AES 1112 Wajah-Wajah
joefelus
Tuesday June 11 2024, 10:45 AM
AES 1112 Wajah-Wajah

Tahu tidak bahwa yang membedakan keseharian kita dalam hidup adalah wajah-wajah orang yang kita kenal? Itu yang hampir selalu saya rasakan dimanapun saya berada. Memiliki teman atau sahabat apalagi jika berada di rantau itu sangat penting karena kita tidak pernah dapat hidup sendirian. Kebetulan saya banyak merantau, jadi obrolan hari ini berkaitan dengan itu.

Memulai hidup di tempat yang asing itu tidak mudah. Saya banyak menyaksikan teman-teman yang tidak mampu bertahan karena mereka merasa terkucil, jauh dari orang-orang yang mereka kenal, kangen dengan keluarga dan sulit menyesuaikan diri dengan kebiasaan baru. Itu adalah beberapa kendala yang hampir setiap orang alami ketika memulai kehidupan baru di tempat baru. 

Saya mengalami ini beberapa kali dalam hidup. 2 kali diantaranya bahkan jauh berada ribuan kilometer dari keluarga dengan bahasa yang digunakan untuk berkomunikasi yang sangat berbeda bahkan tidak jarang orang-orang yang saya jumpai menggunakan bahasa yang belum pernah saya dengar sebelumnya. Saya pada saat-saat itu merasa sebagai orang asing yang tersesat dan berada di tempat yang salah.

Memang benar bahwa di tempat baru selalu ada orang-orang baru yang dapat kita jumpai, tapi jika kita jujur terhadap diri sendiri, kita seringkali harus berjuang dengan susah payah untuk menciptakan pertemanan. Untuk sebagian orang itu bukan hal yang mudah dilakukan. Membentuk pertemanan, percaya atau tidak, merupakan skill yang harus dipelajari. Memulai hidup baru di tempat yang baru dimana kita tidak mengenal siapapun bisa merupakan sesuatu yang seru, menyenangkan tapi juga dapat mengubah kehidupan seseorang, bahkan bisa saja mengakibatkan patah hati. 

Memulai hidup baru sama sulitnya dengan meninggalkan kehidupan yang lama. Namanya memulai, kita kembali dari angka nol. Dari tidak mengenal siapapun kemudian perlahan-lahan mulai membentuk lingkaran pertemanan, kemudian meningkatkan pertemanan menjadi persahabatan bahkan keluarga. Saya banyak memiliki "keluarga" baru di berbagai tempat setelah melalui proses yang panjang. Itu tidak mudah karena butuh waktu, perlu membuka diri, dan banyak hal lainnya. 

Tadi pagi ketika saya berada di kantor, pikiran tentang pertemanan, wajah-wajah yang selalu mewarnai keseharian saya selama sekian tahun tinggal di sini membuat saya agak emosional. Saya kemudian kembali merasakan ketika 8 tahun yang lalu sahabat-sahabat dan "keluarga" di Smipa memberikan ucapan selamat berpisah. Saya ingat betapa Kano "patah hati" harus berpisah dengan teman-temannya di kelas Monito.  Nah perasaan yang sama mulai kembali hadir. Memang masih berminggu-minggu sebelum saya menyampaikan ucapan perpisahan. Tapi ini bukan hal yang mudah untuk dapat saya lalui. Entah sudah berapa kali saya mengalami saat-saat seperti ini. Saya tahu apa yang akan saya alami karena bukan kali yang pertama, tapi saya juga tidak dapat mengatakan sudah "terbiasa" atau bahkan sudah "ahli" karena setiap peristiwa mempunya intensitas yang berbeda-beda. Kali ini mungkin yang terberat karena Kano akan menetap di sini.

Wajah-wajah yang saya kenal berseliweran. Memang pada saatnya ada yang pudar tergantung selekat apa tingkat pertemanan kami, tapi tidak sedikit ikatan-ikatan semacam ini menjadi abadi. Itu salah satu tujuan saya mengunjungi tempat-tempat yang pernah saya singahi di masa lalu: Untuk menyegarkan kembali relasi yang selama ini kami semua pertahankan. Wajah-wajah itu merupakan bagian dari kehidupan saya. Merupakan harta yang tidak terkira yang selalu ingin saya pertahankan.

Foto credit: nytimes.com