Saya tidak pernah suka kucing sejak kecil hingga akhirnya dapat "berdamai" dengan rasa tidak suka itu akhir-akhir ini. Sejak dulu saya beranggapan kucing itu tidak menarik, kotor, dan saya paling ngeri, jijik dan risih jika mereka menggosok-gosokkan badannya ke kaki saya. Maklumlah selama kecil saya hanya berjumpa dengan kucing-kucing liar yang tidak dirawat jadi emamng mereka terliat, maaf, menjijikkan.
Berbeda dengan anjing. Saya sangat suka mereka karena bisa melihat bagaimana mereka begitu pandai menunjukkan rasa sayangnya, bahkan karena begitu sayangnya dan excited, mereka bisa terkencing-kencing! hahaha.. Saya bahkan punya beberapa ekor hingga akhirnya tidak berani lagi memiliki peliharaan karena ketika mereka mati, saya begitu patah hati.
Beberapa saat terakhir ini saya "jatuh cinta" pada seekor kucing. Namanya Maverick! Dia adalah kucing milik seorang sahabat. Saya sering berkunjung ke rumah sahabat ini karena saya sering sekali masak di sana. Sahabat saya ini belum lama memiliki rumah baru dan dapurnya bagi saya adalah tempat yang sangat menyenangkan. Memiliki semua peralatan yang saya sukai, dengan desain dan fungsionalitas yang sangat sesuai dengan dapur yang saya impikan. Bisa dikatakan bahwa saya yang pertama kali menggunakan mungkin 90 persen dari semua peralatan dapur yang terdapat di sana! Hahaha.. Dan seumur hidup, mungkin di dapur ini saya membuat paling banyak sate, mungkin bisa mencapai lebih dari 1000 tusuk! Kemarin bahkan saya membakar lebih dari 350 tusuk! Dan saya membuat sate di sana sangat sering!
Eniwei, kembali ke Maverick. Dia yang telah berhasil mengubah rasa tidak suka saya pada kucing. Maverick yang berwarna coklat muda bercampur dengan coklat tua membuat saya tertarik dan berubah dari rasa tidak suka menjadi begitu tertarik. Awalnya memang Maverick agak nakal. Waktu itu saya sedang memotongi ayam, dan membumbui untuk dibuat sate. Itu terjadi sudah berbulan-bulan yang lalu. Dia memiliki rasa ingin tahu yang tinggi dan tidak takut dengan saya. Ketika saya tiba dan bekerja di dapur, dia langsung ikut naik ke meja dan melihat, memegang segala sesuatu yang saya bawa, eksplor setiap barang yang ada. Saya beri dia kesempatan untuk melihat. Saya keluarkan bawang merah dari plastiknya agar dia bisa melihat, memegang bahkan mencium. Nah repotnya ketika saya memotongi daging juga begitu. Dia mendekat dan ketika saya melihat, dia membuang muka, seolah-ola tidak tertarik pada potongan daging ayam itu. Saya pura-pura tidak memperhatikan lalu kaki depan dia menjulur untuk meraih daging, ketika saya menoleh, dia tarik kembali kakinya dan pura-pura diam tidak melakukan apa-apa. Hahaha.. Lucu sekali! Akhirnya saya taruh potongan-potongan kecil ayam yang tidak akan saya pergunakan. Dia raih dengan kaki depannya, mengendus-ngendus dan.. dia makan!
Maverick itu pendiam sehingga membuat saya begitu penasaran. Katanya kucing yang mulai mengeluarkan suara berarti dia mulai mengajak berkomunikasi. Oleh sebab itu saya berusaha mengajak dia bicara dengan kucing yang ganteng ini. Nah kemarin akhirnya dia mengajak saya bicara walau hanya dua suara kecil dan pendek, lalu mulai duduk di pangkuan saya. Ternyata walau memang kucing terkesan angkuh dan sering tidak memperdulikan manusia, pada saat-saat tertentu mereka ingin juga berdekatan dan menunjukkan afeksinya. Tapi saya setuju, mereka memang punya karakter yang unik, berbeda dengan anjing yang siap menunjukkan afeksinya kapan saja, kucing punya "keangkuhan" jika mereka tidak mau, ya kita memang tidak mereka pedulikan.Hahaha..