AES 1059 Burn
joefelus
Thursday April 18 2024, 10:34 AM
AES 1059 Burn

" Hey Jo, Kano burned his foot on the steamer. Seems he is in a lot of pain. We're at the CSU Health Center right now. Wanted to let you know since he doesn't have his phone on him."

Saat itu saya sudah di rumah usai jam kantor. Pesan barusan masuk dikirim oleh salah seorang manager di tempat Kano bekerja. Sekedar pemberitahuan tentang kejadian di pekerjaan Kano. Saya tahu segala hal yang terjadi di tempat kerja selalu ditangani dengan baik. Jika ada kecelakaan di tempat kerja, ada prosedur yang biasa dijalankan, termasuk tindakan yag harus dilakukan demi keselamatan dan sebagainya. Saya sama sekali tidak khawatir. Jika keadaan serius, saya juga pasti akan diberitahu.

"Kano had an accident at work. He burned his foot." Kata saya kepada Nina.

"How bad is it? Should we go and see him?" Tanya Nina

"Ga tahu. Belum ada berita. Kano sudah dibawa ke rumah sakit. Nanti kalau ada berita lanjutan, pasti merka akan kabari aku. Biar saja, itu kejadian biasa di tempat kerja." Jawab saya

Namanya bekerja di dapur, banyak persitiwa yang terjadi di sana. Saya malah pernah melihat salah satu pekerja yang sedikit teriris pisau jarinya lalu berdarah-darah. Itu biasa, tapi yang membuat kejadian itu tidak biasa adalah karena yang bersangkutan tidak tahan melihat darah lalu pingsan. Di dapur memang selalu banyak kejadian. Dulu lengan saya penuh dengan bekas-bekas terbakar. Saya memanggang roti dan mengeluarkan tray panggangan puluhan kali salam sehari, jika saya terburu-buru dan kurang hati-hati lengan saya di bagian siku sebelah dalam sering menyentuh tray dan hanya butuh waktu sepersekian detik lalu kulit saya melepuh. Butuh waktu lama hingga bekasnya menghilang. Dekat ibu jari sebelah kanan saya pernah terkena minyak panas sedikit, hingga sekarang walau sudah bertahun-tahun masih bisa terlihat bekasnya. Itu jadi kenang-kenangan hahaha..

Sekitar pukul 6, ada pesan masuk, kali ini dari Kano.

"Can you pick me up?" Tanya Kano

"Of course. How's your foot?" Tanya saya

"Painful." Jawabnya pendek.

"Will be there in 10." Jawab saya yang langsung naik ke atas dan berganti pakaian. Nina langsung berkemas juga karena dia ingin ikut. Wajar. Ibunya ingin langsung melihat bagaimana kondisi anak satu-satunya itu.

Kurang dari 10 menit saya tiba di tempat kerja Kano. Saat parkir salah satu pekerja bagian administrasi keluar dari kantornya langsung mendekati saya dan memberitahu bahwa segala bentuk prosedur sudah ditangani, berkas-berkas untuk klaim ke asuransi dan sebagainya sudah dikerjakan. Dia juga melaporkan bahwa sebenarnya Kano tidak ingin ke rumah sakit dan berniat terus melanjutkan pekerjaannya. Akhirnya setelah dibujuk banyak orang dia menyerah dan bersedia dibawa ke rumah sakit. Mungkin karena makin lama kakinya makin sakit karena melepuh di berbagai tempat.

Saya masuk dan berusaha mencari Kano. Dia malah sedang ngobrol dan katanya akan mengambil makan malam dahulu sebelum pulang. Dia akan tetap tinggal di rumah hingga kakinya membaik, asuransi mengijinkan dia setidak-tidaknya tinggal di rumah menjalani masa penyembuhan selama 6 hari.

"You choose to eat a sandwich over my grilled chicken?" Tanya saya bergurau.

"Ah, you are right. Let's go home." Katanya sambil membuang kotak yang tadinya akan dia isi dengan makanan. Dia memilih ayam panggang buatan saya hahaha..

Kano jalan tertaih-tatih. Jari-jari kakinya yang melepuh dibebat dan sesudah itu tetap memakai sepatu. Bisa dibayangkan sakitnya. Apalagi kalau terbakar seperti itu kulitnya melepuh dan diantara kulit dan daging banyak cairan. Itu juga terjadi pada saya ketika membantu memanggang kalbi beberapa minggu yang lalu. Karena saya tidak sabar, saya pecahkan bagian yang melepuh itu. ternyata itu tindakan yang keliru. Dokter bilang justru melepuh itu adalah proses untuk melindungi luka dan harus dibiarkan sebab proses penyembuhan akan semakin cepat daripada jika dipecahkan. Benar saja, sudah 2 minggu lebih luka saya masih belum sembuh bahkan sering kembali berdarah. Nah Kano diberi tahu oleh dokter agar tidak mengganggu luka-lukanya serta diminta menggunakan krim untuk menjaga lukanya agar tetap lembab sambil makan obat-obatan. Ya sudah, beberapa hari ke depan saya tidak perlu sibuk mengantar jemput Kano ke dan dari tempat kerja, tapi saya harus memikirkan makanan di rumah sebab Kano pasti harus makan di rumah dan dia kalau makan sangat banyak! Hahahaha...

Foto credit: thepodiatrygroup.com