AES 664 Indian Fried Bread
joefelus
Sunday March 19 2023, 11:27 PM
AES 664 Indian Fried Bread

Sore tadi Nina dan saya diundang makan malam di rumah seorang teman sedikit jauh di luar kota, di Laporte. Tahun lalu kami pernah juga diundang boltram di sana dan saya tulis esai tentang kebun yang mereka miliki. Kali ini kami makan malam di dalam rumah karena di luar masih dingin dan kebun juga masih kering kerontang belum mulai ditanami. Ya begitulah di negeri 4 musim, waktu bercocok tanam juga terbatas karena selama musim gugur dan musim dingin, semua tanaman di kebun mati dan pohon-pohon besar kebanyakan gundul, kecuali jenis pohon-pohon tertentu.

Gilbert dan Angela yang mengundang kami adalah pasangan penduduk asli Amerika, atau yang dikenal sebagai native American, suku Indian. Mereka dari daerah Durango dekat perbatasan antara Colorado dan New Mexico. Saya tidak tahu pasti mereka dari suku Indian apa, kemungkinan Navajo. Mereka adalah pasangan yang sangat lucu, senang bergurau dan yang jelas jago masak, terutama masakan khas Indian. Begitu juga hari ini, kami menikmati makanan yang sangat luar biasa!

Namanya juga orang rantau, kami selalu memanfaatkan kesempatan untuk mengenal budaya lain terutama yang selalu menarik perhatian saya adalah makanan. Nah Gilbert atau panggilannya Gil itu sangat pandai masak, terutama yang berkaitan dengan roti. Roti suku Indian itu mirip-mirip dengan makanan Latino, jadi roti yang saya maksud bukan seperti roti-roti Eropa, melainkan roti yang datar atau flat bread, juga ada tortilla, ini roti yang dapat dibuat dari tepung terigu maupun tepung jagung yang adonannya dipipihkan setipis-tipisnya, biasa menggunakan tortilla press, tapi Gil tidak suka, dia menggiling rotinya dengan rolling pin, seperti kalo menggiling roti atau pastry. Nah, saya sudah sering pergi mencoba tortilla maupun flat bread dimana-mana, tapi buatan Gil memang sangat luar biasa! Apalagi yang digoreng. Walau sudah kekenyangan saya tetap tidak mampu menahan godaan dan terus makan serta rela berhenti menghitung kalori hahahaha..

Indian fried bread itu sangat sederhana, hanya terdiri dari 4 bahan atau 5 bahan jika air panas dihitung yaitu tepung terigu, garam, baking powder, minyak dan air panas. Saya tidak mengerti mengapa Gil dapat membuat yang rasanya sangat luar biasa dan dapat mengalahkan bahkan restoran terbaik yang pernah saya datangi. Jadi kalau menurut cerita Gil, dia mencampur garam, tepung dan baking powder, lalu sesudah diaduk hingga tercampur rata diberi air panas dan diuleni hingga kalis lalu didiamkan beberapa saat agar baking powder bekerja melembutkan dan menciptakan gelembung udara di dalam adonan. Sesudah itu dibagi-bagi dan dibuat bola-bola kecil sesuai dengan selera dan sebelum digoreng digiling, dipipihkan lalu dilubangi di bagian tengahnya agar tidak menjadi seperti balon dan digoreng di minyak panas. Selesai.

Bagaimana kami makan fried bread ini? Kami menikmatinya sebagai starch. Nah sore itu kami ditemani green chili con carne, red bean stew, tumis sayuan yang isinya zuchinni, yellow squash atau labu kuning dan jagung, serta steak. Green chili con carne ini luar biasa rasanya, biasanya cabe hijau, kalau tidak salah cabe poblano yang dibakar lalu dibuang kulitnya yang hangus lalu digiling, kemudian dimasak dengan daging sapi, bawang putih, dan bawang merah. Yang menarik juga sayur kacang merah yang menurut saya rasanya seperti bruine bonensoep, atau sup kacang merah gaya oma-oma Belanda. Luar biasa sekali rasanya. Bagaimana dengan tumis zucchini? Wah ini sederhana sekali karena saya melihat langsung cara membuatnya, zuchiiini dan labu kuning yang sudah dipotong-potong ditumis lalu ditambah bawang bombay yang sudah dipotong dadu kemudian diberi jagung pipilan yang sudah dipanggang, dan terakhir diberi garam dan merica. Selesai! Steak juga tidak neko-neko. Hanya potongan daging sapi diberi garam dan merica kemudian dibakar. Tidak ada istimewanya tapi mungkin karena kualitas daging yang sangat baik, sehingga begitu empuk dan sedap.

Makanan ini kalau dilihat dari segi penampilan menurut saya sangat sederhana. Sama seperti makanan Latin yang biasanya terdiri dari Spanish rice, refried beans lalu lauk utamanya bisa berupa daging sapi, ayam atau seafood, lalu ada potongan tomat, bawang dan daun ketumbar yang dikenal dengan pico de gallo, makanan seperti ini sajian penampilannya tidak menarik tapi jangan pernah menilai makanan dari penampilannya! Itu yang saya pelajari dari pengalaman bertahun-tahun. Saya punya pendapat bila seseorang menata penampilan makanan lebih lama dari memasaknya, maka tidak layak diberi pujian! Hahaha... Ya, jangan pernah menilai makanan dari penampilannya, sebab pasti kita akan kecele dan kecewa! Memang alangkah lebih baik jika penampilannya aduhai lalu rasanya sedap luar biasa, tapi memang ada jenis-jenis makanan yang walau diatur sedemikian rupa agar memiliki penampilan menarik, tetap terlihat tidak menarik hahaha.. Nah makanan tradisional Indian ini salah satunya. Kenapa begitu? coba bayangkan sayur kacang? tidak menarik karena warnanya hanya coklat pucat begitu saja, tapi begitu menyentuh lidah, maka kita bisa berasa ada di dimensi lain! Nah itu baru makanan yang luar biasa!

Proyek saya berikutnya: Belajar membuat Indian fried bread! Gil sudah mengundang saya untuk datang dan belajar, saya tidak sabar menunggu saat itu hahaha..