Saya punya rencana untuk menulis tentang keseruan, tantangan, kekhawatiran dan banyak lagi tentang menjadi orang tua dari anak satu-satunya yang sekarang secara legal sudah dianggap dewasa. Tapi rencana itu tidak dapat saya kerjakan karena saya kelelahan. Lucu ya, judulnya "karena saya bisa" sementara di paragraf pertama esai saya mengatakan "tidak bisa" hahaha.. kontradiktif. Memang begitu. Dan mengapa saya memilih judul itu? Jawabannya : Karena saya bisa! Hahaha..
Karena alasan lelah, saya sebetulnya bisa memilih untuk tidak menulis bukan? Saya juga tidak punya ide untuk menulis apa, jadi "saya bisa" memilih untuk tidak menulis. Ya jujur saja, hingga saat ini saya belum punya ide. Ini sudah paragraf yang ke dua, saya hanya bermain dengan kata-kata, berpikir seputar judul yang saya pilih, semata-mata karena "saya bisa".
Karena lelah juga saya memutuskan untuk istirahat berolahraga hari ini. sudah sejak hari Senin saya terus berolahraga. Senin dan selama malah saya membakar lebih dari 700 kalori sementara kemarin di atas 600. Hari ini saya tidak mau memaksakan diri, besok saya akan mencoba kembalai lagi ke Gym.
Karena hari ini bekerja hybrid, saya sudah berada di rumah selepas makan siang. Tiba-tiba ada suara keras di depan pintu. Pengantar barang Amazon meninggalkan sebuah doos sangat besar dan berat. Beberapa hari ini sepertinya Kano belanja besar-besaran. Dia akan membangun komputer gaming yang baru menggunakan Graphic Card yang lebih canggih daripada yang dia miliki sekarang. Barang-barang mulai berdatangan dari power supply, motherboard, memory cards, graphic card, dan entah apa lagi. Dia membeli dengan uang sendiri dari hasil tabungan bekerja selama berbulan-bulan.
Saya dapat melihat dia begitu menikmati kepuasan dari melakukan kegiatan ini, apalagi diusia muda seperti ini dia sudah mampu. Dengan berapi-api dia mulai menunjukkan benda-benda yang dia beli. Terus terang, saya sama sekali tidak mengerti. Soal hardware komputer bukan bidang saya, perangkat lunak pun hanya yang saya butuhkan di tempat bekerja saja. Kano sudah punya pengalaman ketika dia membangun komputer sendiri sebagai bentuk karya akhir ketika dia SMP. Nah karena umur gaming computer itu sudah lumayan lama, dia ingin mempunyai yang baru.
"Your gaming computer is still good, right? Better than my new laptop." Tanya saya.
"Yes, but with all the new games that I am playing, I need to upgrade and make a better one with a better graphic card, memory, and better processor." Katanya.
"So the old one still works nicely, right? Why do you need a new one?" Tanya saya lagi memancing reaksi dia.
"Yes, still good enough. But I want a new one, a better performance and I want to build it myself because I can! I also have my own saving to do that." Katanya dengan sangat bangga.
Hahahaha.. saya bisa membayangkan bagaimana perasaan dia mengatakan itu. Tidak hanya berkata-kata, akhir pekan ini dia akan mengundang teman-teman dekatnya untuk bersama-sama membangun komputer baru. Tentu saja orang tuanya, Nina dan saya, diusir. kami haru melakukan kegiatan sendiri di luar rumah, sepanjang hari! "Because I can" itu ternyata kata-kata yang ampuh dan luar biasa ya? Hahaha