Tubuh saya begitu berkeringat sesudah berjalan sekian lama menyaksikan keramaian malam kota New Orleans yang sangat panas dan lembab. Saya hanya sendirian karena semua memilih untuk beristirahat. Saya tidak mau hanya menghabiskan waktu berlibur hanya untuk tidur di hotel. Rugi! Saya memilih berjalan kaki berkeliling. Hotel saya tidak jauh dari Bourbon street yang terkenal itu. Jadi saya memutuskan berjalan kaki ke sana. Tidak lebih dari 2 blok sebetulnya jika saya tahu jalan.
Nama jalan terkenal itu sebetulnya biasa saja. Penuh dengan orang yang berjubel menghabiskan malam dengan bersenang-senang. Lokasinya sendiri terlihat kuno dan agak kumuh karena penuh dengan bangunan tua dan agak kotor karena banyak orang yang sepertinya tidak peduli dengan kebersihan. Bau pesing dan bau alkohol menjadi ciri khas daerah situ. Tidak heran karena dimana-mana banyak orang berjualan alkohol dari botol-botol minuman yang berkelas hingga toko -toko yang bejualan daquiry. Minuman beralkohol yang sudah dicampur dengan es, seperti slushy atau slurpynya seven eleven tapi mengandung alkohol.
Suara musik, orang berteriak, bernyanyi serta artis jalanan menjadi ciri khas daerah situ. Ada seorang ibu muda yang bernyanyi dengan suara yang sangat indah ditemani seorang balita yang duduk tenang di strolernya. Sebentuk kepedihan seorang ibu yang mencari nafkah sebagai artis jalanan. Jalan kecil itu penuh sesak dengan ratusan atau bahkan ribuan orang yang berlalu lalang. Kendaraan memang tidak diijinkan masuk. Warna-warni lampu yang meriah memberikan kesan seolah-olah ada pesta jalanan. Saya berada di sana hanya sekedar supaya bisa mengatakan bahwa saya "pernah" karena kalau dipikir-pikir apa sih istimewanya berasa di sana? Sama saja dengan keriuhan di pasar malam kok. Bedanya di sini melibatkan alkohol dan kebebasan.
Sebelumnya saya makan malam di sebuah restoran legendaris. Dooky Chase namanya. Ini restoran yang sudah beroperasi sejak lama. Sejak tahun 1941. Berada jauh ari keramaian. Saya memesan sajian ayam dengan saos creole, udang dan okra. Disajkan dengan nasi jambalaya Kano memesan, sajian ikan dan Nina Gumbo. Terus terang walau kami sering menikmati makanan Selatan, tapi baru kali ini kami menikmati sajian yang original. Rasanya bukan main. Restoran ini unik. tampak seolah-olah restoran fine dining, dengan alat makan yang lengkap, tapi sangat kasual. Tapi kualitas makanannya memang uar biasa. Tidak heran presiden Obama dan Bush pun pernah makan di sini.
Sajian di bawah ini merupakan makanan pembuka yang membuat saya berada di siatu tempat yang tidak dapat diungkapkan. Ini potongan roti yag sudah dipanggang tapi begitu lembut dan sekaligus renyah tapi sangat airy. Belum pernah seumur hidup saya merasakan roti seluar biasa ini. Begitu diolesi dengan 3 jenis spread: Eggplant farci lump crab meat, tomato concassee black olives and boiled shrimp serta minced Oysters and garlic, kalau orang bule saya akan mengatakan mind blowing! Terus terang, ini sajian yang spektakular. Ini makanan berkelas yang sangat luar biasa.

Chicken creole yang dimasak dengan okra, udang serta disajikan dengan nasi jambalaya untuk lidah saya memang memberikan kenikmatan yang tak terlupakan. Saya dapat merasakan bahwa yang membuatnya penuh kesabaran, mengutamakan detail dalam teknik dan bahan sehingga semua menyatu dan sulit dipisahkan. Kreasi yang sangat luar biasa.

Saya orang Indonesia yang tidak peduli anggapan orang. Untuk sebuah tempat yang sudah lama ingin dikunjungi, saya tidak mau melepaskan kesempatan begitu saja dengan berdiri di lokasi legandaris untu diabadikan hahahaha.

Ini hari pertama saya di New Orleans. Saya tidak bisa bercerita panjang lebar karena sangat lelah dan kurang tidur sesudah berangkat dari rumah lewat tengah malam, saya hampir terus membuka mata hampir 24 jam. Ternyata umur memang tidak bisa dikelabui hahahaha.. Mudah-mudahan sesudah istirahat malam ini besok saya bisa bercerita dengan lebih baik. Saat ini hanya satu yang saya butuhkan: Memejamkan Mata!
Oh iya Nola adalah singkatan dari New Orleans, Louisiana.