AES 577 Pierogi, Gluhwein, & Christmas Lights
joefelus
Wednesday December 21 2022, 12:10 PM
AES 577 Pierogi, Gluhwein, & Christmas Lights

Walau belum sehat 100%, saya tidak mau terus menerus berdiam diri di rumah. Ini cuti hari ke-4, saya sudah menyia-nyiakan 3 hari. Sejak kemarin saya sudah mulai beraktifitas walau sangat terbatas. Kemarin malam saya begitu lelah walau sebetulnya hanya keluar rumah tidak lebih dari beberapa jam saja. Pagi ini saya ke bengkel. Karena kecewa dengan bengkel yang biasa saya datangi, saya mencoba bengkel baru. Walau sedikit lebih mahal tapi tidak lebih dari 30 menit semua sudah beres. Karena tidak tahu harus melakukan apa lagi, saya sengaja keliling kota menikmati kendaraan yang sudah di tune up, rasanya enak sekali, ringan dan bertenaga., lalu saya bawa ke tempat cuci mobil dan mampir ke supermarket untuk belanja.

Seperti sudah direncanakan, sore hari saya dan Nina meluncur ke Denver, sekitar 102Km jauhnya, sekitar 1 jam perjalanan melewati Highway Interstate 25. Tujuannya hanya satu tempat Christkindle Market. Suhu dingin seperti ini sangat cocok ditemani gluhwein hangat dan aromatik, apalagi ditambah dengan 1 takaran blackberry liqueur. Tapi karena perut masih kosong kami memutuskan untuk mencicipi makanan di pasar "lkaget" ini. Kalau lupa apa itu Christkindle Market, ini adalah semacam pasar atau bazaar yang hanya diadakan setahun sekali sejak Thanksgiving hingga menjelang Natal. Kebanyakan pasar ini menyajikan berbagai makanan Eropa, terutama Jerman. Jadi di sana bisa ditemukan bratwurst, snitzel, Pretzel dan sebagainya. Di pasar itu juga banyak menyajikan berbagai jenis roti, pastry, kerajinan tangan, hingga rempah-rempah. Karena sudah beberapa kali kami menyicipi makanan Jerman, saya kali ini mencoba makanan Yunani hahaha.. Gyro menjadi pilihan saya, potongan daging, dengan saos dari yogurt, kondimen seperti tomat dan bawang serta pita bread. Nina beda lagi, dia memilih menu Polandia yaitu Pierogi dan polish sausage. Pierogi itu semacam dumpling yang isinya kentang, keju, dan sebagainya. Menurut saya ini versi Eropanya gyoza,potsticker atau kalau di Indonesia dikenal dengan kuotie. Rasanya ya mirip-mirip sih, hanya saja gyoza atau kuotie kebanyakan isinya daging sementara ini isinya kentang yang dihaluskan dengan keju. Setelah saya telusuri, ternyata katanya pierogi ini memang "dicuri" oleh Marco Polo dari China, jadi memang seperti yang saya perkirakan pierogi ini adalah versi Eropa nya Gyoza atau potstickers hahaha..

Di pasar ini ada tempat duduk-duduk tapi di udara terbuka. Ya lumayan dingin sebetulnya karena suhu semakin turun menjelang kedatangan gelombang dingin sehingga saat ini mendekati titk nol derajat. Tapi namanya jug niat, kami duduk saja makan pierogi, sosis Polandia dan makanan Yunani ditemani 2 mug gluhwein. Rasa dingin tidak terasa lagi karena tubuh sudah mulai hangat dari dalam ketika menikmati wine hangat ini. Ya, kapan lagi?


Pasar ini diadakan ditengah-tengah taman kota dekat state capitol building yang dibangun dengan megah. Lalu diseberangnya ada gedung City Council yang penuh dengan warna warni. Di depannya ada sebuah pohon natal yang dibuat dari ribuan lampu yang didesain dengan komputer sehingga dapat memancarkan berbagai warna disesuaikan dengan lagu-lagu yang diputar. Pengunjung bahkan bisa masuk ke "dalam" pohon itu dan bisa bertiduran memandang ke atasdari dalam pohon. Malam ini memang terlihat sangat ramai karena sepertinya seperti Nina dan saya, mereka juga berusaha menikmati malam ini sebelum besok cuaca sama sekali tidak mendukung untuk berada di luar rumah. Yang jelas, malam ini untuk kami berdua sangat menyenangkan, makan enak, minum minuman yang "segar dan menghangatkan" dan menikmati malam yang penuh cahaya yang sangat indah.



You May Also Like