3 hari terakhir ini saya begitu menikmati kedekatan dengan Kano. Kalau @aileenlais berkata bahwa "your kids are the perfect copy of you", saya agak ragu karena kalau dipikir-pikir saya tidak sekeren dia! Hahaha.. Entah karena Bapaknya berusaha merendah atau memang rendah diri beneran, saya tidak terlalu tahu. Mungkin dia memang banyak juga melihat orang tuanya, mencontoh atau mengambil hal-hal yang baik dari orang tua, membuang hal-hal yang buruk dan yang dia tidak sukai. Nah dari sini saya menganggap, "your kids are the better copy of you!" Anak-anak adalah upgrade diri orang tuanya! Hahaha..
Seperti misalnya sekarang lagi promosi HP terbaru Samsung, yang ditawarkan oleh mereka adalah upgrade dari versi sebelumnya, jadi kurang lebih yang keluaran terbaru adalah versi yang lebih baik. Sebagian memang sama, tapi ada fitur-fitur yang jauh lebih baik. Nah itu yang saya lihat dari Kano.
Memang seperti hal-nya program-program baru yang masih dalam proses penyempurnaan, selalu ada bug-nya yang biasa sambil jalan diperbaiki dan disempurnakan. Nah demikian juga dengan anak-anak. Kamarnya misalnya sekarang masih berantakan seperti barusan diterjang tornado, tapi lama kelamaan akan semakin baik dan tertata rapih. Bapaknya juga dulu begitu kok hahahaha..
Eniwei, saya menikmati sekali beberapa hari terakhir. Kemarin kami mengunjungi Pearl Harbour, mengunjungi USS Missouri, atau yang diberi julukan Mighty Mo, itu adalah kapal perang yang sudah dipensiunkan lalu dijadikan museum. Saya baru sadar bahwa pengetahuan Kano tentang sejarah perang dunia, tentang pesawat-pesawat tempur tentang meriam dan sebagainya begitu hebat. Saya terbengong-bengong ketika dia dengan santai nyerocos kelas-kelas tertentu dari kapal perang. Langsung saya ingat Oomnya, adiknya Nina yang konon ketika berusia 5 tahun sudah mahir merakit kapal perang dengan lego. Saya ingat dia hapal betul jenis-jenis aircrafts, motherships dan carriers.Oomnya punya berbagai buku lengkap. Kano tidak pernah saya belikan buku tentang ini. Entah dari mana dia mengetahui ini semua. Jangan tanya bapaknya yang buta dengan segala hal. Jadi kemarin Kano seolah-olah sebagai pemandu ketika kami naik ke kapal perang USS MIssouri ini.
Satu hal yang terutama yang benar-benar saya rasakan ketika bepergian ini adalah kedekatan. Saya merasa bersyukur bahwa Kano ngotot untuk ikut pergi, dan memang benar kami menikmati sekali hari-hari bersama ini. Banyak yang ingin saya ungkapkan, tapi saya memutuskan menulis pendek saja karena terus terang tubuh saya masih kebingungan dengan perbedaan waktu.