Kami bertiga duduk di meja besar di belakang rumah. Meja berwana hijau ini memang selalu kami taruh di belakang begitu musim Semi mulai ketika udara mulai tidak terlalu dingin karena kami senang duduk-duduk di situ untuk ngobrol, makan atau juga bekerja. Walau tidak banyak yang bisa dilihat karena hanya ada beberapa pohon dan rumput yang biasanya selalu terpotong rapih, tapi di sini sangat hening terutama di pagi hari ketika anak-anak kebanyakan belum keluar rumah bermain.
Pagi ini kami memang merencanakan untuk brunch bertiga. Saya sudah keluar rumah ke supermarket pagi hari untuk membeli belgian waffle, link sausage, bacon, dan sebagainya. rencananya saya ingin membuat breakfast skillet yang isinya kentang yang dipotong dadu kecil-kecil, bawang bombay, paprika hijau yang juga saya potong dadu, kornet dan taburan keju parut. Kentang yang saya masak hingga agak kecoklatan lalu saya taruh di cast iron skillet, diatasnya saya beri kornet yang sudah saya masak hingga agak kering bersama tumisan paprika dan bawang. Lalu saya panggang sebentar dengn sebelumnya saya taburi keju mexico yang merupakan campuran antara Monterey Jack, cheddar, asadero dan keju untuk quesadilla. Sambil memasak breakfast skillet itu, saya juga membuat telur mata sapi, menggoreng sosis links dan memanggang bacon serta waffle Belgia.
Sebetulnya tujuan kami brunch bereng itu untuk ngobrol mempersiapkan beberapa kegiatan awal bulan Oktober. Yaitu Kano bersama beberapa orang temannya akan pergi ke San Diego untuk menghadiri Twitch Con, konvensi untuk para video streamer dan penggemarnya.
Sambil menikmati brunch kami melakukan obrolan yang sangat produktif seputar persiapan perjalanan, membicarakan tiket pesawat, tiket event yang akan Kano dan teman-temannya hadiri, penginapan dan transportasi selama di sana juga biaya yang kemungkinan harus disiapkan. Seru juga membicarakan persiapan ini. Seperti yang pernah saya ceritakan, Kano memang sudah lama merencanakan perjalanan ini dan saya sudah mengijinkan dengan syarat dia harus membiayai perjalanannya sendiri. Itu yang menjadi motivasi Kano untuk berusaha mencari pekerjaan. Dia begitu giat melamar ke banyak tempat dan akhirnya berhasil. Walau dana yang dia kumpulkan mungkin belum cukup, dan terpaksa orang tuanya 'nombok', tapi Kano berjanji untuk melunasi dari penghasilan yang nanti dia peroleh.
Sesudah pembicaraan tentang berjalanan selesai, kami melanjutkan dengan obrolan tentang college prep. Kano masih harus memikirkan banyak persiapan untuk kuliah. Ini bukan hal yang mudah sebab banyak pertimbangan yang harus Kano pikirkan baik-baik. Ini saat-saat yang sangat krusial karena keputusan yang dia akan ambil tentunya akan mempengaruhi arah hidup yang akan dia jalani. Ini sama sekali tidak mudah dan butuh banyak sekali informasi yang akurat sehingga bisa dijadikan pertimbangan. Obrolan ini juga berjalan dengan lancar.
Duduk makan bertiga memang menjadi momen yang sangat penting karena sekarang kami bertiga sangat sibuk dengan pekerjaan masing-masing. Duduk bertiga menjadi begitu langka dan seringkali hanya bisa dilakukan di akhir pekan ketika kami bertiga beristirahat dan tidak bekerja. Malam hari sebetulnya bisa juga kami duduk makan malam bersama, tapi seringkali semua memiliki kesibukan. Jadi momen-momen duduk bertiga mejadi sangat penting.***