AES 449 Life Plan
joefelus
Monday August 15 2022, 9:20 AM
AES 449 Life Plan

Mulai hari Senin besok, kampus akan mulai terlihat ramai karena minggu ini adalah minggu move-in, maksudnya ribuan mahasiswa baru akan mulai memasuki asrama. Demikian juga dining centers, semua akan buka mulai hari Senin, jadi kesibukan akan mulai terlihat dan kampus akan kembali tampak normal dengan banyaknya mahasiswa yang hadir.

Dengan dimulainya aktifitas dining centers, pilihan untuk makan siang juga menjadi jauh lebih banyak. selama musim panas saya hanya pergi ke satu dining center yang buka karena lainnya tutup. Pertama sih baik-baik saja, lama kelamaan saya mulai bosan karena selama beberapa bulan saya harus makan itu-itu saja, tidak banyak pilihan karena yang buka hanya 1 tempat! Mulai Senin saya akan lebih banyak pilihan dan membuat hari-hari kerja jauh lebih bersemangat. Saya mulai merencanakan akan memilih dining center mana saja dan memilih makanan apa saja. Untuk makan saya juga membuat rencana! hahaha..

Akhir-akhir ini saya banyak bercerita tentang kegiatan sehari-hari, tentang mulainya Kano meniti masa depan, tentang mulainya Kano mencoba hal-hal baru dalam hidupnya, terutama di masa jeda sekolah sambil memikirkan rencana ke depan, memilih-milih jalan mana yang ingin dia tempuh, sisi-sisi mana yang menarik perhatian dia untuk ditelusuri. Ini bagian dari hidup yang membingungkan, tapi sangat penting dan butuh pemikiran serta refleksi yang dalam. Di sisi lain, ini sebetulnya fase kehidupan yang sangat menarik, karena sudah mulai tiba saatnya untuk eksplorasi kehidupan yang nyata dan luas.

Setiap orang mengalami masa ini. Demikian juga saya dulu. Sama seperti beberapa waktu lalu terjadi di Smipa dimana-teman-teman berusaha memetakan perjalanan hidup lalu dengan "berani" mempresentasikan. Ini bukan sebuah upaya yang mudah. Ini adalah awal dari sebuah proses yang terus menerus berkembang dan berubah. Sejauh yang saya percayai, memetakan perjalanan hidup itu tidak merupakan sesuatu yang terpatri dan tidak dapat diubah lagi, kalau istilah di negeri tempat saya tinggal sekarang istilahnya, "not written in stone", bukan sesuatu yang permanen dan tidak dapat diubah lagi.

Kita memiliki harapan, mimpi dan aspirasi dalam hidup, tapi berapa banyak hal-hal tersebut yang dapat kita capai? Banyak faktor yang mempengaruhi pencapaian perencanaan dalam hidup. Pertama seringkali perencanaan dan harapan yang kita inginkan itu tidak benar-benar merupakan hal yang visibel. Banyak mimpi-mimpi saya ketika masih kecil, ketika menginjak masa remaja dan saat menjadi anak muda di awal kedewasaan yang ternyata bukan hal yang cocok. Pada masa-masa itu saya masih sedang mencari. Bagaimana bisa menentukan arah hidup jika pengenalan pada diri sendiri saja belum sempurna? Bagaimana saya bisa tahu kemana arah hidup jika belum tahu siapa saya sebenarnya? Tapi tidak apa, pencarian arah hidup selalu berjalan bersamaan dengan pencarian diri. Begitu menurut saya prosesnya.

Kedua, seringkali kita banyak menghabiskan waktu berpikir atau berbicara tentang apa yang kita inginkan, tapi apakah kita benar-benar mengambil langkah untuk mencapainya? Banyak alasan mengapa hal tersebut terjadi, bukannya kita malas, tapi seringkali kita tidak tahu benar-benar dari mana kita harus memulai. We do not really take steps to achieve it! Itu benar-benar terjadi. Kalau kita semua bisa jujur pada diri sendiri, pasti akan mengakui bahwa banyak saat dalam menjalani kehidupan kita terjebak dalam situasi ini.

