AES 79 Lucky
joefelus
Monday August 9 2021, 12:00 AM
AES 79 Lucky

Dalam perjalanan pulang dari Golden di Highway 6 menjelang I25 (Interstate 25) menuju Fort Collins hari sabtu kemarin kami bertiga sempat berbincang seru soal rencana pendidikan Kano beberapa tahun mendatang.

Seminggu sebelumnya memang kami sempat ke Air Force Academy. Sejak middle school Kano memang tertarik untuk mencoba ke sana walau prosesnya sangat panjang. Buat kami orang tua yang hanya memiliki resource terbatas, untuk sekolah di sini memang boleh di bilang tidak mugkin jika tidak mendapat bea siswa. USAFA (United States Air Force Academy) memang menyediakan bea siswa tapi sistem recruitment-nya sangat berbelit misalnya harus mendapat referensi dari anggota kongres dimana calon kadet tinggal. Untuk mendapat rekomendasi memang harus dapat memperlihatkan kualitas seorang calon yang mumpuni, calon pemimpin yang handal dan sebagainya. Untuk persyaratan minimum, Kano bisa saja sih karena dia memang warga negara Amerika. Ini bisa menjadi pilihan tapi dengan tingkat kemungkinan yang sangat rendah mengingat dia belum melakukan community service, tidak mau ikutan kegiatan leadership, dan sebagainya.

Ada beberapa opsi lain misalnya masuk universitas di sini. Seandainya saya tetap bekerja di sini, maka keluarga bisa kuliah dengan potongan biaya 50%. Nah ini masih memungkinkan tapi kalau saya pulang kampung ya babak belur. Opsi lainnya misalnya masuk ke community college, ini semacam universitas yang mendapat pembiayaan dari komunitas setempat, jadi biaya akan jauh lebih murah, bahkan lebih murah dari 50% biaya di universitas tempat saya bekerja.

Yah, waktu memang bergerak begitu cepat, saya yang dulu setengah mati berusaha memasukkan Kano ke Smipa sekarang mulai berpikir bagaimana memasukkan si gondrong ini ke universitas. Mau bilang "Kemana saja waktu selama ini" kok takut merasa selama ini kurang mindful dalam menjalani hidup hahaha... Ya begitulah. Apalagi sekarang Kano juga masih bingung mau ambil path yang mana. Beda dengan di Indonesia, di sini mahasiswa tidak harus langsung memilih jurusan. Yang penting masuk dulu lalu sambil kuliah para mahasiswa bisa mulai menjajagi dan memilih major serta minor-nya. Di Indonesia sejak SMA anak-anak sudah harus berpikir mau kuliah ke mana, Ekonomi, Sosial, Arsitek, Sipil, dan lain-lain! Kasian juga ya? tapi saya juga dulu begitu! Pertama masalah biaya! Saya dari keluarga miskin, jangankan mikir mau ambil jurusan kuliah apa, untuk mikir kuliah saja seperti mau pergi ke bulan, tidak mungkin! Tapi Tuhan sepertinya punya rencana yang sangat sempurna. Saya dibuat tertarik untuk kuliah filsafat menjadi seorang romo, lalu dari sana saya baru melihat banyak pintu kesempatan lain yang bisa saya pilih. Saya sangat beruntung bisa kuliah dengan keringat sendiri tanpa bantuan satu rupiahpun dari orang tua! Ya, mahasiswa melarat, miskin semiskin-miskinnya, tapi toh akhirnya berhasil dan dapat membuat orang tua bangga!

Sambil mengemudi di Highway dan ngobrol bertiga, saya nyeletuk,"Don't worry, Kano. If everything goes well, you will find your way and go to college of your dream. Somehow I am feeling lucky!" Kano tertawa dan nyeletuk,"You always say that." Terus saya bilang sambil tertawa," Loh memang begitu kok, selama ini saya selalu beruntung"

Well, saya tidak tahu apakah benar saya selalu beruntung. Tapi saya selalu percaya bahwa energi positif itu selalu menjadi magnet terhadap hal-hal positif sekeliling kita. Apalagi tinggal di rantau, kita harus selalu berpikir positif dan memandang segala sesuatu dari segi positifnya. Kenapa begitu? kita tinggal sendirian, memang sesudah sekian lama akhirnya akan punya banyak teman, tetapi sekali lagi kita dituntut agar bisa mandiri dan selalu berusaha, proaktif dan jangan cuma menunggu. Mendapat durian runtuh itu juga butuh usaha, kalau kita terus-terusan diam di dalam kamar, ada durian runtuh nanti orang lain yang akan menikmati. Untuk mendapat durian runtuh, kita harus jalan mendekati pohon durian. Nah baru nanti ada kemungkinan dapat durian runtuh. Proaktif, datangi, kejar, bertanya dan sebagainya, itu kata kuncinya, lalu segala keberuntungan akan menunggu kita. Keberuntungan selalu ada, tapi untuk menikmati itu kita harus berinisiatif mengambil langkah pertama, yaitu kata-kata tadi: proaktif, datangi, kejar, tanya, dan sebagainya***

Andy Sutioso
@kak-andy   5 years ago
Nice post Jo... alam semesta ini enerji kok isinya. Hal2 yg positif akan berresonansi dengan hal positif juga... 🙏
You May Also Like