792 Rotten Society?
joefelus
Tuesday July 25 2023, 9:57 PM
792 Rotten Society?

Penerbangan pulang kami dari New Orleans ditunda selama 2 jam. Itu akan sangat merepotkan karena connecting flight kami dari Dallas menuju Denver akan sangat mepet. Jika pesawat terlambat maka kami akan tertinggal pesawat kami yang berikutnya. Masalah lain adalah beda terminal, kami harus naik skylink, semacam monorail dari terminal A ke terminal B itu akan makan waktu lama, sementara kami hanya punya waktu 15 menit untuk pindah pesawat sebelum boarding. Pusing. Masalah lain adalah karena Nina punya masalah lutut, baru bulan depan dia dioperasi, jadi untuk jalan masih sakit dan sangat lambat. Tidak akan terkejar!

Akhirnya kami menyampaikan kekhawatiran kami sebelum boarding pesawat pertama. Petugas akhirnya memindahkan tempat duduk Nina dan Kano ke depan sehingga dia bisa keluar pesawat terlebih dahulu, lalu akan ditunggu kursi roda yang akan didorong oleh petugas melalui jalur berbeda sehingga dapat pindah terminal lebih cepat. Syukurlah dengan pelayanan semacam itu, kami berlari-lari dan tiba di gate berikutnya 6 menit sebelum boarding dan langsung akan masuk pesawat paling dulu. Hehehe..

Eniwei, sambil menunggu sepanjang sore saya merenung. Banyak foto-foto perjalanan kami merekam keprihatinan saya ketika menyaksikan kondisi masyarakat di daerah selatan ini. Gelandangan ada di mana-mana, tempat-tempat umum banyak yang terlihat kotor ditambah sampah berserakan. Orang-orang yang jika berbicara penuh dengan kata-kata sampah, merokok ganja di mana-mana. Setiap kali keluar hotel kepala saya sangat pening karena bau jenis rokok ini. Saya sampai mencari informasi di internet, ternyata di state ini ganja tidak legal, hanya jika untuk keperluan kesehatan dan pengobatan saja diperbolehkan. Kenyataannya, orang-orang bisa bebas duduk dipinggir jalan menghisap rokok ini. Bebas seperti tidak ada aturan. Demikian juga alkohol. Tidak ada aturan sama sekali. Mungkin saja ada, tapi sepertinya diabaikan oleh setiap orang. Mereka membawa gelas penuh dengan alkohol di sembarang tempat. Kondisi lingkungan yang menurut saya jauh dari bersih, bau air seni di mana-mana. (Catatan: Foto-foto di bawah yang saya ambil dan tampilkan sengaja saya pilih daerah di French Quarter yang bersih-bersih dan artistik saja.)


"If you get another chance to come here, Are you going to?" Tanya saya pada Nina dan Kano.

"NO!" Jawab Kano tegas

"Kalo untuk konferensi, mungkin. Tapi bukan untuk jalan-jalan. Buat makanan saja." Jawab Nina.

Saya setuju dengan mereka berdua. Jika ada kesibukan yang produktif mungkin saya akan mempertimbangkan, tapi saya tidak akan ketempat ini untuk liburan. Yang menyenangkan bagi saya hanyalah makanan. Hampir semua yang saya nikmati, walau termasuknya mahal, layak mendapat acungan 2 jempol. Saya begitu menikmati seafood, tiram, gumbo, jambalaya bahkan po' boy, yang katanya berarti poor boy, jenis sandwich sederhana untuk orang-orang kebanyakan yang miskin-miskin. Itu mungkin semacam guyonan, saya tidak tahu. Yang jelas sandwich ini seringkali isinya udang goreng, oysters, crawfish dan lain-lain yang menurut saya sangat enak.

Yang saya perhatikan juga entah karena faktor pendidikan atau karena dari kelas masyarakat bawah, melihat dari latar belakang budaya dan nenek moyang mereka yang berasal dari perbudakan, karakter manusia di sini agak sedikit membuat kening saya berkerut. Anak-anak kecil dan anak muda seperti yang tidak memiliki role models sehingga banyak melakukan hal-hal yang menurut saya kurang baik. Meninggalkan sampah makanan di meja, tidak berusaha membantu menjaga kebersihan. Pokoknya pendek kata, kebiasaan hidup yang jorok! Yang lebih menyedihkan lagi, hal semacam itu juga dilakukan oleh orang-orang yang sebetulnya bisa memberikan contoh! Orang tua tidak mengkoreksi, bahkan ikut melakukan hal semacam itu. Demikian juga sopan santun hampir disemua kegiatan masyarakat, juga di jalanan! Saya hanya bisa mengelus dada dan menggeleng-gelengkan kepala. Menyedihkan. Yang lucu lagi, saya hampir tidak melihat polisi. Hanya 2 titik yang saya lihat itu juga sangat minim. Di kantor polisi (penuh mobil tapi tidak melihat personelnya) lalu ditengah keramaian. Polisi duduk di dalam kendaraan tidak melakukan apa-apa. Ini bukan tempat yang menjadikan pilihan saya untuk tinggal.


Mungkin saja kondisi ini sebagai imbas berkepanjangan hurricane Katrina kategori 5 yang menghancurkan banyak  state di di daerah selatan Amerika, dengan korban jiwa lebih dari 1500 orang dengan biaya perbaikan di atas 108 billion dollar  yang jika dikalikan dengan 15000 rupiah, entah nol nya ada berapa. Ini hurricane termahal yang pernah terjadi di Amerika. Masih banyak orang di sekitar sini yang belum bisa kembali ke kondisi normal sejak hurricane itu yang terjadi di bulan Agustus tahun 2005. Apakah karena ini? Saya tidak tahu.

This image has an empty alt attribute; its file name is 20230723_125039.jpg

Pikiran saya ini kemungkinan besar jauh dari akurat, dan terlalu banyak stereotyping, mungkin saja kekacauan ini karena ulah pengunjung dari state lain yang juga tidak kalah miskinnya serta mungkin memiliki masalah yang sama (haha.. ini stereotyping lagi). Kenapa saya mengatakan demikian? Karena dari beberapa orang yang saya temui dan ngobrol mereka kebanyakan dari daerah Alabama, Kentucky, Mississipi yang memiliki kemiripan jika melihat sejarah. Entahlah, tapi kondisi ini memang buat saya menyedihkan sebab New Orleans yang saya kunjungi sebenarnya dapat menawarkan banyak hal yang sangat luar biasa.


Kalau saya perhatikan bangunan-bangunan yang sangat khas peninggalan kolonial Perancis dan Spanyol, seperti di French Quarter yang hanya 2 blok dari hotel tempat saya tinggal, sangat menarik. Jika saja tempat itu bersih, masyarakatnya tidak jorok, saya akan senang banyak menghabiskan waktu di sana. Bangunan-bangunan di sana mempunyai eksterior yang menarik dengan loteng di atas yang diberi pagar-pagar besi. Indah sekali jika dirawat. Jalanan jika dirapihkan, bersih dari sampah dan genangan air kotor, sebetulnya akan sangat menyenangkan dan bisa menjadi obyek foto yang luar biasa. Saya tidak tahan berlama-lama di sana karena pusing bau rokok spesial itu, ditambah sekali lagi kotor dan bau. Anehnya setiap malam tempat ini berjubel dengan ribuan orang yang berpesta, bebas minum-minum, musik jazz, blues dan musik-musik lainnya yang hingar bingar serta orang-orang yang bergembira. Sangat kontradiktif dengan pemandangan yang saya saksikan. Ini memang tempat yang bukan main!