#Langkah ke 7 masih berada di seputaran Curug Cibareubeuy-Desa. Cibeusi Subang. Adalah Curug Pandawa 5 yang terletak tak jauh dari kawasan wisata alam Curug Cibareubeuy. Papan penunjuk hanya berupa tulisan ala kadarnya dengan menggunakan arang. Berjalan menyusuri tepian hutan di kaki gunung, sesekali terdengar suara petir menggelegar dan nampak dikejauhan awan mendung siap menurunkan air hujan.
Lokasi Curug Pandawa terletak di Desa Cibeusi, Kecamatan Ciater, Kabupaten Subang, Jawa Barat. Curug ini menawarkan nuansa alam dengan penuh ketenangan. Posisi curug cukup tersembunyi, sehingga masih jarang sekali dikunjungi.
Yang menarik dari curug ini adalah air terjunnya yang memiliki tingkatan 5. Itulah alasan kenapa disebut Curug Pandawa 5. Selain itu, di dalam komplek curug terdapat taman serta menara untuk berfoto. Kondisi alam yang sangat asri, air terjun mengalir deras, jernih , bersih, dan dingin membuat mata melek.Curug Pandawa melayani pengunjung setiap hari dari jam 08.00-17.00 WIB. Harga tiket masuknya sebesar Rp6.000. Untuk tiket parkir motor Rp5.000, dan Rp10.000 untuk mobil.Di Curug Pandawa sudah tersedia kios yang menjual makanan dan minuman ringan. Bahkan di tengah persawahan, ada yang membuka warung makan. Di dalam komplek curug sudah disediakan fasilitas gazebo bagi pengunjung yang ingin melepas lelah sejenak setelah melakukan perjalanan cukup jauh. Tak ketinggalan keberadaan musala dan toilet bersih.Curug Pandawa dapat diakses dengan mudah, dapat menggunakan kendaraan pribadi maupun umum. Mencapainya terbagi menjadi dua rute, yakni rute hutan dan persawahan. Untuk rute hutan dapat ditempuh lebih cepat, tetapi medannya menanjak. Sedangkan rute persawahan berjarak sekitar 2.5 km dari lokasi parkiran. Untuk itu, stamina harus kuat. Sepanjang perjalanan menuju curug, pengunjung baka dihibur dengan pemandangan sawah yang membentang luas. https://brisik.id/read/63120/dingin-segar-curug-pandawa-5-di-subang
Berbeda dengan Curug Cibareubeuy yang tidak ada warung penjual makanan dan saung - saung yang dibuat untuk tempat beristirahat, Curug Pandawa nampak lebih tertata terbukti dengan adanya tanaman - tanaman yang tersusun rapi. Meski tidak setinggi Curug Cibareubeuy tetapi pesona curug pandawa bagi saya tetap menyegarkan mata. Tes...Tes...Tes...Hujan mulai turun dengan deras, sehingga saya memutuskan untuk berteduh di salah satu warung yang masih buka dan meminta segelas kopi. Saat saya berkunjung kesana nampaknya hanya warung tersebut yang buka karena memang saya berkunjung dimasa ppkm dan hari kerja pula. Sedikit berbincang dengan pemilik warung dan diketahuilah bahwa ada jalan lain yang bisa saya ambil melalui hutan agar lebih dekat ke temat parkir kendaraan. Hanya saja pemilik warung menyarankan agar saya ditemani pemandu apabila hendak mengambil jalan ke hutan. Selain tidak ada warung dan sangat jarang dilalui warga, pemilik warung tersebut khawatir saya tersesat. Semula saya juga merasa ciut nyali untuk mengambil jalur tersebut namun karena merasa mumpung sedang di Cibareubeuy, kapan lagi saya bisa aprak aprakan dihutan dibawah air hujan dan sesekali petir. heheh...Sejenak setalah hujan mulai reda, kopi telah habis dan membayar makanan ringan yang saya lahap, saya memutuskan untuk segera kembali ke parkiran dengan melalui jalan hutan yag telah pemilik warung tunjukkan. Jalan nya cukup jelas meski kadang ngeri sendiri karena disamping kiri atau kanan ada jurang. Dibawah rintik hujan, saya berjalan lurus dan sesekali terpeleset karena sol sandal gunung sudah tipis. Ah...coba saya pakai sepatu hiking, mungkin saya tidak harus terpeleset.Jalanan tak jarang menanjak dan tantangan terbesar adalah saat jalan menurun, dengan sandal yang licin yang tanah yang juga basah karena hujan dan kiri atau kanan adalah jurang maka saya hanya bisa ngesot...parah deh. toba - tiba petir kembali terdengar keras, hujan kembali mengguyur deras. Ditambah angin yang mulai kencang membuat saya menggigil. Bergegas saya mempercepat langkah, namun semakin saya mempercepat langkah, semakin deras hujan dan angin yang berhembus. Sial..saya fikir. Ini bukan hujan biasa, ini badai. Itu kali pertama saya merasakan badai ditengah hutan. Gelap semakin terasa, sesekali kilatan petir dikejauhan serta angin dan hujan yang bergemuruh. Saya tidak lagi melangkah tergesa, buat apa ? Jas hujan hingga pakaian saya sudah basah. Saya menikmati langkah itu, langkah dijalan setapak ditengah hutan dibawah guyuran hujan badai. Kapan lagi saya merasaan pengalaman seperti ini ? Dikota mungkin kita akan mati matian menghindari hujan, agar baju tidak basah, agar kendaraan tidak kotor, tapi ditengah hutan seperti ini....Pengalaman sekali seumur hidup (bahkan berkali kali karena saya akhirnya sering terkena badai ditengah perjalanan saat hiking heheh). Pikiran saya akan demam, masuk angin setelah kembali saya buang jauh jauh dan terbukti saya tidak demam atau masuk angin keesokan harinya. Kalo pegal di kaki ya itu biasa, namanya juga jalan kaki tambah ke pleset berkali kali karena jalanan licin. Entah berapa lama saya berjalan, tidak berani juga mengeluarkan Hp karena resiko hp kebasahan. Perlahan jalan yang mulai terus menurun namun dan dikiri atau kanan mulai tampak sawah dan kebun warga. Horeeeee...saya berhasil keluar dari tengah hutan. Semakin dekat ke pemukiman warga, hujan makin kecil hingga hanya menyisakan gerimis tipis dan jalan pun berubah dari jalan tanah menjadi jalan yang telah disemen warga. Begitu saya melihat bagian kaki, ya Tuhannnn....selain belepotan lumpur tanah,daun dan tanaman menempel, juga sobek dibeberapa bagian ahahahah...ya iyalah beberapa kali jatuh terpeleset ya lumayan juga. Sebelum kembali ke tempat parkir, terlebih dahulu saya mampir kesebuah warung kopi. Kembali meminta segelas kopi hangat untuk menghangatkan badan. Pemilik warung bertanya, saya habis dari curug ? Saya jawab iya. Senja sore itu, ditemani kopi hangat, badan yang basah kuyup dan dingin mulai menusuk, saya kembali memacu kendaraan saya kembali ke kota Bandung. Eiittssss...ditengah perjalanan pulang, sebelum sampai di kawasan Ciater, saya menemukan satu curug lagi. Nama nya Curug Koleangkak atau lebih dikenal dengan nama Curug Biru...Penasaran ??? Tunggu di blog #LANGKAH selanjutnya yaaaa