109 bebenah
innocentiaine
Saturday November 27 2021, 6:44 PM

Awalnya bukan satu hal besar. Ada tetesan air di tempat yang tidak semestinya. Meski minor, tetap mengganjal. Setiap kali melihat, setiap kali menghadapi, bikin ga enak. Tahu ada yang perlu dilakukan, tapi terus ditunda. Membayangkan kerepotan yang perlu dilakukan membuat diri bertahan dengan situasi yang tidak ok tersebut. Aneh.. tapi entah mengapa bila diingat-ingat, seringkali demikian. Kalau ditanya apakah bikin stress, jawabannya ya iyalah. Lanjut ke pertanyaan worthed ga sih? Ya ngga lah. Karena tidak segera diperbaiki. Murkalah situasi itu menjadi darurat, tidak lagi bisa ditunda. Demi kesehatan jiwa raga, segera memanggil tukang, bongkar sana sini untuk mencari sumber kebocoran. Mencari pipa yang sudah habis masa jabatannya. Itu yang sedang terjadi. Kekacauan yang dibayangkan, ya memang demikian adanya. Sudah waktunya untuk bebenah, memperbaiki yang sudah usang dan memberi perhatian pada sudut-sudut yang kerap terlewat.

Katanya rumah itu perlu jadi tempat istirahat. Apalagi tinggal di kota yang padat, macet, bising. Berada di luar rumah seringkali jadi melelahkan. Banyak distraksi indrawi konstan di sekeliling. Katanya rumah perlu jadi tempat untuk bisa mengembalikan tenaga, memberi ketenangan. Bukan pada besar kecil, mewah sederhana, bagus enggaknya. Tempat tinggal yang baik hanya membutuhkan space n light n order; ruang, cahaya dan keteraturan. Kalau mau jujur sebenarnya tidak banyak yang dibutuhkan untuk bisa menjalani hari-hari dengan nyaman. Kadang yang terjadi kita tidak lagi memiliki barang², tapi dikendalikan oleh barang². Banyak barang kehilangan makna pentingnya, sekadar memenuhi ruang, menghalangi jalan, tempat debu menumpuk. Mengenali diri, perawatan yang minim jadi faktor penting juga untukku.

Pernah membaca tentang konsep ruang pada rumah tradisional Jepang. Di mana fungsi bisa berubah sesuai kegiatan. Berbagai peralatan praktis seperti futon (alas tidur), meja kerja, meja makan, bantal duduk, dibuat compact, dapat dilipat dan disimpan di tempat yang tidak terlihat ketika tidak digunakan. Ketika orang meninggalkan ruang, yang tertinggal hanyalah ruang kosong yang mudah dibersihkan, tanpa banyak jejak keberadaan atau kegiatan mereka. Sederhana dan bersih. Konsep yang menarik. Meski dengan berbagai perkembangan dan faktor kepraktisan saat ini, mungkin tidak banyak lagi rumah yang masih menerapkan hal ini. 

admin
@admin   5 years ago
Wah...betul sekali ini, Kak: "kita tidak lagi memiliki barang², tapi dikendalikan oleh barang²".
You May Also Like