AES175: Kembali Online
haegenquinston
Tuesday May 24 2022, 1:00 PM

Setelah 1 minggu berlalu, akhirnya kegiatan KPB K11 kembali berkegiatan secara online. Rasa berkegiatan secara online ini berbeda, karena dari kemarin kami terus berturut-turut melaksanakan kegiatan tatap muka terus (sudah seperti kegiatan sekolah dulu). Kesanku sih, mengenai kegiatan tadi, sebenarnya kegiatan online bisa membantu, namun bisa juga menyusahkan.

Jika kita telusuri kembali ke 2-3 tahun lalu, dimana Covid masih belum ada, saat itu, belum ada yang namanya sekolah online. Teknologi yang kita pakai saat itu hanyalah video call, sosial media melalui gawai. nyaris belum ada perkembangan mengenai sekolah/kelas secara online. Mengapa? Karena kita terbiasa dengan kebiasaan sekolah secara langsung, secara tatap muka.

Hingga tiba saatnya ketika pandemi melanda Indonesia, pemerintah memutuskan Lockdown dalam kota, dan akhirnya pembelajaran dan segala kegiatan harus kita lakukan secara daring. Karena keadaan yang berubah seperti ini, perkembangan teknologi yang kita lihat, berputar jalur dan dipaksakan oleh keadaan, untuk mengalami kemajuan. Disebabkan adanya pandemi, situasi memaksa orang-orang untuk menggunakan, membiasakan, dan mengulik teknologi bersekolah secara online.

Jika aku ditanya oleh seseorang, apa dampak yang kamu rasakan akibat pandemi? Aku akan menjawab, "Sekolah online bisa dikembangkan dan menjadi sebuah teknologi yang bisa kita pakai". Kalaupun pandemi akan berakhir, kayanya prinsip sekolah online akan terus diadaptasikan, deh. Keuntungan terbesarnya adalah, kita bisa berkegiatan dimanapun, kapanpun, tanpa repot-repot pergi, tinggal menyiapkan gawai dan menyiapkan diri untuk belajar. 

Ada beberapa masalah juga dari sekolah online, pertama, kita lebih sulit berkonsentrasi, berkomunikasi, dan jauh lebih inneficient saat dilakukan ketimbang offline. Meskipun, sebenarnya online juga bisa mendukung komunikasi secara jarak jauh. Masalah yang kedua, sekolah online sangat mengandalkan wi-fi, jika tidak ada wi-fi, maka tidak bisa berjalan. Apalagi untuk anak-anak di perkampungan, pedesaan, ataupun kesulitan biaya, sekolah online tidak bisa begitu efektif terhadap mereka.

Bagaimana solusinya dari diriku sendiri? Menurutku sih, selama kita bisa sekolah offline, lakukanlah saja, karena buktinya, sekolah offline adalah bentuk yang paling efektif untuk dilakukan. Namun jika ada kendala waktu/tempat, sebaiknya dilakukan secara online, kenyataannya, sekolah online sangat mendukung pembelajaran jarak jauh. Mungkin dahulu, jika ada yang sakit ataupun tidak bisa hadir, sudah tidak mengikuti kegiatan sekolah selama 1-2 hari. Dengan adanya kegiatan online, semuanya bisa mendapatkan informasi, mendapatkan kesempatan belajar, dan masih bisa mengikuti kegiatan.