Kendaraan yang saya kemudikan meluncur perlahan-lahan di jalanan yang tidak begitu ramai. Saya baru saja mengantar paket ke kantor pos dan sekarang dalam perjalanan kembali ke kantor. Lagu City of Stars dari film La La Land mengalun dalam dentingan piano dengan sangat indah. Justin Hurwitz memang komposer yang apik. Kalau tidak salah soundtrack ini memenangkan beberapa Oscar. Entah mengapa lagu-lagu ini walaupun sangat indah membuat saya agak bersedih.
Mudah sih, saya bisa selalu menyalahkan thyroid hahaha.. tapi siang ini saya justru lebih memikirkan tentang banyak hal. Tentang kebahagiaan, kesedihan, stress dan perjuangan. Sepertinya hal semacam itu datang dan pergi tidak ada habis-habisnya.
Saya kemudian ingat pernah membaca sebuah tulisan yang mengatakan bahwa kebahagiaan bukanlah karena ketidakhadiran masalah, justru kebahagiaan sebetulnya adalah kemampuan kita menghadapinya. Tidak ada masalah bukan berarti kita penuh dengan kebahagiaan, justru semakin banyak masalah dan semakin mampu kita menghadapinya, maka kebahagiaan kita akan menjadi berlipat ganda. Apakah memang begitu? Ini akan menjadi sebuah bahan renungan saya.
Lalu saya membaca juga bahwa perasaan sedih ketika kita mengambil keputusan bukan berarti bahwa keputusan yang kita ambil itu merupakan keputusan yang salah. Ini juga menarik. Menurut statistik setiap hari kita membuat rata-rata sebanyak 35,000 keputusan. Kita tidak pernah tahu apakah keputusan-keputusan yang kita ambil itu sempurna dan baik. Yang kemudian kita sadari adalah keputusan-keputusan itu membuka jalan dan kesempatan untuk menjalani kehidupan secara penuh. Bisa saja tidak tepat, tapi kesalahan dan ketidak-sempurnaan justru memberikan warna kehidupan. Kesedihan adalah bagian dari warna itu.
Saya sering merasa tertekan. Siapa yang tidak? Rasa tertekan itu bukan karena kita melakukan terlalu banyak hal sekaligus, tapi justru karena kita terlalu sedikit melakukan sesuatu yang membuat kita benar-benar merasa hidup. Jadi apa kesimpulannya? Mungkin tidak perlu tertekan melainkan jalani saja satu persatu sebanyak mungkin karena di situ kita akan merasakan hidup.
Yang terakhir, rintangan-rintangan yang kita hadapi seringkali terjadi berulang-ulang. Katanya tantangan itu akan terus muncul hingga kita benar-benar belajar darinya. Akhir-akhir ini saya merasa agak bosan dengan banyak hal di kantor. Menghadapi masalah yang itu-itu saja dan merasa tidak ada tantangan yang berarti. Biasanya kebosanan-kebosanan itu berakhir dengan melepasakan diri dari keterikatan, mencoba hal baru atau menyingkir. Apakah karena itu situasi yang saya hadapi ini terus menerus terjadi berulang kali. Pelajaran apa yang sudah saya ambil. Kalau terus kembali dan datang berulang kali, berarti saya belum benar-benar belajar daripadanya. Apakah begitu?
Saya terus berpikir berulang-ulang. Lagu yang saya putar terus mengalun dan dengan sengaja volumenya saya besarkan. Saya berasa sedang berada di sebuah gendung dan menikmati sebuah konser musik. Lampu merah memberikan kesempatan saya untuk memejamkan mata dan menikmati dentingan-dentingan piano yang indah ini. Lagunya memang agak sendu, tapi saya suka!
Foto credit: soundcloud.com