AES158: Masuk Kiri Keluar Kanan
haegenquinston
Wednesday April 13 2022, 10:32 AM

Tipe orang berbeda-beda saat mengobrol, ada yang cerewet, ada juga yang sukanya diem, hanya menjadi pendengar, sementara orang lain yang banyak berbicara. Kalau kita menyatukan 2 orang yang dua-duanya sangat suka bicara, maka akan saling memotong, ritme dan aura mengobrolnya berjalan dengan cepat, dan tidak akan selesai dengan cepat (karena selalu ada topik obrolan). Sementara, 2 orang yang lebih banyak menjadi pendengar ketika disatukan maka akan lebih banyak diam (berdasarkan pengalamanku juga).

Idealnya, menurutku seseorang yang banyak bicara dipasangkan dengan seseorang yang banyak mendengar. Ketika yang banyak bicara ucapannya didengar dan dimengerti, pasti akan merasa dihargai dan merasa sudah mencapai tujuannya. Begitu juga yang menjadi pendengar, tujuannya untuk mendapatkan cerita dari orang lain, meskipun dirinya sendiri tidak banyak ngomong.

Level up yang bisa dilakukan, yang aku bayangkan, adalah seperti melakukan wawancara. Jika seseorang memberikan penjelasan yang sangat panjang lebar, kita bisa meresponnya, daripada didiamkan setelahnya. Bawalah sebuah topik obrolan kembali agar interaktif dan 2 arah. Meskipun aku sendiri biasanya hanya nanya dan mengobrol dalam percakapan, setidaknya ada interaksi 2 arah yang terasa nyaman.

Idealnya, seorang individu bisa fleksibel dalam percakapan, bisa banyak bicara, tapi bisa mendengarkan dan menghargai orang lain juga saat berbicara (agar percakapannya ritmis dan enak). Jangan hanya menjadi pendengar yang nangkap telinga kanan keluar telinga kiri saat orang lain bicara, ada baiknya kita belajar untuk melakukan keduanya (bicara dan mendengar).

Orang juga perlu mengerti sifat-sifat dan karakter yang berbeda-beda, yang tidak mereka mengerti. Misalnya, aku saat melihat ibuku mudah ngobrol dengan orang lain yang tidak dikenal, dimana-mana (depan rumah, supermarket). Meskipun aku tidak melakukan hal yang sama, namun aku mengerti, kenapa ibu aku melakukan hal itu, karena butuh dan senang ngobrol.

You May Also Like