Hm... sepertinya judul esai hari ini sangat menyenangkan. Let's enjoy the day., sepertinya ini sesuatu banget. Menikmati hari kalau buat saya tidak berarti melakukan sesuatu terlalu berlebihan, tapi cukup dengan makan, masak dan jalan-jalan. Sederhana sekali.
Lalu saya mulai memikirkan akan makan apa. Nah di sini saya langsung menghadapi sebuah masalah yang pelik. Ingat jaman dulu? Guru-guru saya sejak jaman TK hingga lulus sekolah menengah selalu mengatakan, 4 sehat 5 sempurna. 4 sehat itu ada sayuran, nasi, protein berupa daging atau tahu tempe dan buah buahan. Lalu untuk menjadi sempurna: susu! Sederhana sekali! Memang sekarang semua sudah berubah. Katanya sudah bukan 4 sehat 5 sempurna lagi. Kalau dulu saya makan nasi dengan tahu goreng sudah 2 sehat, tambah tumis kangkung 3 sehat, manjat pohon mangga di belakang rumah lalu memetik dan makan mangga, itu 4 sehat. Kadang-kadang sempurna kalau ada susu. Seringkali jaman saya kecil ada pembagian susu di sekolah entah dari WHO atau Unicef, ga ingat. Yang jelas saya bisa membawa pulang sekantong besar susu bubuk yang kalau diseduh dengan air panas lalu menggumpal dan butuh waktu lama untuk menghancurkannya hahaha.. Nah hari-hari saya akan menjadi sempurna, karena dapat pembagian susu! Sederhana tapi sehat dan sempurna hahahaha...
Sekarang tidak begitu! Mau makan saya harus pusing dulu. Di kantor, boss saya selalu membelikan kami snacks berkantong-kantong dan ditaruh di sebuah nampan di sebuah meja persis di belakang meja saya (dulu biasa di dekat pintu masuk kantor tapi karena kami berbagi kantor, makanan itu jadi cepat habis karena banyak orang lain yang nyomot! hahaha) Ok, isi snack-nya apa? bisa cheetos, kripik kentang, pretzels, bahkan trail mix (isinya berbagai jenis kacang, kadang ada kismis dan coklat M&M). Apa yang kami lakukan ketika mulai memilih dari sekian banyak pilihan jajanan? Membaca kandungan lemaknya, kalori, sodium dan sebagainya! Hidup kok rumit banget ya?
Itu baru snack! Bagaimana kalau makanan berat? Lebih repot lagi. Dulu saya bisa makan seenaknya. Ada sosis walaupun warnanya merah menyala seperti pakaian artis dangdut, saya lahap tanpa pikir panjang! Sekarang semua processed meat itu banyak yang berbahaya karena mengandung pengawet, pewarna makanan dan lain sebagainya. Orang-orang mulai meyakini processed meat itu penyebab kanker! Padahal daging yang diproses itu pada jamannya memang sengaja dibuat untuk diawetkan. Kadang daging hanya digarami di taruh ditempat dengan suhu tepat lalu digantung menjadi kering dan menjadi delikasi yang bukan main seperti misalnya prosciutto. Sekarang berbeda! Harganya saja sudah luar biasa dan.. sama sekali tidak sehat karena mengandung pengawet karena memang sengaja dibuat demikian agar bisa tahan lama ketika dipajang di toko! Ham juga dulu adalah daging utuh yang diawetkan, sekarang kebanyakan adalah potongan-potongan daging (entah sisa seperti tetelan atau bagian daging kualitas rendah) lalu dihancurkan, digiling ditambah tepung bahkan ditambah perisa artifisial, bahan pengawet lalu dipadatkan, diiris tipis-tipis dikemas lalu dijual dan bisa bertahan berbulan-bulan! Jadi masuk akal bukan jika setiap kali akan menikmati sesuatu kita harus hati-hati karena makanan seperti itu tidak sehat. Lihat saja secara statitik berapa persen anak-anak remaja yang mengalami obesitas? Hampir 2 dari 5 anak berusia antara 2 hingga 19 tahun yang obesitas! Jaman saya kecil teman-teman saya yang gendut sangat sulit dijumpai.
