Seorang teman pernah bercerita mengenai kucing-kucing yang terpaksa tidak mendapatkan supply makanan karena satu dan lain hal. Kucing itu terdiri dari induk dan anak-anaknya yang masih kecil sehingga belum bisa mencari makan sendiri. Hal menakjubkan terjadi di hari itu, seekor anak burung yang sedang belajar terbang tiba-tiba saja jatuh tepat tak jauh dari keberadaan keluarga kucing. Masyaa Allah, sejenak aku teringat pada sebuah potongan ayat yang menyatakan tidak satu hewan pun yang bergerak di atas bumi yang tidak dijamin rejekinya. Persis seperti cerita burung dan kucing tadi. Tidak ada pohon tinggi disitu, lalu seekor burung ditakdirkan terbang dan terjatuh, betul-betul bukan sebuah kebetulan. Semua sudah diaturkan melalui gerak semesta.
Lalu pagi hari tadi aku menemani anakku bebarengan, kami menceritakan pengalaman berkegiatan bersama di hari sabtu-minggu. Qadarullah hari sabtu hujan hampir di sepanjang hari dan kami pun memilih untuk berjalan kaki di hari minggu pagi selama kurang lebih satu jam. Rutenya masih sama seperti biasa yang kami lakukan jika sedang ingin berjalan kaki. Di perjalanan itu hampir selalu kami temui kucing-kucing berkeliaran. Terlintas lagi cerita temanku dan aku memikirkan mungkin sesekali kami bisa membawakan makanan bagi kucing-kucing liar ini meski pengetahuanku tentang hewan-hewan tak banyak. Hanya sekedar terlintas bahwa memberi makan/minum pada makhluk bernyawa itu pasti akan memberiku kesempatan mengenal sekitarku dengan lebih dekat, setidaknya untuk kembali belajar menjadi manusia.
"Ya Tuhan kami, tidaklah Engkau menciptakan semua ini sia-sia;...." (3:191)
Dan sekarang tepat diluar sana telingaku akrab dengan suara gericik hujan, cakap dua orang lelaki di teras dan seekor laba-laba tepat di atas kolam. Baru saja aku menyadari kehadirannya, sungguh tak pernah ada yang sia-sia, juga tak pernah ada yang kebetulan.
Keren... 🏼