Sabtu pagi. Lapangan di dekat apartemen masih sangat sepi. Anak-anak mungkin kebanyakan masih tidur atau diam di dalam rumah karena hari sudah mulai panas. Walau masih pukul 10 pagi, suhu sudah di atas 33*C. Tipikal musim panas. Lebih nyaman di dalam rumah, apalagi kalau ber-AC. Saya ke lapangan karena harus mengechek surat, sudah seminggu saya tidak ke kotak surat, pasti sudah menumpuk. Dan betul saja, ketika saya membuka kotak surat saya, sudah ada belasan amplop di sana, kebanyakan penawaran kartu-kredit, penawaran pinjaman, brosur iklan dan sebagainya. Kebanyakan langsung saya sobek-sobek dan saya masukkan tempat sampah daur ulang. Bayangkan berapa juta ton sampah kertas hanya karena hal-hal semacam ini. Saya benci dengan tawaran-tawaran semacam ini, setiap hari selalu ada telepon yang menggunakan robot, scams, SMS atau iklan-iklan yang nongol ketika membaca email, membuka media sosial dan sebagainya. Ya begitulah!
Well, sebelum melantur, sebaiknya saya kembali ke rencana saya menulis.
Tadi pagi sekali di kedai kopi, sambil menikmati sarapan dan secangkir kopi, saya melihat sebuah klip, entah di mana, serombongan orang-orang melakukan permainan. Ada sebatang balok bundar besar menjulur bebebrapa meter di atas air. Di ujung balok itu ada sebuah bendera merah, tapi sebelum bisa sampai ke ujung setiap orang yang berusaha meraih bendera itu harus melewati bagian balok yang penuh dilumuri pelumas yang jaraknya cukup panjang. Satu demi satu orang-orang tersebut mencoba, ada yang belum tiba di bagian yang diberi pelumas sudah jatuh, tapi kebanyakan jatuh karena menginjak pelumas yang licin dan ada seseorang yang hampir mencapai ujung dan hanya beberapa centimeter lagi saja untuk meraih bendera, lalu terjatuh ke air.
Semua orang tertawa-tawa, dan kembali mencoba, terus menerus begitu dengan riang gembira, bersorak sorai, tidak hanya yang bermain tapi juga mereka yang menonton. Ini menjadi sesuatu yang sangat menarik dan menyenangkan. Tidak ada yang menyerah atau berhenti. Mereka yang gagal dan terjatuh basah kuyup kembali naik dan mencoba lagi dengan tertawa-tawa. Tidak ada sumpah serapah, tidak ada tangisan, tidak ada kemarahan. Semua kegagalan menjadi sesuatu yang tampak menyenangkan, menjadi sesuatu yang membuat gelak tawa. Kegagalan bukan halangan untuk berheti, tapi menjadi sebuah tantangan yang menyenangkan untuk mencoba lagi.
Hidup tidak seperti itu! Tantangan selalu ada, kita jatuh tergelincir berkali-kali bahkan ketika baru saja memulai, tergelincir ketika menjelang garis akhir, kegagalan demi kegagalan kita alami. Sama seperti kita sedang meniti balok untuk meraih bendera kemenangan. Tapi apakah ketika kita gagal tetap tertawa-tawa lalu mencoba lagi? Apakah yang menonton tertawa-tawa ketika kita gagal karena merasa lucu dan menghibur? Apakah rekan-rekan kita terus menyemangati dengan riang gembira ketika kita gagal, lalu bersorak-sorai tertawa-tawa ketika kita gagal? Gambaran hidup tidak seperti permainan! Sangat disayangkan sebetulnya. Alangkah lebih menarik dan menyenangkannya hidup kita ini jika kita dapat melihatnya sebagai sebuah permainan yang selalu membuat kita riang gembira. Bukan begitu?
Kita begitu fed up dengan berbagai kegagalan, lalu beradaptasi, menyesuaikan diri, menangis, memaki-maki, mencoba lagi, menangis lagi, mencoba cara lain, memutar, mencari jalan lain, tersesat, lalu lupa dengan passion, rencana dan tujuan yang semula dicanangkan. Terdengar menyedihkan dan jauh lebih depressing daripada melewati berbagai kegagalan berulang-ulang dalam permainan.
Barusan saya menonton kembali film beberapa tahun lalu, La La Land karena iseng. Film ini mengingatkan saya pada permainan yang saya tonton bebebrapa jam sebelumnya. Karakter-karakter yang berjuang meraih bendera merah, terjatuh berkali-kali dalam kegagalan, dengan tagisan dan konflik yang menyertai mereka dalam perjuangan meraih tujuan yang sesuai dengan passion mereka. Mereka akhirnya tiba sampai di tujuan sesudah melalui berbagai jalan memutar, sempat lupa pada passion dan mimpi. Hidup tidak sama seperti permainan, tapi mempunyai cerita yang jauh lebih dalam. Saya kutip syair lagu yang dinyanyikan Mia pada saat audisi, sepertinya bisa sedikit menggambarkan perjuangan mencapai mimpi; yang saya harus selalu ingat adalah kalimat terakhir, She said she'd do it again!
She told me:
"A bit of madness is key
To give us new colors to see
Who knows where it will lead us?
And that's why they need us"
So bring on the rebels
The ripples from pebbles
The painters, and poets, and plays
And here's to the fools who dream
Crazy as they may seem
Here's to the hearts that break
Here's to the mess we make
I trace it all back to then
Her, and the snow, and the Seine
Smiling through it
She said she'd do it again
Foto Credit: La La Land (Netflix.com)