Bermain basket adalah salah satu hal yang paling kusukai, jika kalian belum tahu. Namun, dahulu kayanya aku belum suka semuanya dan belum bisa dibilang suka 'bermain basket', hanya suka nonton aja.
Ada banyak sekali aspek dalam sebuah 'permainan' atau olahraga basket ini, yaitu belajar-mengajar, coaching, bermain, menonton, bahkan menganalisa. Aku baru mengalami dan pernah melakukan 4 dari antara 6 itu.
Yang dahulu kumaksud suka permainan basket, ternyata bukan seluruhnya aku suka. Aku hanya suka menonton dan bermain basket saat itu. Yang namanya menonton permainan olahraga, mana gak asyik? Seluruh permainannya kompetetif dan sangat profesional. Namun saat itu aku tidak menganalisa permainan mereka, hanya sekedar menonton pertandingan demi seru-seruan mendukung tim favoritku. Jadi aku tidak bisa dibilang 'suka' permainan basket, hanya enjoy main dan nonton.
Barulah ku belajar beberapa waktu lalu, ketika tim favoritku GSW tiba-tiba menjadi lemah karena cedera, dan menjadi peringkat terendah di seluruh laga. Aku pun bingung karena timku menjadi tidak seru saat ditonton, dan aku bingung apakah masih pengen loyal atau pindah mendukung tim lain yang lebih bagus mainnya daripada GSW. Tetapi aku memilih untuk loyal dan akhirnya bisa belajar menganalisa permainan basket yang terjadi disana, seperti bagaimana pola geraknya, bagaimana defensenya, dan skill main per pemain yang berbeda-beda.
Tahun lalu, aku membuat sebuah proyek mandiri mengenai cara bermain basket yang benar. Disana aku belajar untuk mengajar orang lain dan menginstruksikan bagaikan 'tutorial' bagaimana menempuh langkah-langkah yang betul. Meskipun sebenarnya langkah-langkah yang kuberikan masih salah (tidak sepenuhnya benar) karena tidak berdasar mentor tetapi internet. Beberapa bahkan menggunakan asumsi dan anggapanku sendiri, enaknya seperti apa. Kalau saat ini aku bikin seperti itu lagi harusnya tidak ada kesalahan.
Sampai saat ini dimana aku ikut latihan basket beberapa lama bersama klub, aku baru merasakan yang namanya 'belajar' dan 'main' dengan cara yang benar. Coaching juga dilakukan di tempat yang bernama Tunas, dimana aku diajar strategi main, permainan secara basic, dan melatih kembali skill-skill lama.
Aku jadi ingin menjadi pelatih basket di masa depan, mulai dari melatih skill anak-anak yang basic, melatih kepekaan mereka, melatih kepintaran otak mereka dalam bermain strategi, kerjasama tim, penyesuaian di lapang, dan lain lain. Pokoknya ada banyak potensi yang bisa dicapai dengan menjadi pelatih, yaitu pengembangan strategi bermain dan pengembangan kemampuan bermain.
Daripada dahulu, aku lebih menikmati permainan basket sekarang, aku juga tahu skill-skill apa yang perlu kukembangkan dan yang sudah menjadi kekuatanku.