Senin pagi seperti biasa saya ke kolam renang. Kali ini Nina tidak ikut berenang karena harus mengantar Kano ke tempat kerja, kami berusaha bergantian. Anak ini belum mau juga belajar nyupir sehingga mobilitasnya belum baik danĀ tergantung pada orang lain. Mungkin dia belum merasa nyaman, mungkin lebih baik begitu daripada memaksakan diri dan kemudian harus menghadapi konsekuensi yang jauh lebih serius.
Semuanya memang membutuhkan timing yang tepat. Being in the right place and time seringkali menjadi kunci dari sebuah keberhasilan. Hanya saja memang sering membuat saya terus terjaga di malam hari karena memikirkan masalah timing ini. Waktu terus bergulir tanpa bisa dihentikan dan saya merasa masih banyak sekali yang harus dipersiapkan oleh Kano untuk bisa mulai hidup mandiri. Anaknya sih biasa saja, itu yang justru membuat saya sebagai orang tua begitu khawatir. Ambil contoh, paspor dia yang sudah expired harus diperbarui. Dia memang punya 2 paspor. Saya berusaha mengajak dia untuk membereskan semua hal sebelum nanti saya tidak dapat membantu lagi. Saya yakin dia akan bisa melakukannya sendiri, tapi apa salahnya selama saya masih ada mendampingi, kita bisa melakukannya bersama-sama. Aplikasi ke universitas terlihat masih tersendat, ini juga harus segera dikerjakan, dan masih panjang lagi daftar yang dia miliki. Sekali lagi waktu tidak bernah berhenti bergulir, dan keberadaan saya sebagai orang tua mulai bisa dihitung mundur.
Itu yang saya pikirkan sambil duduk menikmati kopi dan sarapan roti manis di kantor. Minggu ini dan beberapa minggu ke depan saya sudah tidak terlalu banyak pekerjaan karena sudah menjelang akhir semester dan akan mulai liburan musim dingin. Saya tidak perlu lagi mengirim email ke semua manager untuk melakukan forecast karena semua angka yang mereka cantumkan sudah saya proses hingga akhir semester.
Nah kopi dan roti manis memang sering menemani saya merenung akhir-akhir ini. Beberapa bulan kedepan bukan merupakan waktu yang mudah. Segala sesuatu memang harus "dimulai". Dulu persiapan untuk pindah ke Fort Collins saja butuh waktu berbulan-bulan. Pindah bukan kegiatan yang menyenangkan. Pergi berpetualang memang membuat kita begitu excited, was-was dan sebagainya karena ketidak-menentuan dengan apa yang akan dihadapi. Pulang juga menjadi hal yang sama, walau tentunya antisipasi situasi akan lebih mudah ditebak karena memang itu rumah. Hanya saja tetap keduanya butuh persiapan, sekarang ditambah bonus yaitu memikirkan si gondrong yang sedang mempersiapkan diri untuk mandiri!
For every goal you want to achieve, naturally, effort from your side is needed first. If you want to move an object from one place to another, you have to put some effort in. But besides the natural effort needed, there are additional outside forces that make the moving of that object easier or harder, as we have seen.
Kutipan di atas adalah semacam ilustrasi. Jika kita mau memindahkan barang tentunya kita butuh usaha. dan tetap kata kuncinya adalah "mulai" saya ingin semuanya segera dimulai, menunda-nunda hanya akan membuat persiapan semakin sulit di akhir.
Sekarang ini, saya hanya bisa berharap sambil menyeruput kopi dan menikmati roti manis, rasa khawatir itu tidak akan pernah hilang hingga semuanya usai!
Fptp Credit: theravive.com