Beberapa tahun terakhir ini saya senang berbagi pengalaman dan cerita dalam bentuk tulisan tentang banyak hal yang saya alami dalam hidup. Setiap kali saya memikirkan hal ini, keinginan untuk menulis menjadi sebuah gairah yang muncul secara otomatis. Saya akan duduk berlama-lama memikirkan bagaimana caranya mengungkapkan sesuatu yang saya rasakan atau saya alami tanpa perlu mengupas terlalu rinci hal-hal yang bersifat sangat pribadi, tapi juga tidak mau meninggalkan kekhasan pribadi saya. Itu tidak selalu mudah, tapi karena saya pikir yang membacanya juga adalah "keluarga" maka saya menjadi jauh lebih leluasa dalam menulis. Semakin lama kegiatan ini semakin menjadi rutinitas setiap hari dan itu sangat menyenangkan. Sesudah kegiatan ini tidak lagi dianggap "beban" atau keharusan, maka segala sesuatu bisa mengalir dengan jauh lebih mudah dan dalam melakukannya justru banyak mempelajari hal-hal baru.
Kemarin baru saja saya menulis tentang kesempurnaan dan kekecewaan yang seringkali menjadi penghalang dari usaha untuk menjadi sempurna. Kemudian saya simpulkan bahwa kesempurnaan itu suatu hal yang percuma karena yang jauh lebih penting adalah keistimewaan. Nah menulis ternyata sangat mudah, yang sulit justru menjalaninya. Bicara memang mudah, bukan?
Begitu selesai menulis, secara kebetulan saya hari ini mengalami kekecewaan. Nah ini sebuah pelajaran bagi saya. Saya ingin melakukan apa yang saya tulis! Tidak mudah dan saya memang mengalami jatuh bangun dalam melaksanakannya.
Apa sebenarnya tujuan atas apa yang selama ini kita lakukan? Apa alasan atas segala sesuatu yang kita lakukan? Kalau di kamus dikatakan bahwa tujuan adalah alasan atas segala sesuatu yang dikerjakan atau diciptakan sehingga sesuatu itu menjadi ada, exists. Nah definisi itu membuat saya berpikir bahwa ada banyak sekali alasan mengapa kita melakukan apa yang selama ini selalu kita kerjakan. Untuk melaksanakannya kita harus tahu dengan jelas apa yang membuat kita benar-benar terikat pada kegiatan itu.
Dalam hidup, seringkali kita terpaksa mengambil jalan yang tidak kita inginkan. Seringkali kita bahkan tidak menyukai pekerjaan yang kita miliki. Kadang untuk sementara orang mereka melakukan pekerjaan karena bujukan orang tua, karena disuruh oleh keluarga dan banyak lagi lainnya. Ada juga orang yang melakukan pekerjaan itu karena teman-temannya melakukan hal yang sama.
Hidup itu singkat, kita tidak mempunyai kemewahan dan waktu yang cukup untuk terus menerus membiarkan waktu berlalu tanpa melakukan sesuatu yang berarti. Saya pikir sudah saatnya untuk berpikir dengan serius tentang apa yang sebetulnya ingin kita lakukan, tujuan apa yang sesungguhnya kita tuju. mengapa kita melakukan apa yang kita kerjakan setiap hari. Jika hal-hal itu bukan sesuatu yang kita sukai, mungkin kini saatnya untuk berhenti dan melakukan sesuatu yang benar-benar kita sukai.
Hmm.. ini menjadi begitu serius dan membuat saya tercenung, ngahuleung. Butuh refleksi yang mendalam dan serius untuk menjawab pertanyaan di atas. Saya masih sedang mencari. Beruntunglah mereka yang sudah mengetahui tujuan yang ingin dicapai dalam hidup. Beruntunglah mereka yang mencintai pekerjaan yang mereka jalani.
Foto credit: parityconsulting.com.au