AES 1169 What Would You Do?
joefelus
Saturday August 10 2024, 11:31 AM
AES 1169 What Would You Do?

If today was your last day, and tomorrow was too late, could you say goodbye to yesterday? Would you live each moment like your last? Leave old pictures in the past, donate every dime you had? If today was your last day.

Saya membaca tulisan ini tadi pagi. Entah siapa yang menulisnya. Buat saya ini terdengar indah walau saya dapat merasakan sebuah kepedihan. Saya duduk merenung. Ada keengganan untuk keluar rumah. Saya tahu, kesempatan itu mungkin baru akan kembali lagi entah kapan. Banyak yang bisa dilakukan sebenarnya, tapi saya justru lebih memilih diam, merenung dan tidak melakukan apa-apa kecuali berbicara pada diri sendiri melalui tulisan.

Di luar tidak ada matahari. Sejak kemarin turun hujan, rintik-rintik diselingi dengan curah yang sangat deras. Saya katakan pada Nina bahwa langitpun menangis karena sedih. Itu hanya gurauan saya, kadang memang manusia itu kejam terhadap diri sendiri. Memperburuk situasi dengan menambah-nambah masalah dengan hal-hal kecil. Mungkin itu yang sedang saya lakukan. Entah mungkin karena dorongan kesedihan atau apa, saya tidak tahu.

hari ini adalah malam terakhir saya berada di Fort Collins. Besok siang Nina dan saya akan terbang ke San Fransisco lalu lay over beberapa jam sebelum kemudian melakukan penerbangan panjang ke Singapura. Ini akan menjadi perjalanan saya terpanjang selama hidup. total 30 jam. Saya tidak ingat dulu dalam perjalanan pulang dari Hawaii, sempat meningap semalam di Jepang, tapi dari Hawaii ke Jepang dan dari Jepang ke Jakarta total hanya belasan jam saja, seingat saya 16 jam. Kali ini saya tidak menginap, tapi ada 6 jam yang harus saya manfaatkan di Singapura. Mungkin saya akan makan hahaha..

Nah, pertanyaan hari ini. Apa yang akan dilakukan di hari terakhir ini? Percaya atau tidak, saya memutuskan untuk tidak kemana-mana.

Menurut saya, tempat-tempat kadang-kadang lebih indah jika ada dalam imajinasi kita sendiri. Misalnya selama bertahun-tahun sesudah saya kembali ke Indonesia dan kemudian pindah ke Colorado, saya selalu membayangkan keindahan berbagai tempat di Hawaii. Saya melamun dan membayangkan betapa indahnya dan mengasyikkannya jika saya bisa suatu waktu nanti berkunjung kembali dan mulai menelusuri tempat-tempat yang saya kenal yang dulu selalu mewarnai kehidupan sehari-hari. Nah kemudian saya diberi kesempatan ke sana, 2 kali malahan. Apa yang kemudian saya jumpai? Tidak seindah yang saya bayangkan. Kampus, misalnya dimana dulu saya tinggal di sana selama 5 tahun, sekarang banyak tempat-tempat yang terbengkalai. Kota Honolulu semakin terlihat tua dan kemacetan ada dimana-mana. Sangat jauh dengan gambaran yang selama ini saya bayang-bayangkan. Itu salah satu contohnya. Nah saat ini saya memilih tidak kemana-mana dan memutuskan untuk melakukan kegiatan yang saya sukai: memasak!

Saya membuat berberapa masakan, satu makanan kegemaran Kano, saya membuat dalam porsi besar lalu saya masukkan ke dalam vaccuum pack dan dia bisa simpan di dalam freezer. Makanan kedua untuk makan siang dan makan malam hari ini. Sore Kano berkunjung dan ikut menikmati makanan itu. Lalu saya membuat kue wajit ketan dengan gula merah. Ini yang memakan waktu lama karena keterbatasan alat. Kukusan di sini tidak sama denga yang di Indonesia jadi butuh waktu lama dan akhirnya agak berubah konsistensinya. Masih bisa dinikmati.

Kemudian dengan bantuan Kano saya menyimpan barang-barang yang sudah kami masukkan ke dalam beberapa kontainer ke udang bawah tanah. Benda-benda ini akan kami tinggal dan suatu waktu nanti Kano akan membawanya atau saya sendiri yang mengambilnya jika diberi kesempatan untuk berkunjung kembali ke sini.

"Dad, can you take me home? We can get some cookies at Imsomnia then make a little detour to downtown for the last time." Tanya Kano.

Ya, tidak ada salahnya melihat pusat kota untuk terakhir kalinya.

Saya belum benar-benar menjawab pertanyaan di atas, What would you do? Jawab saya nothing for me, yang ingin saya lakukan adalah being useful, Makangkanya saya masak seharian. Sebabnya adalah kalau besok, maka akan sudah terlambat, yang kemarin sudah basi.

Malam ini begitu dingin dan basah. Waktu terus mengalir, bergerak tanpa henti menuju saat-saat akhir. What would you do if this is your last day?

Foto credit: 8tracks.com

Mega
@mega   2 years ago
Nulis pemikiran2 yang belum sempat tersampaikan!
#halah