AES 520 First Cousin Twice removed (Rantau 5)
joefelus
Tuesday October 25 2022, 2:24 AM
AES 520  First Cousin Twice removed (Rantau 5)

Membiasakan diri dengan kehidupan di negara orang itu penuh dengan keseruan. Lihat saja judul yang saya pakai untuk esai kali ini. Saya yakin untuk sebagian orang (termasuk saya) membingungkan. Kok ada istilah removed, itu maksudnya apa? Nanti saya usahakan jelaskan walau saya tidak berharap ada yang mengerti, termasuk saya masih bingung hahahaha..

Yang mudah dulu. Masalah uang! Hahahaha... Pertama kali saya hidup di rantau saya begitu "hitungan". Membeli nasi bungkus saya langsung menghitung konversinya dalam Rupiah lalu "ngedumel", "kok mahal ya?" Bayangkan saja, karena saya masih belia dan baru memulai karir, saya belum punya banyak. Itu saja saya sudah termasuk "gaya" karena punya HP 2 unit. Jaman itu masih tebal dan baterai nya saja untuk ngelempar maling saya jamin mati atau kepalanya bocor karena entah beratnya berapa ratus gram hahaha. Jaman itu juga masih menggunakan Pager. Saya tidak yakin generasi sekarang ada yang kenal dengan istilah pager hahaha.. Oh ya juga internet masih terbatas. Email hanya dimiliki sebagian kecil golongan masyarakat. Saya termasuknya yang mengikuti perkembangan teknologi, bukan apa-apa berkomunikasi dengan email jauh sangat lebih murah dibandingkan dengan telepon sambungan internasional. Istri saya sudah duluan di rantau, saya menyusul, jadi beberapa bulan saya harus menghabiskan banyak uang untuk telepon-teleponan. Eniwei, kembali ke uang. Saat itu belum krisis moneter, tapi gejala sudah mulai tampak. Harga dollar yang di bawah 2000 rupiah tiba-tiba langsung menanjak. Saya masih bisa menukar sebelum berangkat ke rantau sekitar 3500 rupiah per Dollarnya. Teman-teman menganjurkan untuk menunda keberangkatan, tunggu sampai Dollar turun tapi saya ngotot! 2 unit telepon genggam dan sepeda motor saya jual. Cukup untuk membeli tiket pesawat one way ke Amerika dan masih bersisa $150. Itu harta saya pada saat itu hahahaa... Nah sekarang mengerti bukan jika saya makan siang nasi bungkus seharga $6 langsung ngedumel mahal? 6 x 3500 itu sama dengan 21 ribu rupiah! Sementara nasi goreng di pinggir jalan di Bandung dengan ekstra telur saat itu hanya 1200 rupiah! Saya tentu saja nangis.

Saya bersyukur bahwa saya ngotot berangkat karena hampir 2 bulan kemudian ada krisis moneter, harga dollar sebelum saya berangkat masih 3500 rupiah, akhir tahun itu melonjak drastis menjadi 15000!!! Bayangkan dengan harta saya seadanya yaitu seharga tiket one way ke Amerika plus $150, maka jika saya menunda, harta saya tidak akan cukup untuk ke Amerika!!!!

Pekerjaan pertama saya di rantau yaitu di restoran membuat roti lapis. Melayani pembeli tentu saja harus juga mengerti soal uang. A penny, nickle, dime, quarter, a buck menjadi istilah-istilah baru yang saya pelajari karena istilah itu tidak pernah saya pelajari di sekolah. Di sekolah hanya diajarkan Dollar dan cents. Lalu apa itu a penny? a nickle, dime dan quarter? Itu yang digunakan di masyarakat. Yang saya pelajari di sekolah a dollar and twenty five cents sementara di tempat kerja, di masyarakat, orang-orang bilangnya a buck and a quarter! Ya bengong lah saya pertama kali di rantau.

"How much is a plate lunch with orange chicken and 2 sides vegetables?" tanya saya.

"Five bucks and three quarters!" jawab penjual.

Nah lo! Saya noleh minta bantuan istri saya yang sudah lebih lama di rantau. Untung istri saya tahu pandangan oon saya lalu berbisik "Lima dollar 75 sen!" Saya hanya menjawab dengan mulut bulat,"Ooooo!"

Itu masalah penyesuaian dengan uang yang tidak berlarut-larut karena hanya masalah istilah dan saya bisa sedikit ilmu berhitung karena sudah lulus SD, SMP, SMA dan universitas hahahaa. Tapi bagaimana dengan judul esai ini? Di Indonesia hanya ada saudara sepupu atau saudara misan dan sepupu jauh. Jauhnya seberapa tidak masalah pokoknya jauh.. artinya sepupu adalah anak dari paman atau bibi, tapi jika anak dari sepupu ayah atau ibu saya adalah sepupu jauh. Begitu bukan? Mudah-mudahan saya tidak salah hahaha.. Nah di sini berbeda, semua punya nama. Jika anak paman atau bibi, itu disebut cousin. Tapi jika anak dari sepupu ayah atau ibu saya, jadi kami mempunyai kakek buyut atau nenek buyut yang sama (ayah atau ibu saya punya kakek nenek yang sama), maka itu baru disebut second cousin! Anak dari sepupu saya disebut first cousin once removed Lalu jika First cousin once removed punya anak, maka bagi saya anaknya disebut First cousin twice removed. Nah ini juga berlalu bagi second cousin saya (sepupu ayah atau ibu saya) lalu jika second cousin itu punya anak, maka bagi saya anak itu disebut second cousin once removed dan jika dia punya anak maka namanya second cousin twice removed. Bingung? Gapapa, saya juga sama! Dan mereka itu semuanya adalah sepupu jauuuuuh! Gampang khan? Hahahahaha!

Foto credit: Gringer; Wikimedia Commons.