AES 1335 Imagination
joefelus
Monday February 17 2025, 4:55 PM
AES 1335 Imagination

"Imagination. The key to the audacity, success, and drive of the creatives who make the wildest dreams a reality. An immaterial energy that is nurtured by travel and experiences that forge a new state of mind."

Jangan tertipu, untaian kalimat di atas bukan definisi atau kalimat-kalimat yang saya ambil dari kamus atau wikipedia, bukan! Itu adalah kalimat-kalimat yang digunakan oleh Louis Vuitton untuk menjual sebotol parfum seharga 5.700.000 Rupiah per100 ml dengan judul Imagination. Hahaha...

Imajinasi. Kunci dari sebuah tekad, sukses, dan pemicu bagi mereka yang kreatif yang mewujudkan mimpi menjadi kenyataan. Suatu energi tak berwujud yang dibangun melalui perjalanan dan pengalaman.. dan seterusnya dan seterusnya. Apalagi di akhir kalimat yang menggebu-gebu ini diuraikan seperti ini: Imagination, the spirit rises, escapes and conquers new paths of freedom. Wow! kemudian karena kita terbius kata-kata ajaib ini, tanpa sadar merogoh dompet dan 5 juta melayang karena kita ingin menaklukan jalan setapak kebebasan baru! Padahal kalau dipikir-pikir kita malah terperangkap oleh buaian kata-kata manis dan kehilangan 5 juta Rupiah. Kebebasan masuk pada perangkap baru, cara meraih keterkungkungan baru! Hahhaha..

Eniwei, sudah beberapa kali saya berbagi cerita tentang imajinasi. Tidak apa, hari ini saya ingin ngobrol tentang ini lagi. Kita hidup dalam dunia yang penuh dengan batas. Di jalan raya saja, jika kita mengikuti aturan sebetulnya ada batas maksimal kecepatan, bukan? Tujuannya tentunya demi keselamatan. Saya pernah didenda hampir $400 gara-gara mengemudi 8 mile (hampir 13 km/jam) lebih cepat dari batas. Kita tidak bebas! wkwkwk. Batasan-batasan itu diadakan demi keselamatan, demi keteraturan dan keseimbangan. Tidak ada yang tanpa batas. Luas sebuah daerah, RT, RW, kelurahan hingga negara saja ada batasnya. Tingkah laku kita ada batas kewajaran dan tata krama. Lebih dari itu maka akan menyebabkan kekacauan bahkan bahaya. Satu hal yang mungkin tanpa batas adalah imajinasi, karena katanya tidak ada batas yang aktual dari imajinasi karena imajinasi bukan entitas fisik.

Kata Einstein, β€œLogic will get you from A to B. Imagination will take you everywhere.” Saya dulu bercerita bahwa imajinasi adalah permainan mencipta. Kita menciptakan banyak hal dalam pikiran dan kebanyakan merupakan gabungan dari berbagai hal dari pengalaman dan pengetahuan dalam hidup ditambah, nah ini yang seru, ditambah berbagai hal yang tidak faktual, yang fiksi, bahkan supernatural. Semua tergantung pada kemampuan imajinatif kita. Oleh sebab itu Einstein berkata bahwa logika dapat mengantar kita dari A ke B, tapi imajinasi dapat mengantar kita kemana saja kita mau!

Louis Vuitton itu menjual imajinasi. Banyak ibu-ibu rajin membeli tas LV, padahal kalau diperhatikan baik-baik tas-tas itu yang berwarna coklat, hitam, pink atau abu-abu penuh huruf LV. Apa bagusnya? Kalau menurut saya sih seperti iklan berjalan hahaha.. Mau tau harganya, lebih dari 600 juta Rupiah. Tapi kenapa banyak yang beli? Karena terbuai dengan imajinasi bahwa dengan menyandang tas itu kita akan terlihat keren sekali. Mas-mas, oom-oom dan bapak-bapak membeli parfum, walau mungkin orang lain tidak tahu parfum apa yang dipakai yang seharga hampir 6 juta sebotol 100 ml itu, karena apa? Karena berimajinasi atau "berpendapat" bahwa dengan menggunakan parfum, kita atau mas-mas itu menunjukkan khalayak ramai bahwa dia peduli akan penampilan dan perawatan diri, yang kemudian merasa penampilannya menjadi chic, stylish, merasa superior diantara kaumnya dan imajinasi ini seringkali kemudian meningkatkan rasa percaya diri. Mungkin saja memang betul begitu tapi saya pikir ini adalah imaji yang sudah dibumbui imajinasi hehehehe... Dan yang penting apakah seperti di iklan LV merupakan new path of freedom? Kata saya sih tidak, malah masuk perangkap, sejak saat itu kepercayaan diri, harga diri, penampilan menjadi tidak sempurna kalau tanpa parfum LV, nah dimana sekarang letak kebebasan itu?

Foto kredit: id.louisvuitton.com

Andy Sutioso
@kak-andy   last year
Perangkap narasi kapitalisme... wkwkwk... ☝🏼😁
You May Also Like