Masih dalam rangka menyetel lagu random, kali ini aku memutar lagu 2000an. Walaupun bukan jamanku tapi lagu-lagu ini mengisi masa kecilku, mempunyai kakak perempuan yang beda usia 5 tahun lebih tua membuatku familiar dengan lagu-lagu ini, salah satunya Britney Spears. Booming pada jamannya. Dulu aku ikut bersenandung saja, liriknya tidak hafal, aku masih kecil, sekarang saat mendengar lagu-lagu jaman dulu aku lihat liriknya ingin tahu tentang apa sih lagunya.
Salah satu lagunya ada bait yang menarik,
🎵My loneliness is killing me
Lagu jaman dulu yang sepertinya lagu happy bisa berubah perspektifnya saat sudah dewasa. Hmm lagu ini sedih sekali tapi dikemas dalam musik yang bahagia. Coping mechanism sang penyanyi kah? Atau menunggu untuk ditemukan?
Jadi ingat celetukan anak ajaib itu “Ibu ga punya temen?” Waktu itu aku tertawa padahal menangis dalam hati. Straightforward sekali anak itu entah mirip siapa.
Apa itu teman? Kenapa kita menyebut mereka teman? Siapa temanku? Dimana temanku?
Teman. Ah sepertinya karena kita selalu bersama, perjalanan panjang kami bersama, setiap hari bermain bersama, berganti seragam dari merah ke biru, biru ke abu-abu. Teman-temanku.
Begitu ya jadi dewasa, perlahan teman-teman dekat berjarak, bisa jadi karena jarak tempat tinggal, kesibukan, atau memang menemani saat itu saja. Perlahan kita semakin mandiri, semakin terbiasa sendiri. Semakin tidak bergantung satu sama lain, perlahan sibuk dengan dunianya sendiri. Semakin dewasa, semakin menanjak ke atas, semakin sukses, semakin terisolasi. Berbagi cerita dengan siapa?
Seperti lagunya Kunto Aji,
🎵Sudah terlalu lama sendiri, sudah terlalu lama aku asyik sendiri.
Setelah dewasa sudah bukan menyebutkan nama dengan istilah teman tetapi menjadi kenalan, kolega, sudah bukan teman lagi seperti waktu sekolah. Kabar teman-temanku hanya terlihat distatus medsosnya, oh mereka sehat, oh mereka bahagia. Cukup melihat dari jauh tanpa betul-betul bertegur sapa. Dulu yang setiap hari bertemu sekarang jauh, rasanya sudah lama sekali tidak berjumpa.
Dalam kesepian ada yang menemukan dirinya sendiri, ada yang kehilangan dirinya.
Dalam kesepian ada yang menikmati waktunya sendiri, ada yang keluar menghabiskan waktu.
Tidak heran setelah dewasa banyak yang bergabung dikomunitas. Bersama-sama melakukan kegiatan yang disukai. Kenal atau tidak, tidak masalah. Ruang ini dibentuk oleh orang-orang dewasa yang kesepian dengan interest yang sama.
Dengan interest yang sama, dalam ruang yang sama kita seperti sedang ditemani. Ada orang lain di samping kita. Ada orang lain yang mengerti, ada orang lain yang memiliki pandangan yang sama. Mencari circle baru, melawan kesepian.
Apalagi dengan teknologi sekarang, orang berlomba-lomba membuat konten, live, foto, video, apapun sebutannya untuk mencari perhatian, eksistensi. Ya untuk melawan kesepian, ditengah ramainya dunia ini kita merasa kesepian. Suara notifikasi seperti sebuah sapaan, ah ada yang menyapaku. Begitulah dunia orang dewasa.
Menyibukkan diri melawan kesepian.
🎵Jauh dilubuk hati, aku tak ingin sendiri.