Kano semester ini mulai mengambil kelas di CSU, dia memanfaatkan employee study privilege yang dimungkinkan oleh Universitas karena bekerja sebagai karyawan tetap. Lumayan, dia bisa mengambil 9 credit.
"I want to go home and take a fast shower because I need to finish my homework." Katanya di dalam kendaraan ketika saya menjemput dia sepulang kerja malam tadi.
"Ya? How's your class by the way?" Tanya saya.
"It's easy. I am an A plus student, and I want to keep it that way." Katanya. Ada nada bangga dalam dirinya dan itu saya tanggapi dengan positif.
"Awesome! Keep it up." komentar saya.
Bekerja sambil bersekolah bukan hal yang mudah. Apalagi pekerjaan Kano ini bukan jenis yang santai-santai. Dia bersama rekan-rekannya menyediakan makanan untuk ribuan orang. Saya ingat sekali beberapa tahu yang lalu berusaha mengejar gelar master untuk bidang pendidikan dan tubuh renta saya ini (hahaha) tidak mampu untuk melakukannya. Bukan hal yang mudah ketika pulang dari bekerja dengan tubuh lelah lalu harus bersiap-siap mengikuti diskusi secara online yang sudah dimulai sejak tadi pagi. Belum lagi setumpuk bacaan dan tugas-tugas. Saya harus begadang hanya untuk membaca dan berdiskusi kemudian tubuh dipaksa untuk tidur ketika otak sedang sibuk bekerja karena subuh nanti saya harus bangun dan ke kantor. Hampir tidak ada waktu tersisa untuk melakukan hal yang lain.
"I don't want to work like this for the rest of my life, Dad." Kata Kamo lagi.
"Then be good at school and get your degree." Kata saya
"That's what I'm doing." Katanya.
Saya terus tersenyum selama perjalanan pulang. Anak ini sedang mulai memetakan hidupnya. Pekerjaan yang sekarang sebetulnya bukan pekerjaan yang buruk. Penghasilan yang dia peroleh sebetulnya sudah jauh lebih dari cukup untuk hidup, jika dia menginvestasikan dan menabung dengan baik, saya yakin dia akan bisa menjadi orang yang lumayan berhasil. Banyak teman-teman saya, bahkan saya sendiri tidak menghasilkan sebaik dia. Coba saja pikirkan, dia baru lulus SMA 2 tahun yang lalu, belum menyelesaikan pendidikan di universitas, tapi sudah dapat berkarir dengan cukup baik. Dia masih mempunyai keinginan dan cita-cita untuk menjadi orang yang lebih baik lagi. Nah itu yang saya sangat banggakan. Dia melihat ke depan, dia mempunyai gambaran tentang masa depan seperti apa yang diinginkan. Bagi saya untuk seseorang yang masih sangat muda seusia dia, sungguh merupakan suatu yang baik. Dia mulai membuka jalan dan kesempatan serta arah yang ingin dia tuju. Dia berusaha menemukan jalan yang akan dia telusuri untuk mencapai tujuan yang diinginkan. Bisa saja sih suatu waktu dia berubah, tidak semua orang memiliki tujuan hidup yang mapan sejak awal, saya sudah berganti berkali-kali. Bagi saya dia sudah berada di jalan yang benar! Mudah-mudahan saja semua dapat berjalan dengan lancar.
Foto credit: carlamaclachlan.com