AES 936 Peduli Orang Lain
joefelus
Saturday December 16 2023, 9:58 AM
AES 936 Peduli Orang Lain

Akhir-akhir ini saya terlalu sering berbicara tentang diri sendiri. Saya yakin orang lain akan bosan membacanya, saya juga mulai bosan terus-terusan memikirkan diri sendiri hahaha.. Nah, hari ini saya ingin ngobrol tentang orang lain. Apalagi sekarang semakin kental "mood" menjelang liburan akhir tahun. Liburan akhir tahun sangat identik dengan peduli pada orang lain, atau setidak-tidaknya dengan orang yang ada di sekitar kita. Misalnya di tempat kerja kemarin adalah hari-hari dimana mereka melakukan white elephant gift exchange atau kalau di tanah air lebih dikenal dengan acara tukar kado. Saya tidak akan membahas tentang acara itu, nanti terlalu panjang plus di sini ada semacam game nya, jadi sedikit agak berbeda. Eniwei, yang ingin lebih saya obrolkan adalah kepedulian kita pada orang lain.

Ada sebuah cerita menarik yang ingin saya jadikan ilustrasi. Ada seorang pengemudi bus sekolah yang bercerita tentang seorang anak yang setiap pagi naik busnya. Anak ini bercerita tentang seorang ibu-ibu manula tetangganya yang tidak keluar rumah selama berminggu-minggu. Sopir bus ini menjelaskan betapa sulitnya untuk orang tua bisa keluar rumah di musim salju.

Esok harinya ketika sopir itu tiba untuk menjemput anak itu, dia melihat anak itu sedang sibuk membersihkan salju rumah manula tetangganya itu dengan sebuah sekop. Sopir itu sangat gembira dan menunggu anak itu hingga selesai membersihkan salju. Anak-anak yang lain bertanya mengapa sopir itu menunggu. Sopir itu berkata bahwa seseorang yang berbaik hati menolong orang lain layak untuk diberi beberapa menit ekstra.

Esok harinya 7 orang anak naik ke bus kota itu dengan membawa selimut, makanan dan kartu ucapan untuk ibu manula itu. Sopir itu mengantarkan pemberian itu seusai bekerja. Sekarang setiap pagi ibu manula itu berdiri di depan rumahnya dan melambaikan tangannya setiap kali bus sekolah itu lewat yang disambut oleh anak-anak sekolah itu dengan riang gembira. Sopir bus sekolah itu sangat bahagia dan bangga bahwa anak-anak sekolah yang baik ini menumpang busnya!

Cerita yang kedua tidak kalah menariknya. Seorang guru memberikan balon kepada setiap muridnya. Mereka harus meniup balon itu tapi sebelumnya dia harus menuliskan namanya pada balon itu. Ketika semua balon sudah ditiup, guru itu mencampur aduk balon-balon itu lalu memberi waktu 5 menit agar anak-anak itu menemukan balon dengan nama mereka masing-masing. Kekacauan terjadi dan tidak ada seorang anakpun yang menemukan balon dengan namanya.

Lalu guru tadi menyuruh anak-anak masing-masing mengambil satu balon lalu mencari pemiliknya dan memberikan balon itu pada pemiliknya. Kurang dari 5 menit semua anak telah memiliki balon dengan nama mereka masing-masing.

Guru itu berkata. Balon ini ibaratnya adalah kebahagiaan. Kita tidak akan dapat menemukannya jika masing-masing mencari untuk diri sendiri. Tapi jika kita peduli pada orang lain dan memberikan kebahagiaan pada mereka, maka kita akan memperoleh kebahagiaan pula untuk diri sendiri.

Peduli pada orang lain merupakan hal yang sangat fundametal bagi kemanusiaan. Jika kita peduli pada diri sendiri, itu akan membantu kita melindungi diri dari berbagai hal seperti rasa bersalah, rasa sakit karena relasi yang berantakan, trauma atau rasa sedih karena ditinggalkan oleh orang yang kita kasihi. Sedangkan rasa peduli pada orang lain menghubungkan kita satu sama lain, kita membantu orang yang kesusahan dan sebagainya tetapi juga sekaligus memberi kita tujuan hidup dan arti dari hidup.

Cerita-cerita ilustrasi di atas menunjukkan bahwa ada rasa peduli pada orang lain, seorang anak yang peduli pada tetangganya yang sudah manula, misalnya. Jestur kebaikan yang disalurkan tidak perlu sesuatu yang luar biasa, hal yang kecil seperti membersihkan area di depan pintu dari salju supaya tidak licin, sudah merupakan bentuk perhatian yang sangat mendalam bagi seorang manula yang sudah terbatas gerakkannya. Kata-kata yang baik, sapaan hangat bahkan senyuman merupakan hal-hal kecil yang bisa kita berikan sebagai bentuk kepedulian pada orang lain yang kemudian mendorong kita untuk berinteraksi satu sama lain yang kemudian bisa membangun relasi yang saling menguntungkan satu-sama lain.

Foto credit: elderlycareca.com