Baiklah, jadi hari ini bagaimana saya menikmati hari? Mencari cendol! Hahahaha.. percaya atau tidak, memang begitu. Ada salah satu restoran yang menjual cendol. Entah dia dapat ide dari mana, setahu saya pemiliknya orang Singapura. Di menu dia ada ayam kalasan, nasi goreng ikan asin, nasi lemak, kangkung belacan khas Malaysia dan cendol serta banyak lainnya! Cendol dia unik karena isinya tidak hanya cendol seperti cendol Elisabeth di bandung, tapi juga ada kacang hijaunya dan... durian!!! Enak luar biasa! Itu saya jadwalkan untuk makan siang, sebelumnya kami berdua (bersama sahabat saya) sarapan dulu di restoran Perancis. Mereka punya beignet yang bisa membuat saya tidak peduli dengan kalori dan kandungan lemak karena luar biasa enaknya. Uniknya beignet yang mereka sajikan ada isinya yaitu mangga dan nutella. Tidak ada duanya. Itu baru satu hal, saya juga pesan croissant eggs benedict, yaitu butter croissant yang diisi dengan 2 poached eggs dan potongan ham lalu di atasnya diberi hollandaise sauce disajikan dengan potongan kentang goreng. Ini adalah hollandaise sauce terenak yang pernah saya rasakan seumur hidup. Sangat luar biasa. Saya sudah mencoba eggs benedict di berbagai kota dan states, sejauh ini, di sini juaranya!
Tentu saja kepala saya agak cenut-cenut karena bayangkan saja berapa kadar kolesterol yang saya konsumsi? Butter croissant mengandung banyak butter, telur dan tepung, poached eggs itu 2 buah telur, hollandaise sauce dibuat dari mentega, kuning telur dan air jeruk lemon. Kalau dihitung kolesterol dari hollandaise sauce saja sudah lebih dari 250mg, 1 telur 180g, saya makan 2! Croissant mungkin sekitar 50mg. Jadi jumlah kolesterol yang saya makan pagi ini adalah sekitar 600mg sementara yang dianjurkan oleh ahli kesehatan tidak lebih dari 300mg per hari. 600mg kolesterol itu baru sarapan! Belum makan siang nanti!
Itu baru contoh yang ingin saya ungkapkan dengan bagaimana sulitnya jaman sekarang menikmati hidup, itupun baru soal makanan! Makanan yang kita konsumsi kalau dipikir-pikir sangat mengerikan sekali, bukan? Itu baru kolesterol, bagaimana dengan kalori? Hahaha.. Hitungannya lebih rumit lagi! Berapa banyak kalori per hari, berapa banyak sodium perhari, berapa banyak lemak per hari. Ya Tuhan, hidup ini kok susah sekali! Sementara di jaman dulu tidak ada orang yang ribut-ribut soal itu. Hidup jaman sekarang sepertinya kok dipersulit ya? Hahaha..
Yang saya lakukan adalah kompromi. Saya memilih hidup sehat dan berhati-hati dengan makanan dan olahraga cukup. Sesekali ya boleh saja saya bandel sedikit, seperti hari ini. Sayangnya cendol tidak tersedia. Katanya yang empunya restoran sedang kesulitan pekerja, jadi yang masak suami istri pemilik restoran dan yang jadi pramusaji 2 orang anak mereka yang sudah mulai dewasa. Ya tidak apa-apa, kami cukup bahagia dengan menikmati nasi goreng ikan asin, Ikan sambal goreng, dan tumis Kailan ikan asin.
Lalu bagaimana dengan kolesterol? Huh? Apa itu kolesterol? Sepertinya saya belum pernah dengar kata itu hahahahaha..