AES 486 Nostalgia
joefelus
Wednesday September 21 2022, 10:55 AM
AES 486 Nostalgia

Berjalan pagi ke tempat kerja bagi saya selalu menyenangkan. Sambil mendengarkan musik dan menikmati sekeliling dapat memberikan perasaan yang luar biasa. Musik-musik yang saya dengarkan seringkali mengembalikan saya pada masa-masa lampau dan terhanyut dalam kenangan masa lalu, dengan nostalgia.

Istilah nostalgia konon mulai digunakan sekitar 300 tahun yang lalu yang pada awalnya berarti kerinduan akan kampung halaman namun kemudian maknanya mulai bergeser dan meluas hingga memiliki konotasi menjadi kerinduan akan pengalaman pribadi di masa lampau.

Menurut para psikolog, nostalgia memiliki fungsi psikologis yang merupakan emosi sosial yang kuat yang menghubungkan kita pada relasi dengan orang lain. Nostalgia bekerja secara luar biasa melalui cara-cara yang menarik  sperti misalnya mengingatkan pada masa-masa awal ketika masih sangat muda atau di masa kecil di mana kita menjalin kedekatan dengan orang-orang yang penting dalam hidup seperti misalnya orang tua, saudara dan teman serta sahabat. Dengan berjalannya waktu relasi kita menjadi semakin luas dan nostalgia menjadi semacam emosi sosial yang sehat.

Nostalgia memotivasi kita untuk terus mengingat masa lalu dalam kehidupan kita yang menyatu dengan jati diri dan mengingatkan pada siapa diri kita serta membandingkannya dengan apa yang kita rasakan dan kita alami saat ini. Hal ini juga memberikan semacam gambaran akan keinginan yang kita harapkan di masa depan.

Terus terang bagi saya nostalgia memberikan perasaan bahagia, bahkan seandainya saya kembali mengingat masa-masa sulit. Otak kita memang memfilter semua persaaan dan entah bagaimana cara bekerjanya, yang pasti semua perasaan sedih, rasa sakit dan susah seolah-olah dihapuskan dari memori. Saya ingat perasaan sedih saat itu, tapi seakan-akan ada jarak dan jurang yang membuat saya sulit untuk merasakan kembali. Berbeda sekali dengan masa-masa yang menyenangkan yang sangat terkenang dalam perjalanan hidup.

Di tahun 2012 ada sebuah penelitian ilmiah yang menyampaikan bahwa mendengarkan musik nostalgia dapat mengakibatkan suhu disekeliling orang tersebut meningkat. Dengan kata lain, nostalgia menghangatkan perasaan dan tubuh. Orang-orang yang terlbiat dalam penelitian itu terbukti mempunyai tolerasi yang tinggi terhadap suhu dingin. Penelitian itu telah membuktikan bahwa nostalgia dapat mempengaruhi suhu. 

Mengingat-ngingat masa lalu juga menurut saya dapat memberikan harapan akan masa depan. Dengan mengamati kembali perjalanan hidup di masa lalu yang telah melalui naik turun dan menghadapi berbagai rintangan, mengingatkan saya bahwa dunia tidak seburuk yang kita pikirkan. Hal tersebut secara tidak langsung telah memberikan semangat dan harapan untuk menghadapi masa depan.

Yang jelas, nostalgia mengingatkan saya bahwa hidup itu begitu berarti, hidup sangat berharga karena kita diingatkan bahwa kita  sudah mampu melewati segala rintangan dan kesulitan hidup sehingga membuat kita jauh lebih kuat, lebih optimis dan tegar.

Nah, berbicara soal nostalgia, menulis esai di Ririungan ini juga mempunyai kegunaan yang sangat mirip. Kadang saya kembali membaca tulisan-tulisan saya bertahun-tahun yang lalu ketika mulai bergabung dengan lingkaran blogger di Smipa. Saya ingat ketika menulis di teras rumah dengan menggunakan HP ketika Kano yang saat itu masih SD sudah tidur. Itu masa-masa seru! saya juga membaca kembali pengalaman-pengalaman yang sudah lalu, relasi saya dengan sahabat-sahabat dan teman-teman yang unik. Itu semua merupakan harta karun yang sulit tergantikan! Terus terang memberikan rasa yang hangat di dada. Walau saya kadang hanya bernostalgia duduk minum kopi susu ABC dan menikmati bala-bala sambil bergurau dengan teman-tean dan suara mendiang Ibu Sum yang sangat keras, itu memberikan perasaan yang nyaman di dada. Saya setuju, nostalgia membuat kita terkoneksi!

Foto: v2vms.com

You May Also Like