Tulisan ini ingin saya sajikan sebagai tanda bahwa 1 tahun sudah saya lewati dalam mempertahankan komitmen untuk menulis setiap hari. Sampai saat ini saya malah belum punya ide ingin mengungkapkan apa, yang jelas saya ingin menulis sesuatu yang spesial.
Kebetulan Kak Andy menulis di forum diskusi di Ririungan, meminta pendapat atas sebuah pertanyaan tentang manfaat menulis narasi kehidupan yang dikaitkan dengan pendidikan holistik di Semipalar. Nah ini sebuah pertanyaan yang menarik sekali. Kalau membaca semua esai-esai yang dibagikan di Atomic Essay Smipa, pasti semua setuju bahwa topik yang diangkat dari hampir 3500 esai yang ditulis itu sangat beragam, dan saya tidak ragu-ragu mengatakan bahwa segala segi kehidupan, sisi-sisi pengalaman para penulisnya dicurahkan di sana. Sementara itu pendidikan holistik pada dasarnya adalah bentuk pendidikan yang mengintegrasikan semua aspek kehidupan dengan segala macam disiplin ilmu, pengetahuan, format pembelajaran termasuk interasi dengan berbagai komunitas. Pendidikan holistik jika dijalankan dengan baik akan mampu membentuk sebuah pribadi yang utuh, "whole", yang mencakup seluruh aspek kehidupan yang membentuk karakter manusia. Nah dari situ saja sudah dapat mengkaitkan pendidikan holistik dengan menulis narasi kehidupan. Saya akan berusaha mengungkapkannya dengan lebih detail, mengapa menulis itu sangat bermanfaat ketika dikaitkan dengan pendidikan holistik.
Istilah yang digunakan Kak Andy adalah Narasi Kehidupan. Kita berbicara soal hidup. Dua kata itu memiliki implikasi yang sangat dalam, karena kehidupan adalah segala sesuatu yang tumbuh yang pada saatnya akan mati. Kehidupan memiliki keterkaitan dengan segala sesuatu yang mencakup kesuksesan, kegagalan, kesedihan, kebahagiaan, rasa sakit, rasa senang, rasa takut, kecewa, dan sebagainya. Hidup itu indah, tapi juga penuh tantangan, tidak setiap saat penuh warna seperti bunga-bunga yang indah dan harum, tapi hidup juga kadang harus berhadapan dengan kegelapan dan penderitaan yang mencekam. Singkatnya siapapun yang hidup akan mengalami berbagai situasi; menghadapi tantangan, menikmati keberhasilan, mengalami kesedihan, ketakutan maupun kebahagiaan. Kepenuhan hidup artinya mengalami semuanya itu. Narasi kehidupan artinya menghadirkan segala aspek kehidupan dalam tulisan.
Lalu apa yang diperoleh dari menulis? Pertama, setiap orang memiliki cerita! Setiap orang bagaikan buku yang penuh dengan narasi dari seluruh pengalaman kehidupan yang pernah dialami, setiap orang punya mimpi, punya pemikiran, punya pendapat. Menulis itu semua sedikitnya akan mampu melalui berbagai kondisi yang berkaitan dengan perasaan dan tetap menjaga kondisi psikologis yang lebih baik. karena menulis kekhawatiran, kesedihan, ketakutan dan berbagai persitiwa yang tidak nyaman dapat mengurangi dampaknya.
Kedua, menulis dapat meningkatkan keunikan pribadi masing-masing sebab tidak ada orang lain yang dapat menulis dengan cara yang sama walaupun misalnya mengalami hal serupa. Setiap orang unik, tidak ada yang sama, persepsi setiap orang akan peristiwa dan pengalaman yang dihadapi pun tidak ada yang sama.
Ketiga, penelitian telah membuktikan bahwa seseorang yang selalu merefleksikan hal-hal yang baik maupun buruk yang telah dia alami secara teratur akan menjadikannya lebih positif dan memiliki motivasi yang jauh lebih baik dalam menghadapi situasi saat ini maupun di masa depan.
Keempat membaca tulisan orang lain sangat baik sebagai sumber inspirasi, informasi, pemikiran dan lain sebagainya dan sebaliknya mereka yang menulis membutuhkan disiplin ilmu dan pengetahuan tertentu juga untuk dapat menulis sesuatu yang menarik membutuhkan ketrampilan. Dengan melatih menulis setiap hari, seseorang akan menjadi lebih mudah fokus, trampil dalam memilih dan menyusun kata-kata serta kemampuan lainnya.
Akhirnya, tidak ada yang lebih baik dalam membantu mengenal diri sendiri daripada berusaha memaparkannya dengan kata-kata. Ketika kita "dipaksa" untuk menulis setiap hari, kita secara otomatis menjadi lebih sadar akan pikiran kita, peka terhadap perasaan, dan perlu diketahui bahwa self awareness adalah ketrampilan yang paling penting dalam upaya menjalani kehidupan yang berhasil. Dengan melakukan reflesi setiap hari, kita akan lebih mengerti tentang kehidupan kita sendiri dan membantu melihat perkembangan dan pertumbuhan diri!
Dari beberapa contoh yang saya ungkapkan di atas, apalagi yang kurang holistik? Menulis menjadi wahana untuk belajar, wahana uintuk pengenalan karakter pribadi, berlatih untuk lebih memahami hidup, berlatih menjadi lebih peka dalam menterjemahkan fenomena dan situasi yang terjadi di sekeliling kita. Pendeknya, dengan menarasikan kehidupan, secara tidak langsung kita belajar menjadi manusia yang memahami kehidupannya. Nah menulis menjadi bentuk belajar secara holistik!
Foto credit: Vectorstock.com
Mantap benerr.. 😃 Liat pak Jo maju hari demi hari sesuatu banget pak, seperti mengatakan, "yuk, bisa yuk.. "
Hahaha.. makasih Kak!
Selamat Joe untuk esai yang ke 365 dan satu tahun perjalanan menulisnya. Melihat ke belakang, ini spesial banget ya. Terima kasih sudah terus berbagi dan jadi bagian dari AES. Terima kasih juga atas responnya untuk diskusi tentang Literasi Kehidupan. Semoga semakin banyak yang bersedia ikut dalam proses ini. Salam. 😊🙏🏼
Terima kasih kak Andy
Selamat atas pencapaian besar ini, Pak Joe. Semoga terus berlanjut untuk setahun ke depan, dan setahun setelahnya, dan seterusnya.