Sahabat baik saya mengadakan syukuran dalam rangka naik jabatan. Jabatan ini dia perjuangkan dengan sangat luar biasa, karena ini adalah jabatan tertinggi di unit tempat dia bekerja. Karena perjuangan berhasil, dia mengadakan syukuran. Yang diundang hanya ada 3 orang Indonesia dan sisanya anak buah di unit dia bekerja, rata-rata bule, orang Mexico dan orang Jepang.
Sebagai orang Indonesia yang sangat mencintai tanah air, walau sudah berganti kewarganegaraan, tentunya sajian yang dipersiapkan adalah makanan khas Indonesia. Nasi tumpeng! Karena report urusan transportasi, secara cateringnya berada jauh di luar kota, maka tidak dibuat tumpeng tapi nasi kuning lengkap yang disajikan secara terpisah di beberapa nampan. Nasi kuning, kering ketang dan kacang, mie goreng, sate ayam, urap, ayam kalasan dengan sambal terasi (khusus sambal diminta tidak terlalu pedas, karena mayoriotas bule), telur balado dan kerupuk. Untuk pencuci mulut disajikan Lemper, Tahu isi, dadar gulung, sosis solo, kue ku (Cikak), kue lumpur dan saya membantu membuat es campur yang berisi kelapa muda, cincau hitam, kolang-kaling, nangka, dan alpukat.
Tamu-tamu tiba di rumah sahabat saya ini sekitar pukul 1:00 siang. Jumlah undangan ada sekitar 25 orang, saya tidak tahu persisnya berapa orang, tapi hampir semuanya saya kenal karena rata-rata rekan kerja, kecuali pasangan-pasangan mereka yang ikut serta. Yang menarik perhatian saya adalah hampir setiap orang yang belum pernah mencoba makanan Indonesia, menanyakan hal yang sama. What is this?
"Oh that is yellow coconut rice, basically jasmine rice cooked with turmeric and coconut milk." Jawa saya.
"How about this. What is this?" Tanya teman saya yang orang Jepang satu-satunya, namanya Tamao.
"That one is some kind of salad. It has steamed cabbage, carrots, bean sprout, and kale mixed with spiced shredded coconut." Jawab saya sambil menunjukkan urap yang dia tanyakan.
Ya butuh waktu beberapa saat untuk menjelaskan makanan yang kami sajikan satu-persatu. Yang sulit saya jelaskan justru sosis solo hahaha, Untungnya saya pernah membuat sosis solo, sehingga daripada mencoba menjelaskan namanya, saya menjelaskan cara membuatnya, "It is homemade crepe, filled with ground chicken then rolled, dipped it in lightly beaten egg and deep fried"
Bagaimana dengan kue cikak atau kue Ku? Nah disini saya merasa beruntung bahwa saya gemar masak. Walau belum pernah membuat kue cikak tapi saya bisa membayangkan membuat kulit kue ini dari tepung ketan lalu diisi dengan kacang hijau yang sudah ditumbuk dan diberi gula, lalu dicetak dan dikukus. Mudah lah menjelaskannya. Demikian juga dengan kue lemper, es campur dan tahu isi, saya bisa menjelaskan dengan mudah sebab sebetulnya saya juga tahu bagaimana cara membuatnya!
Yang kemudian saya sadari sesudah semua mulai mencoba, mencicipi makanan-makanan yang disajikan di acara syukuran itu adalah disamping memperkenalkan makanan khas tanah air, tapi juga berusaha menjalankan semacam fooducate ahahaha. Ya karena saya juga merasa beruntung mengetahui allergen, traits ditambah saya paham dengan cara memasak semua makanan yang disajikan, maka saya bisa memberitahu teman-teman saya yang alergi terhadap kelapa, atau mereka yang vegetarian atau vegan agar mereka bisa menghindari makanan-makanan yang tidak seharusnya mereka santap. Ciri khas orang Indonesia, sesudah pesta makanan yang tersisa dibagi-bagikan. Kontainer makanan mulai dikeluarkan dan semua orang pulang dengan bahagia membawa makanan yang sangat berlimpah. Orang Indonesia di rangau sangat terkenal royal dan hospitable, jarang ada orang yang menolakjika diundang ke pesta karena mereka tahu bahwa mereka akan kami jamu dengan baik hahaha... Ya begitulah pernak-pernik kehidupan di rantau!
Baru dengar istilah fooducate pak.. bener juga perlu ya.. 😀