AES 249 Garam
joefelus
Thursday January 27 2022, 3:10 AM
AES 249 Garam

Selama musim dingin, kebutuhan akan garam meningkat pesat. Yang saya akan obrolkan bukan garam meja atau garam untuk masak, tapi garam yang digunakan untuk ditabur di halaman rumah, depan garasi, di trotoar bahkan di jalan. Tujuannya apa? tujuannya untuk mencairkan es yang tertimbun agar halaman depan pintu rumah bersih dan tidak licin karena es yang sulit mencair di musim dingin ketika suhu dibawah nol derajat.

Menurut statistik, di Amerika kebutuhan garam untuk mencairkan es sangat tinggi, tercatat 24 juta ton per tahun garam dibutuhkan hanya semata-mata untuk mencairkan es. Menurut statistik juga jika es atau salju di jalan raya diberi garam, maka disinyalir mengurangi 93% tingkat kecelakaan.

Seperti pernah saya ceritakan, mengemudi di atas es itu sangat sulit dan berbahaya. Saya pernah cerita ketika harus berhenti di perempatan, walau roda sudah berhenti berputar, kendaraan tetap meluncur karena licin dan baru berhenti ketika sudah di tengah-tengah perempatan. Bahaya! Bayangkan jika kendaraan lain tidak memperhatikan dan mulai bergerak karena sudah mendapat lampu hijau sementara kendaraan saya tidak dapat berhenti, maka akan ada kecelakaan. Untungnya semua orang sudah terbiasa mengemudi di jalan ber-es, maka mereka biasa menunggu hingga kendaraan lain benar-benar berhenti lalu begitu aman, mereka mulai bergerak. Itu yang waktu itu terjadi sehingga tidak terjadi kecelakaan. Saya melambai mengucapkan terima kasih sementara mereka nyengir, tersenyum bahkan ada yang mentertawakan saya! Ya mending ditertawakan daripada saya remuk ditabrak, bukan?

Nah bagaimana ceritanya sehinga garam dapat mencairkan es? Menurut yang saya baca ketika mencari tahu, di semua lapisan es di jalan pada kenyataannya mengandung banyak air (water puddle), dan ketika diberi garam, air tersebut bereaksi melarutkan garam menjadi cairan bergaram, nah kemudian terjadi reaksi berantai yaitu cairan bergaram bereaksi dengan es dan menjadi cair. Katanya garam dapat menurunkan titik beku, jadi jika garam ditambahkan pada es maka titik bekunya turun tapi reaksi ini terbatas hanya hingga nol derajat Fahrenheit, lebih dingin dari itu garam tidak mampu melakukan apa-apa. Titik beku itu di 32 derajat Fahrenheit. Jadi sekarang saya mengerti mengapa ketika membuat es putar, potongan es batu diberi garam, tujuannya agar semakin dingin, es yang terkena garam menjadi lebih dingin lagi, titik bekunya bukan 0 Celcius (32F) tapi lebih rendah lagi jadi minus. Nah semakin dingin proses membuat es putar menjadi semakin cepat bukan?

Pemandangan jalan yang banyak bertaburan garam menjadi sangat normal di musim dingin, sesudah ditaburi garam es yang tadinya keras kemudian menjadi slushy, seperti es serut lalu mencair, lalu bercampur dengan debu dan sebagainya sehingga menjadi seperti lumpur es dan akhirnya menjadi air dan menghilang. Yang repot adalah jika salju keburu digiling kendaraan sebelum petugas kota membersihkan dengan truk penyerok besar yang keliling di seluruh jalan raya sambil menaburkan garam, jika terlambat dibersihkan salju menjadi semakin padat, dan ditambah suhu dibawah titik beku, maka menjadi sulit dibersihkan. Petugas kota lalu harus mengeluarkan kendaraan spesial yang mirip buldozer untuk memecahkan dan mengerok es. Ini pemandangan yang sangat lazim di pagi hari sebelum kesibukan kota dimulai. Biasa sebelum matahari terbit para petugas sudah berjibaku dibawah suhu rendah bekerja keras demi membersihkan jalan.

Proses de-icing, ini juga sangat penting untuk pesawat terbang. Bertahun-tahun yang lalu saya pernah terjebak di dalam pesawat di New Jersey karena badai salju yang sangat dasyat! Saya dan Nina sedang Transit menuju kota lain dan pesawat harus melalui proses de-icing dulu sebelum melanjutkan perjalanan. Kenapa begitu? Bayangkan jika semua engsel-engsel sayap pesawat membeku, macet dan tidak dapat bergerak ketika take off atau landing karena beku, ini fatal sekali. Jadi pesawat kami bersama ratusan pesawat lain antri untuk "dimandikan" disemprot air garam! Es yang membungkus pesawat kami mencair dan sesudah melalui berbagai test dan uji coba semua sayap pesawat, roda pesawat aman dari es, kami berangkat lagi. Seingat saya kami terjebak selama beberapa jam di landasan. Untungnya pesawat hampir kosong, jadi saya bisa tidur-tiduran dengan benar-benar berbaring menggunakan 3 kursi sekaligus! Padahal dari New Jersey ke kota tujuan saya hanya butuh sekitar 1 jam saja!

Jadi garam memang tidak dapat dianggap remeh perannya di musim dingin. Dengan es mencair sesudah digarami, kemungkinan orang tergelincir ketika berjalan kaki juga berkurang, kecelakaan kendaraan di jalan raya juga berkurang drastis, seperti saya katakan di atas hingga 93%! Ya, garam menyelamatkan banyak orang!***