AES 429 10,544
joefelus
Tuesday July 26 2022, 10:19 AM
AES 429 10,544

Foot

Hari masih pagi ketika saya mengantar Nina yang harus bertugas pukul 6:30. Pemandangan terlihat sangat biasa di hari minggu, yaitu jalanan sangat sepi, apalagi masih pagi. Hanya kurang dari 5 menit sudah tiba di tempat Nina bertugas, lalu saya pergi membeli kopi.

Mungkin karena masih pagi juga sehingga barista salah menerima pesanan saya. Yang seharusnya 2 gelas ukuran paling besar, hanya satu yang dibuat dengan ukuran yang saya pesan, sedangkan satunya lagi ukuran lebih kecil. Dengan ramah saya katakan bahwa saya inginnya 2 gelas yang besar. Mungkin karena saya mengatakannya dengan ramah, saya malah dibuatkan 1 lagi ukuran besar, sehingga saya keluar dari kedai kopi membawa 3 gelas, dapat 1 gelas gratis! Namanya anak sholeh! hahaha.

Saya kembali ke kantor Nina dan mengantarkan kopi lalu langsung pulang untuk berganti pakaian. Saya pikir karena masih pagi dan udara masih segar dan sejuk belum terlalu panas, cocok sekali untuk berolahraga. Kalau menunggu lebih siang lagi akan amat sangat panas. Saya berganti pakaian, menyiapkan semua kebutuhan dan mulai berlari menjelajahi jalanan yang amat sangat sepi.

Hampir tidak ada aktifitas yang saya lihat di jalan. Rumah-rumah yang saya lewati masih sangat sepi. Mobil-mobil yang terparkir di tepi jalan atau di depan rumah masih penuh dengan embun. Melewati lapangan golf juga sepi, tidak ada yang bermain di sana. Baru ketika mendekati taman, saya mulai melihat beberapa orang berlari seperti saya, atau mereka yang berjalan kaki membawa anjing yang lucu-lucu. Taman juga terlihat sangat sepi, tempat parkir terlihat kosong karena hanya beberapa mobil yang parkir di sana. Selebihnya hanya air danau yag tenang dan rerumputan yang hijau dan bersih.

Terakhir saya berlari di awal bulan, sesudah itu cuaca terlalu panas atau saya punya kesibukan. Baru kali ini saya sempat lagi dan cuaca juga mengijinkan, jadi saya memutuskan untuk memanfaatkan kesempatan yang sangat baik ini dengan menambah jarak.

Berlari di jalan itu jauh lebih menyenangkan daripada berlari di atas treadmills. Saya pernah bercerita tentang itu. Di treadmills baru beberapa menit langsung tubuh dengan memelas minta berhenti dan sulit mengalihkan pikiran karena tidak banyak yang dapat dilihat. Nah kalau di jalan, saya dengan mudah mengalihkan pikiran-pikiran negatif yang meminta saya berhenti berlari. Pepohonan mulai banyak buahnya, Beberapa pohon apel malah sudah banyak menjatuhkan buah-buahnya ke tanah walau masih kecil-kecil, tidak lebih besar dari bola bekel. Ada beberapa malah sudah memunculkan warna merah. Seekor tupai malah mencuri buah itu dari pohonnya lalu dibawa lari dan bersembunyi di sudut sambil makan.

Di kantor saya dan 2 orang rekan kerja malah "mengadopsi" beberapa ekor tupai. Setiap hari kami keluar ke halaman berumput dan membagikan kacang. Satu diantara tupai-tupai itu satu kaki belakangnya cidera. Kami beri nama dia Foot, tapi dia sepertinya paling ditakuti teman-teman tupai lainnya, jadi dia bisa makan kacang yang selalu kami beri lebih banyak dari yang lain. Seekor lagi saya beri nama Janet. Janet ekornya agak tipis dibanding dengan yang lain. Kenapa saya beri nama Janet, karena hari itu saya agak jengkel terhadap salah satu executive pastry chef yang bernama Janet yang tidak henti-hentinya menelepon, jadi saya pilih tupai yang ekornya paling jelek dan saya beri nama seperti chef itu hahahaha..

Rute yang saya pilih untuk berlari sebetulnya jaraknya hanya sekitar 3 miles (4,8km). Karena rencana semula saya adalah berlatih untuk ikut marathon bulan September nanti, saya menambah jarak tempuh semakin lama semakin mendekati 10km. Jarak terakhir yang sudah saya tempuh adalah 5 miles (8km). Karena hari ini cuaca sangat baik, saya memutuskan untuk mencoba mencapai 10km. Toh hanya 2km lagi pikir saya. Yang biasa sekitar 1 jam saya sudah kembali ke rumah, kali ini rute saya tambah semakin jauh memutar memasuki lapangan kampus.


Walau acara Marathon bulan September sudah dibatalkan, saya tidak mau begitu saja berhenti berlatih. Berlari itu menyenangkan selama ada musik yang enak, ada lamunan yang seru atau ada banyak hal yang saya lihat. Dari bunga-bunga, orang-orang yang bermain dengan anjing, orang-orang yang sedang memancing di danau, dan banyak lagi. 1 jam tidak terasa jika pikiran saya disibukkan dengan banyak hal. Nah itu bedanya dengan berlari di dalam ruangan, tidak banyak yang dilihat, akhirnya berhenti berlari. Di jalanan kadang jarak dan waktu terlupakan karena banyak hal yang menarik perhatian.

Beberapa blok menjelang kompleks apartemen, aplikasi yang saya gunakan baru menyebutkan 5 miles. Saya masih butuh 1.3 miles lagi untuk mencapai 6,25 miles (10km) Jadi saya belok mengambil jalan memutar. Tubuh saya sudah basah dengan peluh walau napas saya biasa saja karena sudah terbiasa dan detak jantung saya lirik juga tidak tinggi-tinggi sekali, sekitar 135 itu wajar. Di awal ketika mulai berlari biasanya jauh lebih tinggi kadang malah sekitar 180-an, tapi begitu napas mulai teratur dan tubuh sudah terbiasa, detak jantung turun dan stabil dengan sendirinya. Nah kalau sudah begitu "penderitaan" sepertnya sudah tidak terasa lagi dan saya bisa berlari terus tanpa ada penderitaan.

Beberapa saat kemudian aplikasi mengatakan saya sudah berlari sejauh 6 miles, itu artinya sudah 9.6km. Tinggal 400 meter lagi dan jarak tampaknya masih lumayan jauh. Saya terus berlari bahkan sedikit kebih semangat karena tujuan akhir sudah hampir saya capai dan saya begitu senang bahwa target latihan saya akhirnya dapat terwujud. Tiba di rumah sesudah berlari selama 1 jam 32 menit, saya memecahkan rekor seumur hidup, 10,544 kilometer. Marathon boleh saja batal, tapi yang peting saya sudah mencapai target.***

Andy Sutioso
@kak-andy   4 years ago
Wooow. Congrats Joe. Terutama juga karena berhasil mencapai target walaupun event yang dituju dibatalkan. Keren... Keren banget! Mudah2an saya bisa melakukan hal yang serupa... Tetap semangat Joe! 🏼🏼🏼🏼