AES 1071 Melayang
joefelus
Tuesday April 30 2024, 10:27 PM
AES 1071 Melayang

Sudah beberapa hari terakhir saya sangat kurang istirahat. Tugas pekerjaan, kunjungan rumah sakit dan tugas-tugas lainnya seperti dokumen yang harus dikerjakan begitu menyita waktu hingga seringkali jam-jam istirahat saya terganggu. Semalam saya berusaha menulis, bahkan sudah ada 2 yang sempat saya mulai dan kedua-duanya berhenti ditengah jalan karena begitu kelelahan dan saya sangat butuh istirahat agar pagi hari bisa bangun lebih awal dan menyiapkan ritual pemberian antibiotik melalui PICC yang membuat saya agak nervous karena harus melalui prosedur yang agak rumit untuk seorang pemula seperti saya.

Mungkin karena kurang istirahat, kebugaran saya juga sangat terganggu, sudah beberapa hari ini merasa kurang sehat dan seperti yang saya katakan beberapa hari yang lalu, saya merasa seperti zombie. Nah itu berlangsung terus bahkan semalam saya seperti setengah sadar. Daripada saya menulis sesuatu yang ngawur, akhirnya saya berhenti. Pagi ini saya ingin melanjutkan, tapi di kantor syaa seperti yang sedang melayang-layang hahaha..

3 jam istirahat tidak cukup untuk tubuh yang mulai renta ini hahaha, saya harus bangun lebih awal, mengeluarkan antibiotik dari kulkas karena minimal harus 1 jam di suhu ruang sehingga tidak memberikan efek tertentu ketika dimasukkan ke tubuh melalui kateter yang sudah beberapa hari terahir ini menempel di lengan atas sebelah kiri Nina. Prosedur memberikan antibiotik ini harus super hati-hati, ada 3 cairan yang harus diberikan disamping antibiotik dan masing-masing harus dibuat steril sebaik mungkin. Ini membutuhkan kehati-hatian dan tidak boleh dalam keadaan mengantuk sebab jika ada kesalahan bisa berbahaya sebab semua cairan yang diberikan melalui kateter ini langsung memasuki vena besar yang dekat dengan jantung.

Nina masih terbatas mobilitasnya, sehingga memang agak lebih bergantung pada kemampuan saya membagi waktu antara tugas rumah, pekerjaan dan juga merawat Nina. Semalam saya sudah terlalu lelah sehingga agak grouchy yang akhirnya saya sesali. Membayangkan seseorang yang tergantung pada orang lain dan tidak berdaya serta melihat orang lain itu agak judes, membuat saya begitu menyesal. Saya bangun pagi tanpa mengeluh dan langsung mempersiapkan ritual pemberian antibiotik.

Kemarin saya sempat menonton video proses pemberian antibiotik melalui PICC. Alat ini juga biasa digunakan oleh penyandang kanker yang melakukan kemoterapi. Nah, mengingat ini saya merasa lebih bersyukur karena yang saya berikan adalah antibiotik bukannya racun pembunuh sel-sel kanker yang juga berakibat buruk bagi organ-organ tubuh lainnya. Saya sudah pernah menyaksikan seseorang yang hancur perlahan-lahan karena kanker dan kemoterapi ini, yang pada akhirnya juga kalah dalam perjuangan melawan sel-sel ganas ini. Kemarin suster juga datang melatih Nina dan saya untuk melakukan pemberian antibiotik ini. Kalau hanya sekedar bermain peran, saya pasti suka sekali, tapi ini akan sungguh-sungguh dilakukan dan keselamatan Nina tergantung pada hal ini dan akan berlangsung selama sekitar 60 hari. Saya agak terintimidasi karenanya.

Proses pemberian berjalan lancar. Saya merasa agak lega ketika semuanya usai. Saya tahu setelah beberapa kali ritual ini kami lakukan, semua akan dengan mudah kami jalani. Yang pertama-tama memang membuat kami semua nervous. Tidak sulit ternyata, tapi memang faktor kebersihan dan keselamatan sangat penting sebab saluran ke vena besar ini terbuka dan sangat berbahaya jika terkontaminasi. 

Sesudah semua selesai, saya mulai bersiap-siap ke kantor. Sarapan untuk Nina sudah saya siapkan sejak semalam, hanya butuh kopi yang saya lakukan pagi ini. Tubuh masih terasa melayang, tapi sore nanti saya mungkin akan bisa beristirahat dan semoga saya tidak akan melayang-layang lagi hahaha...

Foto credit: stock.adobe.com