Saya benar-benar "nambru", Jadi hari ini akan ngobrol santai saja yang seru dan mungkin sedikit lucu.
Saya ingat di Bulan April, dua tahun yang lalu saya pernah menulis tentang nama. Waktu itu saya membeli makanan secara online lalu ketika menjemput, saya dipanggil dengan nama Jose yang sebetulnya adalah Joe tapi dalam bahasa Spanyol. Sementara itu dulu boss saya waktu di Hawaii memanggil saya dengan Giuseppe, yang juga artinya sama Joe tapi dalam bahasa Italia. Nama saya buat orang-orang Amerika memang agak janggal, sehingga sering dipanggil John, Jonah, bahkan Jonas. Padahal kalau diperhatikan benar-benar tidak sulit kok menyebut Johan atau Yohan. Yang membuat kesalahan biasanya barista atau restoran yang memanggil saya ketika order sudah siap. Itu alasan mengapa saya menggunakan nama tengah, Joe, Joseph, Giuseppe atau Jose hahaha.
Saya memang punya banyak nama panggilan tapi baru 2 kali dalam 2 bulan terakhir dipanggil dengan nama luar biasa: Pak Haji! Hahaha... Bayangkan!
Entah dari mana seorang ibu yang berjualan keripik mendapat ide memanggil saya dengan nama itu. Mungkin sebagai strategi dia untuk memasarkan jualannya dengan cara menghormati calon pembeli dengan predikat yang terhormat. Saya memang tertawa dalam hati, sebab dalam hati saya berpikir, yang betul aja deh, saya loh, kok bisa-bisanya si ibu punya ide memanggil saya dengan pak Haji. Jelas tidak cocok. Warna kulit saya beda, walau untuk seorang keturunan, warna kulit saya termasuk lebih gelap, Ayah saya lebih gelap lagi, sering disebut Hitachi, alias HItam TApi CHI.. hahahaha
Itu dari warna kulit. Sekarang dari penampilan. Hari ini saya pakai celana pendek dengan kaos tanpa lengan jadi otomatis tubuh saya yang punya 3 rajah sangat tampak. Satu berwarna hitam dengan huruf Hiragana yang berbunyi Kahanu, nama aslinya Kano, lalu yang kedua adalah gambar kepala kuda dengan disain tribal, juga hitam, dan yang ketiga, yang terakhir adalah gambar naga. Yang terakhir ini berwarna karena saya sengaja menyamakan dengan yang Nina miliki sebagai semacam "perayaan" rasa syukur sebagai sepsis survivor. Tiga buah rajah ini memiliki arti yang sangat personal buat saya, bukan hanya art, tapi merupakan sebuah cara untuk bersyukur dan merayakan kehidupan dari berbagai peristiwa penting. Itu saja.
Nah, kembali ke cerita tentang pak Haji. Sekarang bayangkan betapa lucunya saya dipanggil pak Haji, tapi tubuh menunjukkan penampilan sebaliknya? Salah seorang karyawan yang berada di situ senyum-senyum ketika si Ibu memanggil saya. Sepertinya strategy dia efektif karena saya jadi sungkan untuk tidak membeli. Kebetulan juga saya senang membeli makanan kecil untuk para pekerja yang hari ini kebetulan lumayan banyak. Jadi saya borong semua dagangan dia yang isinya rempeyek, kerupuk gendar dan keripik bayam.
Yang jelas, walau memang saya harus merogoh dompet, tapi semua senang, ibu itu jualannya habis, para karyawan yang bekerja senang karena saya sediakan cemilan dan saya terhibur karena dipanggil pak Haji! Hahahaha...
Tatonya keren pak haji!😄
hahahahaha....