AES 890 MRI, CT Scan, Dll
joefelus
Tuesday October 31 2023, 11:16 AM
AES 890 MRI, CT Scan, Dll

Saya duduk di sudut ruangan ER. Jam dinding menunjukkan pukul 9 lewat 37 menit. Ini akan menjadi malam yang panjang. Perut terasa lapar karena belum menyentuh makanan sejak siang tadi. Hari ini hampir semua waktu saya dihabiskan di 3 rumah sakit.

Kemarin  malam saya hampir tidak tidur. Nina merasa kesakitan di perut bagian atas di bagian bawah dadanya. Saya sebetulnya sudah mengusulkan untuk ke unit gawat darurat, atau kalau di sini dikenal dengan ER. Entah sudah berapa kali saya ke ER, untuk Nina saja setidak-tidaknya sudah hampir 10x sejak saya mengenal dia. Kano juga sudah beberapa kali. Sementara seingat saya, saya sendiri hanya 1 kali, itupun dulu sekali, ketika masih kuliah. Eniwei, kami pikir Nina ada masalah dengan maag atau gas karena beberapa hari yang lalu baru saja colonoscopy. Kami pikir ada gas yang terperangkap di bagian perut atas. Nina kesakitan sepanjang malam sehingga kami berdua hampir tidak tidur.

Paginya saya bawa nina ke Rumah sakit kampus. Dari pukul 7:30 hingga siang hari kami di sana. Para dokter agak bingung sebab tidak menemukan informasi yang jelas. Nina periksa darah, di x-ray, tidak terlihat ada masalah. Ada kecurigaan terjadi infeksi dari hasil test darah. Kami akhirnya pulang sesudah diberi beberapa hal yang harus dilakukan. 

Menjelang sore ada telepon masuk, Nina disuruh ke rumah sakit kedua untuk CT Scan. sepertinya dokter mencurigai sesuatu. Saya berangkat bersama Nina, sekitar 1 jam lebih kami disana karena lagi-lagi harus test darah lalu CT scan. kemudian kami pulang.

Malam hari ada telepon lagi masuk. Hasil CT scan menunjukkan Nina memiliki batu empedu. Hmm... Bingung saya, beberapa tahun yang lalu empedu Nina sudah diangkat, ternyata sekarang ada batu lagi. Dokter menyuruh kami ke ER untuk dimonitor dan operasi pengangkatan batu empedu. 

Kami tiba di ER menjelang pukul 9. Sebelumnya saya mampir ke tempat kerja Kano untuk memberitahu agar dia pulang diantar temannya. Tiba di ER langsung infus, test darah lagi, EKG karena terlihat detak jantung lumayan cepat, lalu MRI. Waduh!

Wah Nin, coba bayangkan kalau semua ini kita lakukan di Indonesia, bisa-bisa harus jual rumah!" Kata saya bergurau. Bayangkan saja, test darah 3 kali, X-Ray, EKG, CT Scan, MRI. Entah apa lagi. Pokoknya semua test dijalankan dan CT Scan serta MRI itu sama sekali tidak murah. Coba juga tambahkan dengan operasj ganti lutut lalu operasi pengangkatan batu empedu. Semua diborong!

Satu hal yang selalu membuat saya tidak khawatir selama tinggal di Amerika adalah security, terutama jika dikaitkan dengan kesehatan sebab kita bisa masuk ke rumah sakit manapun tanpa akan pernah ditolak atau dimintai uang! Tidak sama sekali. Yang penting dirawat dahulu, nyawa dulu baru urusan pembayaran belakangan. Selalu begitu. Jadi hari ini ketika saya membawa Nina ke 3 rumah sakit, saya tidak pusing atau khawatir karena hingga saat ini belum ada permintaan untuk membayar sama sekali. Tentu saja nanti ada perhitungan segala macam, tapi karena jatah membayar Nina sudah habis gara-gara operasi lutut kemarin, kemungkinan sekarang semuanya akan gratis. Keren ya? Hahahaha..  Ya kita lihat saja nanti. Kami masih menunggu kabar dari dokter bedah. Kelihatannya Nina akan dipindahkan ke rumah sakit ke-4 untuk menjalani operasi besok pagi.