130 proyek terpadu
innocentiaine
Friday May 13 2022, 9:06 PM
130 proyek terpadu

2 hari ini berkesempatan mengikuti presentasi proyek terpadu teman-teman Egrang. Proyeknya mengangkat tema rumah tradisional yang berkelanjutan dan ramah lingkungan. Dulu disebut dengan Ujian Praktek. Bentuknya sebuah proyek berkarya dengan tema tertentu yang diawali dengan diskusi dan riset, pembuatan proposal dan rancangan, hingga pembuatan maket/model. Satu proyek panjang di akhir jenjang sekolah dasar. Harapannya, karya ini memperlihatkan semua pengalaman dan pengetahuan berkarya yang telah mereka miliki selama ini.

Tentunya berbeda dengan yang disebut ujian praktek di sekolah lain, yang biasanya dilakukan per bidang studi, dan diselesaikan dalam waktu singkat. Sejak angkatan pertama, ujian praktek di Smipa, dikemas sebagai proyek berkarya yang memadukan berbagai BS seperti SBK, Sains, PLH, dan Bahasa Indonesia. Meski sepanjang proses pengerjaannya sungguh banyak aspek dan ketrampilan yang bisa terakses dan terbangun. Seperti kemampuan mengumpulkan informasi dan mengolah data, ketrampilan motorik halus dan pengetahuan teknik berkarya, kemampuan mengatur waktu, mengelola suasana hati, memotivasi diri, memberi upaya terbaik.

20 anak, 20 karya yang berbeda. Saat dipresentasikan, masing2nya sungguh menggambarkan bintang mereka masing2 di saat ini. Sungguh luar biasa. Ada yang sudah bersinar di banyak sudut bintangnya, ada yang baru bersinar di beberapa sudut, ada yang sinarnya masih redup.. Ada yang benderang pada sudut konsep, analisis, olah data. Ada yang lebih terang pada sudut kemampuan berkreasi; membuat bentuk dengan detil, sudah bisa bekerja dengan rapi dan dengan pertimbangan. Ada pula yang terlihat bersinar saat bicara, menjelaskan proses, kendala dan capaiannya. Ada yang lebih bersinar pada kemampuan menulis, proposal yang disusun secara baik, runtut dan lengkap.

Salah satu respon orangtua yang kali ini diundang hadir adalah bahwa presentasi anak-anak ini mengingatkan pada sidang S1 mereka happy-9 Mungkin bedanya, mereka masih jujur dan terbuka. Meski gugup dan berusaha, mereka bercerita apa adanya. Olahan cukup kompleks untuk jenjang mereka. Kakak kelas mengawal panjang dari minggu ke minggu. Dan dengan situasi pandemi serta lebaran di tengah prosesnya, cukup besar porsi pengerjaan di rumah. Mengandalkan kemampuan membagi waktu, kedisiplinan, dan kawalan orangtua sesuai relasi khas dengan anaknya masing-masing. Semoga menjadi kebaikan dan bekal ke depan untuk mereka.

Photo by Pixabay: https://www.pexels.com/photo/clear-light-bulb-355948/

Andy Sutioso
@kak-andy   4 years ago
Ini memang keren banget ka Ine. Terharu ya melihatnya 🙏😊
You May Also Like