Hidup kita menurut saya adalah sekumpulan memori yang telah kita ciptakan sepanjang hidup. Semakin banyak memori yang kita ciptakan, semakin kaya hidup yang kita jalani. Belajar dari kesalahan membuat diri kita semakin bijak, peristiwa-peristiwa dan pengalaman yang indah pun dapat kita bagikan dengan orang-orang yang kita cintai. Kenangan-kenangan yang kita telah ciptakan sepanjang waktu itu merupakan harta yang abadi, ini akan dijadikan bahan renungan saya yang ke-7 di akhir tahun ini.
Merenungi segala sesuatu yang sudah lewat memang sangat menarik. Moment yang biasa saya manfaatkan biasanya pada saat menjelang akhir tahun dan mulai beberapa tahun terakhir menjelang peringatan hari lahir. Saat-saat seperti ini membantu saya untuk jeda sebentar, mengambil jarak dari kesibukan sehari-hari dan refocus. Kadangkala karena kita begitu terhanyut dengan arus keseharian, kesibukan dan berbagai persitiwa hidup, kita sering merasa agak tersesat. Sama seperti GPS, kalau teman-teman menggunakan google map, kadang kita ingin zoom in lokasi-lokasi tertentu, lalu kita butuh re-center agar bisa berada di jalur yang benar. Nah kurang lebih seperti itulah hidup kita. Kita sering perlu me-refocus agar tidak melenceng. Nah itu tujuan utama saya melakukan renungan 2 kali setahun.
Bonus dari merenung hari ini adalah mengingat kembali saat-saat, peristiwa-peristiwa yang menyenangkan yang sudah kita jalani. Nah kita menelusuri kembali segala bentuk memori yang sudah kita ciptakan. Sambil menikmati ini, kita juga secara tanpa sadar mulai bersyukur bahwa banyak sekali hal-hal yang sudah kita jalani, telah mampu mengatasi berbagai rintangan.
Kenangan itu tidak hanya akan hal-hal yang luar biasa. Hal sesederhana apapun bisa menjadi peristiwa-persitiwa yang menyenangkan untuk diingat-ingat. Misalnya saya duduk bertiga bersama Kano dan Nina menikmati suatu sore yang dingin dan bersalju sambil menikmati coklat panas dan ngobrol tentang banyak hal. Itu indah sekali. Kebersamaan itu anugerah! Tidak semua orang dapat menikmati kehangatan keluarga sambil bercengkrama.
Saya bersyukur telah banyak mengalami hal-hal yang bisa terus saya kenang. Saat-saat menghadapi berbagai tempaan hidup, tantangan dan rintangan bisa dijadikan bahan untuk bersyukur ketika semuanya sudah lewat. Pada intinya, apapun itu, segala bentuk kenangan merupakan harta yang abadi.
Foto credit: pngtree.com