
Pekerjaan saya setiap hari tidak pernah jauh dari makanan! Untuk orang yang senang masak dan tukang makan, sepertinya ini pekerjaan yang sangat ideal hahaha.. Untungnya pekerjaan saya itu bukan di dapur, kalau tidak, akan sangat sulit untuk mempertahankan berat badan sebab terus terang mana tahan melihat makanan bertebaran di mana-mana.
Perhentian pertama saya setiap hari adalah di Bakeshop! ini adalah pusat produksi kue-kue, roti, pastry, dan lain-lain. Sesudah itu Central production yang kegiatannya adalah menyiapkan sandwich, parfait, warps, dan lain-lain. Jadi bayangkan saja setiap pagi begitu membuka pintu masuk, saya langsung mencium aroma makanan yang sedang dipanggang! Sambil menulis saat ini saja saya masih bisa membayangkan keharumannya!
Pagi ini sambil ngobrol dengan para managers dan pastry chef, saya melihat salah seorang chef sedang memanggang ratusan cornbread muffins. Saya katakan bahwa cornbread muffins yang mereka produski tiap hari sangat enak dan saya bisa menikmati itu dua bahkan 3 buah setiap harinya. Lalu sang manager menawarkan jika saat itu saya mau mencicipi karena baru keluar dari oven dan masih panas.
Kesempatan itu tidak saya sia-siakan. langsung saja saya terima tawarannya. Sebuah cornbread muffin yang masih panas baru keluar dari oven, rasanya mengawang-awang. Kelembutan tekstur yang manis dan buttery, serta rasa bulir-bulir kecil cornmeal memang mudah dibedakan dengan muffins lainnya. Kalau belum pernah merasakan cornbread muffins, coba bayangkan saja makan cupcake tapi ketika digigit ada bulir-bulir jagung dari tepung kasar cornmeal, rasanya tidak semanis cupcake tentunya. Cornmeal adalah jagung yang dikeringkan lalu digiling kasar. Seringkali dijadikan bahan untuk polenta yang merupakan makanan khas semacam bubur jagung dari daerah Italia utara.
Nah saya biasa makan cornbread muffin bagian bawahnya dahulu, jadi saya kupas dari bungkusnya (seperti cupcake atau muffin) lalu bagian bawahnya yang fluffy dan lembut saya nikmati dahulu, sesudah itu bagian terenaknya adalah bagian top nya. Kenapa bagian atasnya yang paling enak? karena bagian atasnya krispi!
Cornbread ada beberapa variasi. Ada yang manis ada yang savory. yang savory biasanya dinikmati dengan mentega dan madu atau hidangan utama yang agak manis seperti misalnya barbeque. Jadi cornbread yang masih panas diberi mentega (butter) hingga menteganya meleleh lalu dikucuri madu. Yang saya gemari adalah yang manis seperti yang biasa dibuat di tempat kerja. Wah seriusan, jika menikmati cornbread ini begitu keluar dari oven, saya jadi emosional! Bukan karena mengharukan hahaha, tapi karena enaknya bukan main! Ada semacam cornbread yang lain, tapi ini digoreng namanya hushpuppies, nah yang ini saya sering membuat di rumah karena si gondrong Kano sangat menggemarinya, terutama jika saya campur dengan keju dan jalapeno! Itu yang Kano sukai. Dia pertama kali mencoba ini di salah satu restoran cajun, dan sejak saat itu dia sering meminta saya membuatnya. Mudah sekali membuatnya, cornmeal dicampur dengan tepung biasa, buttermilk, gula, baking soda, baking powder, parutan keju dan cabe jalapeno yang saya cincang kasar. Sesudah adonan saya diamkan sebentar lalu tinggal dibentuk bulat-bulat (bisa dengan es krim scooper kecil) lalu digoreng. Selesai!
Berbeda dengan hushpuppies, cornbread bisanya dipanggang, juga muffins. Sayang saya tidak boleh membagikan resep dari tempat kerja, jadi saya coba carikan resep yang mendekati dari Allrecipes. Karena Klab masak sedang mati suri, saya bagikan saja di sini hahaha.. sekali-kali ga papa khan? nah selamat mencoba, cuma 30 menit kok prosesnya, supaya lebih harum dan gurih, canola oil bisa dicampur dengan melted butter!
