AES 133 Kuning
joefelus
Sunday October 3 2021, 11:05 AM
AES 133 Kuning

Hari ini saya melepaskan diri dari kesibukan sehari-hari, melupakan rasa penat dan beban pekerjaan dan menghindari keramaian menuju sebuah desa/kota kecil, Georgetown.

Perjalanan memakan waktu sekitar 2 jam sejauh 105 miles atau sekitar 170 Km, melalui highway I25 dari utara ke selatan lalu berbelok ke I70 jalur highway yang terbentang dari barat ke ujung timur  Amerika yang sangat panjang. I70 berawal dari Utah hingga Baltimore! Saya sangat menikmati berkendara di sini, walau I70 memang jalur padat dan saya terkena macet beberapa kali, sempat hampir mirip dengan pintu tol Cikunir hahaha... Tapi hanya sebentar dan saya tidak terlalu peduli karena sambil bermacet-macetan saya menikmati pemandangan musim gugur.

Colorado pada akhir September hingga awal Oktober memang merupakan puncak perubahan warna musim gugur. Karena penuh dengan pohon aspen, maka warna kuning sangat mendominasi perjalanan kami. Kalau ke daerah lebih utara, pohon maple yang paling banyak dijumpai, jadi warnanya merah!

Kami hanya berdua saja, sebab Kano akhir pekan ini ada acara bersama teman-temannya jadi dia tinggal di rumah sendirian. Saya dan Nina memilih Georgetown karena ada kereta api uap! Ini tujuan utama kami, naik kereta api uap membelah gunung sambil menikmati musim gugur!

Jalan berkelok-kelok dengan banyak tikungan tajam sangat cocok untuk mengemudi perlahan-lahan sambil melihat pemandangan pohon pinus yang hijau dikelilingi pohon aspen yang warnanya sudah berubah kuning. Terus terang saya kehabisan kata-kata dan sulit menceritakan keindahan yang saya nikmati seharian. Sepertinya apapun yang saya ceritakan masih sulit untuk mengambarkan keindahan aslinya. Bahkan foto yang ditangkap kamera masih belum bisa mengabadikan keindahan yang sebenarnya.

Georgetown populasinya hanya sekitar 1100 orang, terbentuk karena dulu merupakan kota tambang perak di awal tahun 1800-an terletak di ketinggian 8530 kaki di atas permukaan laut (2600 m), jadi memang kalau tidak terbiasa, tinggal di sini sering terengah-engah karena kadar oksigen lebih tipis dibandingkan kota-kota yang lebih rendah letaknya.

kereta api uap memang dilestarikan sebagai objek yang menarik pengunjung sekaligus juga untuk menghidupkan kembali kota kecil ini yang sudah mati karena pertambangan sudah tutup. Seumur hidup saya belum pernah naik kereta uap, di Indonesia menggunakan diesel, jadi ini salah satu impian kanak-kanak saya, sambil membayangkan jadi jagoan di film the Wild Wild West hahaha... Di samping kereta api uap, di sekitarnya ada tempat untuk bermain ski di musim dingin. Saat ini salju baru sedikit dipuncak, jadi ski resort masih belum buka. Jadi kereta api menjadi daya tarik utama selain juga kegiatan olahraga alam seperti hiking, memancing dan sebagainya. Saat ini udara mulai sejuk dan sedikit dingin, jadi sangat cocok untuk hiking.

Kami memilih waktu yang sangat tepat, karena ketika tiba, warna kuning mendominasi hampir di banyak tempat. Karena ada kemungkinan ini musim gugur saya yang terakhir, saya memang sengaja berusaha menikmatinya semaksimal mungkin.  Dan karena kemampuan saya bercerita sangat terbatas, saya bagikan saja beberapa foto yang sangat saya sukai. Nanti kalau keinginan meracau saya sedang tinggi, saya bisa lebih kreatif, sekarang ini masih terlalu merasa overwhelm dan masih terbata-bata untuk bercerita. Besok acara masih berlanjut, sekarang saya mulai megap megap karena menginap di kota kecil lainnya di Winter Park yang terletak di ketinggian 11000 kaki di aytas permukaan laut (sekitar 3300 mdpl) jadi oksigen lebih tipis lagi dibanding di Gerogetown.***

admin
@admin   5 years ago
Seru nih, Pak Jo. Pacaran naik kereta uap.
joefelus
@joefelus   5 years ago
Hahaha... iya dong! 🤣