AES 1137 New Routine
joefelus
Saturday July 6 2024, 9:36 PM
AES 1137 New Routine

"Dad, can we stop by at the supermarket before you drop me off?" Tanya Kano

"Sure thing. What do you need?" Tanya saya

"I need some cereal." Katanya

Saat itu kami dalam perjalanan pulang dari makan malam bersama Mary Ann dan David.

"You need to sign up for your own shopping card." Kata saya.

Hampir semua supermarket menawarkan semacam kartu anggota. Tidak dipungut biaya dan jika menggunakan kartu itu, banyak diskon yang bisa kita nikmati. Ini merupakan hal yang wajar dimana-mana, merupakan salah satu strategi supermarket agar para pelanggan selalu datang membeli barang-barang kebutuhan mereka di toko mereka.

"I know, but I will do it next time." Kata Kano lalu dia masuk ke dalam supermarket. Nina menunggu di dalam kendaraan, dia sepertinya kelelahan dan malam ini dia akan bertugas dari pukul 10 malam hingga pagi hari, kemudian diikuti jadwal kerja yang sama besoknya. Ini merupakan tugas wajib, setiap orang mendapat 4 shift seperti itu.

Kano langsung menuju beberapa rak yang menyediakan barang-barang yang dia butuhkan. Dia mengambil 3 kantong besar cereal, sepertinya rasa coklat. Entah merk nya apa saya tidak memperhatikan, lalu membeli 1 jug susu, hampir 2 liter, dan 2 container cream cheese.

"I have a lot of bagels." Kata Kano

"Yes, also remember I gave you smoked salmon from the Seattle area, remember?" Kata saya.

Ii merupakan hal baru yang selama ini belum pernah saya alami. Yaitu Kano membeli barang-barang kebutuhan sehari-hari yang dia inginkan. Ini memang hal sepele. Selama ini saya yang selalu memikirkan apa yang dia butuhkan lalu berusaha menyediakannya. Kadang dia mau menikmatinya, seringkali saya yang justruharus menghabiskannya. Sebagai orang tua saya selalu berusaha sebisa mungkin menyediakan segala sesuatu yang mungkin dia butuhkan.

"Dad, can I use your card?" Tanyanya.

"Of course!" Kata saya sambil mengeluaran kartu belanja yang saya miliki. Saya lalu berpikir, ketika nanti saya pulang, mungkin sebaiknya memberikan kartu belnja saya ke dia, sebab saya tidak akan menggunakannya lagi sementara Kano akan terus menerus membutuhkannya.

Kami langsung menuju apartemen Kano sesudah selesai berbelanja. Ini apartemen yang baik, walau kalau menilik bangunannya sepertinya agak tua, entah tahun berapabangunan ini didirikan. Merupakan sebuah organisasi nirlaba, yang bekerja sama dengan universitas yang menyediakan pelayanan tempat tinggal dengan biaya terjangkau tapi dikhususkan bagi para mahasiswa. saya setujuKano tinggal di sana karena dengan demikian Kano diharuskan untuk terus kuliah. Jika dia berhenti kuliah dan tidak mendaftar kelas, maka dia harus keluar dari apartemen itu. Ini akan menjadi memicu dia untuk terus belajar dan melanjutkan program studynya.

"Thanks, guys." Kata Kano.

Kami kemudian saling berpelukan. Ibunya tidak ketinggalan, dan jauh lebih lama berpelukan daripada saya hahaha...

"Hey Dad, can we hangout on Sunday? You can pick me up and go to your place (maksudnya rumah tempat saya menumpang) and I can show you how to use your VR and we can play together." Kata Kano

"Yes, of course!" Kata saya

Kano masuk ke apartemennya dan saya serta Nina meninggalkan tempat itu. Kami berdua harus membiasakan diri dengan hal ini. Sebuah hal yang baru yang harus mulai dibiasakan. Memang sejak Kano beranjak dewasa kami sudah memiliki kesibukan masing-masing, tapi kami masih tinggal satu rumah, sekarang semuanya sangat berbeda. Seperti saya katakan kemarin, saya mulai merasakan ada sebuah kekosongan yang sulit untuk dihadapi. Walau tinggal di tempat yang berbeda, kami hanya berjarak sekitar 20 menit, tidak lebih dari 15 km saja jauhnya. Bulan depan kami akan berjarak ribuan kilometer dan ini akan menjadi sebuah perpisahan yang sangat luar biasa. Kami sekarang sedang membiasakan diri dengan masa transisi yang tidak mudah, tapi rutinitas baru ini akan cepat atau lambat harus kami jalani.

Foto credit: photodune.net