AES 1097 My Reality
joefelus
Monday May 27 2024, 11:07 PM
AES 1097 My Reality

Begitu banyak diantara kita yang menyembunyikan diri dari kebenaran apalagi jika kenyataan yang akan kita hadapi adalah sesuatu yang menyakitkan. Silakan diresapi jika kita ingin jujur pada diri sendiri, banyak peristiwa dalam kehidupan kita yang kita hadapi dengan cara demikian, tidak hanya dikalangan muda bahkan yang sudah sebagian besar rambut ini beruban seperti saya. Kenyataan memang kadangkala begitu pahit sehingga kita beruaha untuk menutup mata dan berusaha untuk menyangkal bahwa kenyataan itu ada atau akan ada.

Hal yang menyedihkan atau menyakitkan kadangkala kita tutupi dengan berbagai penyangkalan. Kita berkelit dan menggunakan berbagai alasan untuk menutupinya, tapi begitu mata kita terbuka dan mengenakan kaca mata sehingga mampu melihat dengan jelas, dan ketika lampu kita nyalakan, kita langsung menyadari bahwa situasi semacam itu tidak dapat lagi dihindari. Semakin lama kita menyangkal, semakin buruk kondisi yang nanti akan kita hadapi, apalagi waktu yang tersisa tidak mendukung kita, tidak berada di pihak kita.

Kita semua sadar bahwa seringkali kenyataan begitu dalam dan ketika segala sesuatu menjadi semakin jelas dan buram pada saat yang bersamaan, kita tidak mau membicarakannya lagi karena kita tahu dan sadar bahwa hal tersebut sangat menyakitkan dan kita masih belum mempercayainya bahwa itu akhirnya terjadi pada diri kita. Segala pengalaman dan kemampuan yang sudah kita bangun dan kita kumpulkan seringkali tidak banyak berguna. Tapi ketika momen itu tiba, yang dapat dan harus kita lakukan adalah menghadapinya. Kita tidak lagi lari daripadanya, tidak dapat menyangkal atau bahkan berdalih lagi. Apakah peristiwa itu akan baik atau buruk bagi kita, yang harus kita lakukan adalah menerimanya, merangkulnya dan menjadikan itu semua menjadi bagian dari pengalaman hidup. Itu adalah bagian dari kenyataan, bagian dari jati diri kita.

"I will start doing it next week." Kata Kano menyadarkan saya dari lamunan hari ini.

"Ok, then I will buy more boxes. Or do you want a big plastic container?" Tanya saya

"Maybe bags are better so when he is done with them he can collapse them and they won't take so much space." Kata Nina nimbrung.

Saya memang sudah mulai dengan memilah-milah barang, apa yang akan kami sumbangkan, apa yang akan dibuang dan yang akan kami bawa. Kami tinggal di tengah-tengah benua, sehingga agak sulit membawa banyak barang karena membutuhkan 2 pengiriman. Pengiriman ke pelabuhan dan pengiriman ke tanah air. Biaya jadi 2 kali lipat.

Ini adalah kenyataan yang harus saya hadapi. Sudah sekian lama menunda-nunda karena masih berusaha mengendapkan semua informasi itu bahwa segala sesuatu yang akan dihadapi ini adalah nyata. Siapa yang akan mampu dengan mudah mengubah hidup secara drastis? Tidak semudah membalikkan tangan. Saya akan mulai lagi dari nol dan mengulang kembali dari awal. Ini sudah terjadi berkali-kali dan saya tahu itu sama sekali tidak mudah.

Saya mempunyai jiwa petualangan yang besar, tapi ketika sudah mencapai usia tertentu dan kemampuan tubuh dan energy berkurang, ada saatnya kita harus berkata bahwa enough is enough. Lebih dari separuh hidup saya dihabiskan dengan berpetualang. Jika dihitung sejak melepaskan diri dari lingkungan keluarga tentunya saya bisa katakan hampir tiga perempat hidup saya. Tapi apa artinya waktu? Waktu dapat terbuang begitu saja jika tidak diisi dengan sesuatu yang berarti, tapi yang menghantam saya pada saat ini justru keberartian hidup. Hidup begitu berarti sehingga sulit bagi saya untuk melepaskannya. Ya, manusia hanya terdiri dari darah dan daging yang dengan mudah melekat dengan kondisi yang kita sukai. Begitu kita mencintainya, begitu menyakitkan ketika melepaskannya. Itu merupakan kenyataan saya, kenyataan hidup yang saat ini dengan sangat berat hati harus saya dapat lepaskan sedikit demi sedikit.

Foto credit: n-lightenment.com