AES 1080 Pencapaian
joefelus
Thursday May 9 2024, 11:08 AM
AES 1080 Pencapaian

Berapa banyak orang yang sudah mengetahui destinasi hidupnya sejak awal? Saya ragu bahwa ada orang yang sudah yakin akan itu. Saya merupakan salah satu dari mereka yang tidak pernah mengetahui ke mana arah yang harus saya tuju. Sangat masuk akal sebab ketika kita hidup dalam segala keterbatasan, kadangkala bermimpi aja sudah merasa malu sendiri karena saya tidak mau dianggap sebagai punguk merindukan bulan, orang yang bergitu muluk-muluk tanpa sadar diri akan kondisi yang sedang dijalani. Yang masuk akal saja dulu, Bukan begitu alasannya?

Memang benar sejak kita kecil selalu diajarkan untuk berusaha meraih bintang, mengejar cita-cita setinggi langit dan sebagainya. Tapi bagi saya itu hanya peribahasa, hanya slogan yang muluk yang tidak masuk akal. Itu dulu, ketika hdup serba sederhana yang merasa kaki terbelenggu. Jangankan terbang, melompat saja sulit sebab kaki terikat dengan kemiskinan. 

Oh saya sama sekali tidak mengeluh apalagi menghujat orang tua. Justru karena serba keterbatasan itu saya diajarkan oleh orang tua untuk serba krestif, berusaha mencari jalan keluar dari setiap masalah, dan menjadi trampil karena mempelajari berbagai skill untuk survive. Jangan salah, orang yang serba terbatas seringkali memiliki kemampuan untuk survive lebih baik dibandingkan mereka yang mendapati segala hal dengan mudah. Sederhana saja, jika segala sesuatu mudah diperoleh, maka usaha yang dilakukan pun sangat minim, lalu apakah orang tersebut menjadi trampil? Ini tentunya sebuah pertanyaan besar. Memang tidak bisa mengeneralisir semuanya, saya punya banyak teman yang jauh lebih berada dan juga tetap trampil karena didikan keluarga yang baik.

Menurut saya, berdasarkan pengalaman, destinasi dalam hidup itu berubah-ubah disesuaikan dengan kondisi. Saat masih kecil, saya melihat orang-orang yang bersekolah berseragam celana panjang abu-abu itu keren, lalu saya bercita-cita ingin menjadi salah satu diantar mereka. Sederhana sekali, hanya ingin bisa masuk SMA. Sesudah selesai SMA saya ingin keluar dari kampung, itu cita-cita baru. Sesudah keluar dari kampung dan merantau, saya ingin jadi mahasiswa, dan begitu seterusnya. Tujuan hidup saya terus berubah karena banyak pintu terbuka ketika saya sudah berada di situasi baru yang lebih baik.

"Ini lambang apa, Nin?" Tanya saya ketika stola untuk kelulusan tiba.

"Oh itu lambang the first generation." Jawab Nina pendek.

"Maksudnya?" Tanya saya penasaran

"Maksudnya, aku ini generasi pertama dalam keluarga yang bisa mencapai gelar doktor."

Saya mengangguk-angguk. Ternyata disini punya kebiasaan begitu. Sebagai bentuk kebanggaan ketika seseorang lulus tingkat pendidikan tertentu dan mengetahui bahwa dia orang pertama dalam keluarga yang mencapai tingkat pendidikan itu, maka sebagai bentuk rasa bangga, mereka mencantumkan logo the first generation.

Saya langsung ingat ketika acara wisuda Kano ketika dia lulus SMA beberapa tahun yang lalu. MC mengajak para siswa yang diwisuda untuk berdiri jika mereka adalah generasi pertama dalam keluarga yang lulus SMA. Saya langsung bengong karena ternyata di Amerika, atau mungkin lebih tepat di kota tempat saya tinggal sekarang masih banyak anak-anak yang merupakan generasi pertama yang lulus SMA. Itu artinya orang tua mereka tidak lulus SMA. Mengejutkan sekali bukan? Tadinya saya pikir hanya di negara miskin yang masih banyak warganya yang tidak sampai mengenyam sekolah menegah atas. Ternyata di negara adidaya masih banyak sekali. 

Saya sangat setuju Nina nanti akan mengenakan logo itu karena dia memang layak untuk berbangga. Selama saya mengenal Nina, mungkin lebih dari 75% hidupnya dihabiskan untuk belajar! Kalau dia mau sebenarnya dia bisa menempelkan banyak atribut gelar belajar yang sudah dia capai. Tapi saya sangat kagum bahwa dia sama sekali tidak suka namanya diberi embel-embel gelar seperti kereta api. Dia ingin merayakannya dengan sederhana denga sebuah simbol kecil yang mengingatkan bahwa ada sebuah tingkatan yang sudah di capai dalam keluarga. 

Foto credit: laurenkroll.co/colorado-state-university-rebrand/

You May Also Like