Sunset in Waikiki
Di hari-hari pertama perjalanan kami ini kebanyakan diisi dengan menelusuri kembali hal hal yang pernah bersentuhan dengan kami di masa lalu. Tempat, makanan dan juga teman, sahabat dan "keluarga". Reconnecting, ini mungkin kata yang paling tepat dengan yang sedang kami lakukan saat ini. Mengapa demikian? sebab hal-hal yang terjadi di masa lalu itu sangat penting bagi kami. seperti di esai-esai saya sebelumnya, saya melakukan ini karena petualangan masa lalu itulah yang membentuk saya sebagai seorang Jo saat ini. Ya, bagian dari sejarah hidup yang menurut saya paling penting!
Beberapa hal yang saya saksikan memang tidak selalu nyaman, seperti misalnya saya lihat bahwa kota Honolulu semakin terlihat tua, kumuh dan "run-down". Saya sengaja melewati tempat-tempat yang pernah saya tinggali, seperti yang pertama yang sudah saya tulis kemarin Hale Manoa, mungkin justru gedung ini yang paling baik kondisinya bahkan semakin ada polesan-polesan yang membuat terlihat "lebih baik". Saya juga beberapa kali melewati rumah kecil yang pernah saya tinggali sekitar 2 tahun, di jalan Wiliwili namanya. Rumah kecil ini sekarang terlihat gelap, mungkin karena cat nya yang hijau tua, dulu catnya cream, jauh terlihat lebih bersih. Rumah ini yang pertama kali kami sewa sesudah keluar dari asrama. Kami belajar mengelola rumah sendiri, belajar mengatur keuangan untuk biaya sewa, biaya listrik, air, TV kabel, sampah dan sebagainya, belum lagi kami harus juga membeli perlengkapan rumah seperti tempat tidur, meja kerja dan sebagainya. Dan ini sebuah langkah yang sangat besar karena sebelumnya di asrama kami hampir tidak membayar apa-apa sebab semua ditanggung oleh bea siswa, bahkan diberi uang saku dan uang buku. Nina dan saya saat itu juga bekerja dan kami menikmati banyak fasilitas kampus yang mayoritas gratis. Bayangkan betapa mudahnya hidup kami hingga ketika harus keluar dari asrama dan mencoba mandiri.
Kami kemudian pindah ke sebuah apartemen di lantai 14 lebih ke tengah kota. Di apartemen itu untuk hampir 4 tahun keluarga kami bertambah besar dengan kehadiran Kano. Gedungnya masih terlihat sama! Ya dari luar terlihat begitu, entah jika kami ke dalam, sayang sekali sekali lagi, karena pandemi kami tidak bisa masuk. Di gedung ini Kano belajar berjalan, menemani saya melakukan pekerjaan domestik seperti mem-vacuum, mencuci pakaian, mengeringkan pakaian, masak dan sebagainya. Kano pada saat itu nikmat saja duduk nyaman didalam gendongan di dada saya dengan menggunakan baby bjorn! Masa-masa yang paling menyenangkan dalam hidup saya walau sama sekali tidak mudah. Semalam bahkan saya pergi ke supermarket Korea yang dulu bersama Kano hampir selalu kami datangi. Bentuknya sama seperti dulu, penuh dengan ornamen yang amat sangat ramai! Semalam bahkan saya bergurau dengan Nina ketika akan membayar di kasir." Nin, make sure we choose the cashier that doesn't have windmills, so that Kano doesn't want to buy one!" hahahaha... Ya itu biasa kami lakukan sebab kano senang sekali dengan kincir angin terbuat dari kertas warna-warni. Harganya murah hanya 99 sen, tapi kalau setiap kali ya lama-lama rumah kami penuh. Kano hapal sekali warna apa saja yang sudah dia miliki dan tidak pernah berhenti meminta lagi! Kano tersenyum-senyum ketika kami bergurau itu dan hanya menjawab," I don't remember that!"

Don Quijote Supermarket (K& dad's fav place)
Sekali lagi, tempatnya sebetulnya biasa saja, bahkan banyak sekali yang jelek bahkan Kano terus terang berkata, "I am not impressed by the look of this city. I think Fort Collins looks much better and bigger. But I know I am here to reconnect and to remember again what I have experienced here that I do not recall anymore. But I am up for all the food. The food is to die for, amazing!" Ya saya setuju dengan kata-kata Kano. tempatnya biasa saja, tapi pengalaman di tempat ini yang sangat memiliki arti yang lebih penting. Makanan? hahaha.. jangan ditanya, memang ada tempat yang mengecewakan ketika kami mencobanya lagi, tapi ya sudah lah, itu hanya sekedar mengigat kembali yang pernah kami nikmati walau sekarang kualitasnya jauh dari yang diharapkan. Salah satu tempat yang mengecewakan itu diberi nilai 6 oleh Kano. "I think daddy's cooking is away better than this!" Kano memang memiliki selera makanan yang sangat bagus! Dia seperti food critics kalau sudah urusan makanan. 2 meals pertama saya ajak ke restoran BBQ dan seafood Korea yang membuat dia begitu bahagia hingga memeluk saya karena dia begitu mencintai makanan yang dia rasakan. Kano mencintai seafood dan di mana kita bisa menemukan ikan tuna yang fresh from the ocean selain salah satunya di Hawaii?

Good food, warm hug!
Kami juga berusaha menghubungi kembali para sahabat. Ya sahabat sangat saya hargai dalam kehidupan saya. Tanpa mereka saya tidak akan pernah dapat menjadi seperti sekarang ini. Sahabat di rantau sudah sepertti keluarga. Dan keluarga adalah mereka yang selalu menyertai kita dalam suka dan duka. Sahabat dan keluarga adalah channel Tuhan untuk menciptakan keajaiban dan mukjizat, dan itu saya alami di kota ini!
Daftar masih panjang dalam usaha saya reconnecting, dan saya sangat bersyukur diberi kesempatan untuk melakukan ini.***