Banyak kesempatan dalam hidup muncul. Ada yang dengan gesit menangkap kesempatan itu, ada yang terlalu lama berpikir hingga terlambat, begitu mempunyai keputusan kesempatan itu sudah lewat. Banyak pula yang terlalu lama menimbang-nimbang serta bertanya-tanya apakah kesempatan-kesempatan itu merupakan yang terbaik bagi kita? Sejauh ini saya selalu mengatakan, kita tidak akan pernah tahu hingga kita mencobanya. Meraih kesempatan bagi saya seperti melihat makanan dan bertanya-tanya apakah ini enak atau tidak, apakah saya akan suka atau tidak. Jika saya tidak pernah memberanikan diri untuk mencobanya, saya tidak akan pernah tahu. Ini bagian dari proses trial and error.

Satu hal yang membantu, salah satunya dengan membuat perencanaan. Tanpa rencana yang baik hidup kita akan lepas kontrol karena sama sekali tidak mempunyai arah yang jelas. Tanpa percencanaan, kita akan berlama-lama dalam membuat keputusan, tanpa rencana, kita akan merasa tersesat, dan kehilangan arah.

Ini yang saya perhatikan dengan perjalanan hidup Kano akhir-akhir ini. Dia terus memikirkan pintu-pintu yang banyak terbuka. Saya katakan pada dia untuk mencoba menelusuri satu demi satu. Dia sudah menimbang-nimbang berbagai universitas dan bidang study yang dia rasa cocok dan tertarik, dia juga mencoba untuk bekerja, melamar pekerjaan ke banyak tempat, melalui berbagai interview, menghadapi berbagai kekecewaan karena banyak tempat yang dia ingini ternyata pintunya tertutup. Dia juga sudah mencoba melakukan penelitian dan interview untuk memasuki dunia militer. Dulu dia sepat tertarik pada angkatan udara, bahkan beberapa kali mengunuji Air Force Academy, menghadiri beberapa konferensi dan presentasi; beberapa minggu yang lalu malah dia interview dengan angkatan laut, berbicara dengan beberapa orang officer dan menelusuri apa saja yang mereka tawarkan. Dia sudah punya jawaban atas beberapa pertanyaan penting yang ingin dia ketahui dalam menjalani hidup. Bagaimana dengan mengambil keputusan? Kano mengatakan dia belum siap memilih satu dari sekian banyak kesempatan yang ditawarkan. Ini hal penting dan penuh dengan konsekuensi. Saya mengerti jika dia belum mau berkomitmen pada satu hal. Bagaimana jika salah? Bagaimana jika dia tidak suka? Bagaimana jika ternyata tidak cocok?


(Unsplash.com) Life planning images


Ini bagus sekali! Saya setuju Kano tidak mengambil keputusan yang gegabah, lagi pula dia masih punya banyak waktu. Kano memutuskan untuk sementara bekerja sambil terus menimbang-nimbang tentang banyak kemungkinan yang ada. Kano bisa saja ikut kami pulang ke Indonesia tahun depan. Itu juga satu pilihan. Mana yang cocok, mana yang dia suka, mana yang dia ingin raih adalah keputusan dia. Kami sebagai orang tua hanya berusaha mendampingi dan membantu menunjukkan arah serta berbagi pendapat jika dia membutuhkan. Ini adalah masa-masa yang sangat penting dalam hidupnya dan saya sangat mendukung keputusan yang dia buat.

Pada intinya, kembali ke nama yang kami berikan pada Kano. Radithya Noa Kahanu, yang artinya napas kebebasan dari Tuhan. Nah saya harus konsekuen juga, karena ini adalah hidup dia dan dia punya kebebasan yang dianugerahkan oleh Tuhan untuk memutuskan apa yang terbaik bagi hidupnya. Yang bisa saya lakukan sekarang adalah menemani, mendampingi dia dalam membuat perencanaan, sesuai dengan inspirasi, aspirasi dan mimpi yang dia miliki. Bukan begitu?

Foto Credit: Bloomsoup.com