AES 841 Tragedi
joefelus
Tuesday September 12 2023, 11:46 AM
AES 841 Tragedi

Selama hidup, saya sudah menyaksikan berbagai kejadian mencekam. Bukan hal yang membanggakan menyaksikan kejadian-kejadian itu, karena semua itu hanyalah bencana, tragedi yang terjadi dalam kehidupan. 2 diantaranya membuat saya begitu emosional karena ada faktor yang mendekatkan secara personal.

Yang pertama, terjadi 22 tahun yang lalu. Twin tower World Trade Center yang di Amerika hari ini dikenang kembali. Saya pernah cerita 2 tahun lalu pengalaman saya di hari itu. Kejadian itu membuat saya mengerutkan kening dan mengelus dada karena tidak mengerti mengapa ada sekelompok manusia yang didera kebencian sehingga melakukan sesuatu yang begitu diluar peri kemanusiaan. Untuk apa? Saya tidak tahu dan tidak mau terlibat dalam diskusi yang saya tidak benar-benar mengerti. Yang jelas pada saat ini 22 tahun yang lalu hampir 3000 orang meninggal dunia. 

Sore ini saya menyaksikan film dokumenter yang diproduksi oleh National Geographic. Ada 6 episode dan setiap saat saya terus mencucurkan air mata menyaksikan cerita orang-orang yang terlepas dari tragedi yang mencekam itu. Beberapa waktu sebelumnya saya dan Nina berada di tower selatan, di lantai 107. Tower itu yang terlebih dahulu runtuh, ditabrak pesawat teroris di lantai 77 hingga 85. Itu lantai di bawah observation deck tempat saya dan Nina berada ketika mengunjungi gedung itu. Bayangkan jika pada saat itu saya berada di sana. Mereka yang berada di atas lantai 85 tidak akan selamat. Membayangkan itu saya merasa begitu tercekam. 

Bencana yang kedua terjadi di tahun 2004, 19 tahun yang lalu. Tsunami di Aceh. Lebih dari 200 ribu orang meninggal dunia. Saya tidak pernah ke Aceh. Tapi ada teman dekat saya yang hingga saat ini tidak diketahui keberadaannya. Bencana ini juga membuat saya begitu emosional karena begitu mencekam.

Yang ketiga adalah pandemi. Virus yang mengakibatkan lebih dari 2 juta manusia di dunia kehilangan nyawanya. Masa-masa yang bagi saya menakutkan karena banyak kekhawatiran yang saya rasakan. Kebiasaan tidak menyentuh gagang pintu tanpa menggunakan kertas tissue masih saya lakukan hingga sekarang, terutama pintu kamar mandi. Karena apa? karena saya masih takut. Saya masih rajin test covid hingga terakhir saya lakukan beberapa bulan lalu sampai akhirnya pemerintah menghentikan pelayanan untuk test Covid. Entah sudah berapa kali saya ditest. Saya bersyukur bahwa hingga saat ini saya tidak pernah terjangkit, tapi saya merasa kehilangan 2 tahun hidup saya. Kekhawatiran karena ketidakmenentuan kondisi kehidupan begitu mencekam. 

Hari ini, bertepatan dengan mengenang korban 911, saya berusaha mengenang sahabat yang hingga sekarang belum diketemukan di Aceh, dan juga teman-teman yang telah berpulang karena virus covid 19.

You May Also Like