat jalan namun mempercepat hingga depan, baru melambat sambil istirahat. Meskipun badanku merupakan yang cukup malas dan mudah mengomel 'capek' tetapi untungnya motivasi dari dirikulah, yang menarikku ke garis finis akhir.
Pada hari keempat di Gambung, keadaan semakin menantang, ekspektasi juga semakin besar. Yang pertama, jalannya lebih jauh. Jiwa petualangku makin keluar karena ekspektasi makin tinggi. Ternyata, meskipun menantang, hari ini adalah hari yang paling menarik karena jalan-jalan ke kebun kopi, naik mobil bak ke tempat pengolahan kopi, dan terakhir, makan malam enak. Aku menemukan hal menarik saat jalan-jalan ke tempat pengolahan kopi, yaitu lahannya yang luas, tenda-tenda penjemuran, dan karung-karung yang sudah siap diangkut
Hari kelima dan keenam di Gambung, sebenarnya aku tidak berpetualang ke luar. Namun, aku tetap bisa berpetualang pada laptopku dengan melakukan pembuatan dan pengeditan poster mengenai labu siam.
Hal yang paling unik saat perjalanan Gambung ini adalah, saat aku diajak Kak Jere untuk ikut ke rumah orang yang membuatkan kita catering di siang harinya. Tumben-tumbennya saat sedang main kartu, udah mah malam hari. Tetapi aku sendiri selalu menemukan obrolan orang lain (kak jere dan penjual makanan) kali ini seru dan menarik.