Jika ingin mengenal budaya dan tradisi, yang paling mudah dan menyenangkan adalah dengan ikut serta. Itu yang selama ini saya lakukan dan kebetulan memang saya punya banyak kesempatan karena tinggal bersama banyak teman-teman yang berasal dari berbagai penjuru dunia. Saya belajar masak makanan Thailand dan Vietnam dari teman-teman yang berasal dari negara itu. Saya belajar membuat Kimchi langsung dari orang Korea. Kita akan lebih mengenal budaya dan tradisi dengan baik jika mengalaminya sendiri secara langsung. Jika hanya melihat atau membaca saja tidak akan memiliki kesan yang mendalam, apalagi mengerti. Dengan langsung berada ditengah-tengah budaya dan tradisi dan mengalaminya sendiri secara langsung, saya jadi lebih mengerti.
Kemarin adalah St. Patrick Day. Hari raya itu diperingati di banyak negara, termasuk di Amerika. Rata-rata orang-orang mengenakan pakaian hijau dan segala macam atribut yang bergambar shamrock, daun berkelopak tiga berwarna hijau. Meningatkan saya pada daun semanggi, tapi jika daun semanggi itu lebih tipis dan berkelopak 4, shamrock hanya berkelopak 3 dan kelopak itu berbentuk hati dan merupakan lambang yang banyak digunakan oleh orang-orang Irlandia.
St.Patrick adalah seorang santo yang hari rayanya diperingati pada tanggal 17 Maret. Seorang uskup yang hidup di abad ke-5. Baru sekitar tahun 1800-an hari rayanya mulai diperingati kalau tidak salah. Hari raya St. Patrick ini jatuh di bulan puasa orang Kristen dan Katolik. Yang menarik, walau tidak semua melakukan itu, yang saya tahu pada hari raya St. Patrick ini puasa dan pantang makanan serta minuman beralkohol dicabut. Nah mungkin karena itu di Amerika orang-orang berbondong-bondong melupakan masa puasa mereka dan ramai merayakannya dengan makan-makan dan minum minuman beralkohol terutama yang "berbau" Irlandia seperti misalnya bir Irlandia yang terkenal Guinness, Whiskey Irlandia seperti misalnya Jameson atau Krim Irlandia seperti Baileys. Nah minuman yang terkenal diantara para orang muda namanya car bomb. Car bomb ini menarik, segelas bir hitam guinness lalu disampingnya ada 1 sloki minuman yang terdiri dari Irish Cream (Baileys), Coffee Liquor (Kahlua) dan Irish whiskey. Nah cara mengkonsumsinya adalah deangan mencemplungkan gelas sloki itu ke dalam bir (dengan gelas slokinya) lalu harus cepat-cepat diminum karena bir itu akan langsung berbuih dan meluap!
Hahaha.. saya tidak mau ngobrol tentang minuman. Ini hanya sekedar menceritakan kebiasaan yang dilakukan di tempat saya tinggal sekarang ini. Nah, kemarin sepulang kerja, teman-teman kantor beramai-ramai pergi ke pusat kota. Kebetulan hari Jumat, sehingga merasa bebas karena besok adalah akhir pekan. Sore hari pusat kota sudah membludak penuh dengan orang-orang yang berpakaian hijau, ada yang berjaket dengan lampu berkelap-kelip, kalung berwarna hijau dengan lampu-lampu bahkan topi tinggi juga berwarna hijau yang merupakan ciri khas Irlandia. Hampir semua tempat berkumpul dan minum penuh sesak dengan antrian panjang. Pusat kota menjadi hingar bingar dengan musik Irlandia yang sangat energik. Pokoknya ramai sekali, tidak kalah dengan masa-masa Natal dan tahun baru tapi minus cahaya lampu di semua pepohonan karena itu hanya ada di akhir tahun.
Kami hanya ngobrol-ngobrol di salah satu sudut kedai minum, sambil menikmati minuman Irlandia. Semakin lama kedai itu semakin ramai sehingga kami pindah ke tempat lain. Ternyata ini juga merupakan kebiasaan anak-anak muda sekarang yang mereka sebut dengan Bar Hopping, jadi pindah dari satu kedai minum ke kedai minum lain sampai mereka benar-benar tidak mampu lagi hahaha.. Karena hampir semua kedai minum penuh kami berhenti di kedai ke dua. Di situ malah diadakan karaoke night, dan ternyata punya banyak peminat yang sangat antusias dan bukan penyanyi amatiran. Sepanjang malam saya tidak mendengar ada suara sumbang bahkan semua orang begitu bersemangat dan menikmati pesta.
Sekarang makanan apa yang paling populer? Jangan tertawa ya, banyak makanan yang pakai kubis atau Kol. Jadi kalau pernah dengar corned beef and Cabbage, nah itu yang paling populer. Corned beef ini bukan seprti kornet di Indonesia, tapi benar-benar daging utuh. Yang digunakan adalah beef brisket, sehingga memang mempunyai kandungan lemak yang lumayan besar. Di supermarket biasanya sudah dijual dengan potongan besar dan sudah di-brined, direndam dengan air berbumbu sehingga memang warnanya khas walau sudah dimasak, tetap berwarna merah. Corned beef ini biasa dimasa, direbus dengan kol, kentang dan wortel. Kalau mencium baunya, ya persis seperti kornet kalengan di Indonesia, hanya saja yang diindonesia adalah daging cincang, sementara ini adalah daging utuh berlemak. Disamping corned beef and cabbage, ada juga Irish Beef Stew, Irish Soda Bread, black pudding yang sebetulnya bukan puding tapi sosis yang dibuat dari darah hahaha.., dan banyak lagi yang merupakan makanan tradisional Irlandia. Yang saya sebutkan barusan adalah yang paling dikenal dan pernah saya coba.
Mengenal dan menikmati serta ikut serta merayakan tradisi dan budaya orang lain itu bagi saya merupakan pengalaman yang menyenangkan. Saya pernah ikut menari gaya mongolia dalam sebuah lingkaran, menari gaya orang-orang daerah Rusia dalam sebuah pernikahan, bahkan pesta-pesta orang-orang dari negara kepulauan di samudra pasifik. Anehnya dengan banyak mengenal budaya orang lain, saya justru menjadi lebih mencintai budaya sendiri. Dulu saya malas sekali nonton wayang atau tari Bali di televisi, tapi begitu berada di rantau, saya bisa amenangis ketika menyaksikan orang menari Bali bahkan gamelannya pun dimainkan oleh orang-orang asing. Budaya memang sebuah kekayaan yang luar biasa.
Foto credit: Reader's Digest